ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin
Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026

Sekularisme Manajerial dan Adaptasi Indentitas Muslim di Singapura, 1965-2025

Hesti Wulandari (UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia)
Yanti Lutfiani (UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia)
Asep Achmad Hidayat (UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia)
Mahbub Hefdzil Akbar (UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia)
Hisyam Muhammad Jahid (UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2026

Abstract

Kajian mengenai Muslim minoritas di Singapura umumnya memandang identitas keagamaan sebagai produk statis yang dibentuk secara top-down oleh negara sekuler. Artikel ini menganalisis dinamika identitas Muslim minoritas di Singapura periode 1965–2025 melalui negosiasi antara kebijakan negara dan strategi adaptasi komunitas. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen terhadap Administration of Muslim Law Act 1966, publikasi resmi Majlis Ugama Islam Singapura, Parliamentary Debates, data sensus penduduk, serta literatur sekunder terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Singapura menerapkan sekularisme manajerial, bukan pemisahan mutlak antara agama dan negara, dengan mengintegrasikan hukum Islam ke dalam administrasi negara untuk menjaga stabilitas sosial. Dalam kerangka tersebut, MUIS berperan sebagai mediator melalui wacana Singapore Muslim Identity yang menekankan karakter religius, progresif, dan inklusif. Pada abad ke-21, komunitas Muslim menghadapi disrupsi digital dan ideologi transnasional melalui adaptasi integratif serta pemanfaatan ruang siber untuk menyebarkan moderasi beragama. Penelitian menyimpulkan bahwa keberlangsungan identitas Muslim minoritas ditopang oleh ketahanan institusional dan kecakapan kultural dalam menegosiasikan modernitas.

Copyrights © 2026