Fardella Lufiana
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Comparative Impact of Black Coffee and Milk Coffee on Prediabetes in Obese Adults Eka Febriyanti; Huwainan Nisa Nasution; Fardella Lufiana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i4.35512

Abstract

Obesity is a major risk factor for metabolic diseases such as diabetes mellitus, hypertension, and cardiovascular disorders, primarily through the mechanism of insulin resistance. One contributing factor to obesity is the increasing consumption of sugar sweetened beverages, including milk coffee. However, coffee also contains bioactive compounds with potential protective effects. This study aimed to compare the effects of pure black coffee and milk coffee consumption on prediabetes status and fat mass among obese individuals. An analytical observational study with a cross sectional design was conducted in Medan City from December 2024 to February 2025 involving 82 obese participants aged 19–45 years. Coffee intake was assessed using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), fasting blood glucose levels were measured using spectrophotometry, and fat mass was evaluated with a Body Composition Analyzer. Data were analyzed using a chi-square test with a significance level of p < 0.05. Results showed no significant difference in prediabetes incidence between black coffee and milk coffee consumers (p = 0.925). Similarly, fat mass did not differ significantly between groups (31.1 ± 7.4 vs. 31.7 ± 7.3). In conclusion, consumption of black coffee or coffee with milk showed no significant effect on prediabetes incidence or fat mass among obese individuals.
Hubungan Kualitas Tidur dengan IMT (Indeks Massa Tubuh) pada Mahasiswa Co-Assistant di RSUD Drs. H. Amri Tambunan Fatimah Azzahra; Fardella Lufiana
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i4.21023

Abstract

Salah satu kebutuhan dasar manusia dalam mempertahankan kehidupan dan kesehatan adalah tidur. Salah satu manfaat dari tidur adalah membantu tubuh untuk menyembuhkan dan mengembalikan tingkat stamina yang ideal. Mahasiswa Kalangan rentan mengalami kondisi kurang tidur, termasuk mahasiswa pendamping karena banyaknya tugas referensi, jadwal yang padat dan keharusan jaga malam. Kondisi kurang tidur ini dapat menyebabkan masalah kesehatan, salah satunya adalah masalah berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dengan IMT pada mahasiswa koas di RSUD Drs. H.Amri Tambunan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling pada mahasiswa koas RSUD Drs. H. Amri Tambunan dengan jumlah 47 orang. Hasil uji hipotesis menggunakan uji korelasi spearman menunjukkan hasil 0,000 (p0,05) yang menunjukkan adanya hubungan antara kedua variabel dengan nilai r sebesar 0,507 yang menunjukkan kekuatan hubungan yang sedang. Simpulan yang didapat yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan IMT pada siswa koas di RSUD Drs. H. Amri Tambunan dengan kekuatan hubungan yang sedang. Sampel terbanyak dengan kualitas tidur buruk (78,7%) dan dengan IMT overweight ( 23) sebesar 55,3%.Kata kunci : IMT, Kualitas Tidur, Mahasiswa Koas Abstrak : Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dalam menjaga kehidupan dan kesehatan. Tidur membantu tubuh untuk melakukan penyembuhan dan mengembalikan kadar stamina yang ideal. Mahasiswa rentan mengalami kurang tidur, termasuk mahasiswa koas karena banyaknya tugas referensi, jadwal yang padat dan shift malam. Kondisi kurang tidur ini dapat menimbulkan masalah kesehatan salah satunya adalah masalah berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dengan IMT pada mahasiswa koas di RSUD Drs. H.Amri Tambunan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitis dengan pendekatan cross sectional dengan teknik purposive sampling pada mahasiswa koas di RSUD Drs. H. Amri Tambunan dengan jumlah sampel 47 orang. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji korelasi spearman menunjukkan hasil sebesar 0,000 (p0,05) yang menunjukkan adanya hubungan antara kedua variabel dengan nilai r sebesar 0,507 yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang. Kesimpulan yang diperoleh yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan IMT pada mahasiswa koas di RSUD Drs. H. Amri Tambunan dengan kekuatan hubungan sedang. Sebagian sampel besar memiliki kualitas tidur buruk (78,7%) dan memiliki BMI kelebihan berat badan (23) sebesar 55,3%.Kata Kunci : BMI, Kualitas Tidur, Mahasiswa Coas
Hubungan Obesitas Sentral dan Aktivitas Fisik dengan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien Prolanis di Klinik Iman Medan Tahun 2025 Desyka Nur Syafitri; Mila Trisna Sari; Shahrul Rahman; Fardella Lufiana
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i4.26214

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 adalah satu diantara beberapa penyakit kronik yang total kasusnya terus bertambah di Indonesia. Faktor risiko seperti obesitas sentral dan rendahnya aktivitas fisik diyakini berperan dalam peningkatan kejadian penyakit ini terutama di kalangan anggota Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS). Tujuan pada studi kali ini ialah guna menganalisis hubungan antara obesitas sentral dan aktivitas fisik dengan diabetes melitus tipe 2 pada pasien PROLANIS di Klinik Iman Medan tahun 2025. Metode: Observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sejumlah 50 responden ditetapkan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diambil dengan cara pemeriksaan lingkar pinggang dan kuesioner Global Physycal Activity Questionnaire (GPAQ). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi dan rank spearman. Hasil: Karakteristik responden paling banyak berusia 60-69 tahun sebanyak 16 orang (32%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 orang (74%). Sebanyak 37 orang (74%) responden mengalami obesitas sentral dan 27 orang (54%) dengan aktivitas fisik ringan. Terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan diabetes melitus tipe 2 (p-value 0.001 dan koefisien kontingensi 0,421). Aktivitas fisik juga menunjukkan hubungan bermakna dengan diabetes melitus tipe 2 (p-value 0.046 dan koefisien spearman 0.284). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara obesitas sentral dan aktivitas fisik dengan diabetes melitus tipe 2 pada pasien PROLANIS di Klinik Iman Medan tahun 2025. Kata Kunci: Obesitas Sentral, Aktivitas Fisik, Diabetes Melitus Tipe 2, PROLANIS