Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Endeavors to foster Healthy Adolescent Free from Anemia: from Nutritional Perspective Eka Febriyanti; Huwainan Nisa Nasution; Ratih Yulistika Utami
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.292 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1622

Abstract

Anemia in adolescent girls in Indonesia is one of the health focuses related to its high prevalence and the enormous impact that can be caused, such as productivity problems and even affecting pregnancy and the fetus in the future. Nutrition is one of the causes of this condition and other factors such as nutritional status, blood loss through menstruation, and rapid growth in adolescents. This community service activity aims to provide education about anemia and conduct screening for adolescent girls at the Aisyiyah Orphanage in Medan City. From the examination of 24 participants, it was found that one person had anemia which was followed up with education and administration of iron supplements for 12 weeks. The material presented emphasized the importance of consuming a balanced nutritious diet rich in iron, consuming food sources of vitamin C, and avoiding coffee, tea, and milk when eating. In addition, posters regarding nutrition in anemia were also posted to strengthen adolescents' awareness and motivation in alleviating anemia. This activity has a positive impact on participants because it increases their understanding of anemia so that they can change their health behavior
Hubungan Tingkat Stres Akademik dengan Asupan Sugar-Sweetened Beverages pada Mahasiswa di Kota Medan Muhammad Dafa Tira Pratista; Eka Febriyanti; Fitri Nur Malini
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i3.p348-355.2022

Abstract

Sugar Sweetened Beverages (SSB) semakin popular dewasa ini ditandai dengan peningkatan jumlah konsumsinya di kalangan mahasiswa. Peningkatan konsumsi minuman ini diketahui dapat menyebabkan berbagai penyakit metabolic seperti penyakit jantung coroner dan diabetes mellitus. Peningkatan asupan SSB ini juga turut dipengaruhi oleh kondisi stress  yang dialami mahasiswa termasuk stress akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres akademik dengan frekuensi asupan Sugar-Sweetened Beverages  mahasiswa di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan bermakna antara tingkat stres akademik dengan asupan soda/sport drink, kopi dan varian kopi, sirup, jus/infused water (dengan tambahan madu atau gula, minuman sachet, dan minuman manis lainnya. Namun ditemukan hubungan bermakna antara tingkat stres akademik dengan asupan teh pada mahasiswa di Kota Medan dengan nilai P<0,004. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres akademik dan asupan SSB yaitu teh. Namun tidak terdapat terdapat hubungan antara tingkat stres akademik dengan asupan soda/sport drink, kopi dan varian kopi, sirup, jus/infused water (dengan tambahan madu atau gula, minuman sachet, dan minuman manis lainnya.
Hubungan status hidrasi dengan penurunan massa lemak selama puasa ramadhan Eka Febriyanti; Huwainan Nisa Nasution; Fitri Nur Malini
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i1.p169-171.2023

Abstract

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan status hidrasi dengan penurunan massa lemak selama puasa Ramadhan; Metode : Penelitian ini merupakan studi longitudinal terhadap 67 subjek laki-laki yang menjalani puasa Ramadhan penuh. Status hidrasi dinilai dengan pemeriksaan warna urin sewaktu pada minggu ke-2 bulan Ramadhan sedangkan penurunan massa lemak didapatkan dari selisih massa lemak pada 1 minggu sebelum puasa dan minggu ke-2 puasa Ramadhan. Data yang didapat dilakukan analisis bivariat menggunakan Kruskal-wallis; Hasil: tidak terdapat hubungan bermakna antara status hidrasi dengan penurunan massa lemak selama puasa Ramadhan dengan nilai p=0.828; Kesimpulan: status hidrasi tidak berhubungan dengan penurunan massa lemak selama puasa Ramadhan namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menilai interaksi berbagai faktor yang ikut memengaruhi penurunan massa lemak selama puasa.
Malnutrition Screening Is Better Than Body Mass Index for Predicting COVID-19 Severity Fitri Nur Malini Siregar; Asri Ludin Tambunan; Eka Febriyanti
Buletin Farmatera Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v8i1.11619

Abstract

Abstract: Several factors can influence the severity of COVID-19, including nutritional status and malnutrition conditions. This study compares malnutrition screening methods with body mass index to find better predictors of COVID-19 severity. This study is a cross-sectional analysis of medical records from all adult COVID-19 patients (total sampling) treated at Amri Tambunan Deli Serdang Hospital. The World Health Organization criteria were used to determine the severity of COVID-19. A Global Subjective Assessment (SGA) questionnaire was used to screen for malnutrition, while anthropometric measurements (Kg/m2) were used to calculate the Body Mass Index (BMI). The Chi-Square Test was used for statistical analysis. This study included 508 COVID-19 hospitalisation patients, the majority of whom were women (55.5%), aged 18-29 years (25%) and had moderate severity (89.6%). The seriousness of COVID-19 was associated with malnutrition conditions as measured by the SGA questionnaire (p0.001), with patients with moderate to severe malnutrition being 3.4 times more likely to develop robust and critical COVID-19 (95% CI 1.6 - 7.0). There is no significant relationship between Body Mass Index and the severity of COVID-19 (p0.05). Malnutrition screening with SGA is more accurate than BMI in predicting the severity of COVID-19. Keywords:   IMT, a predictor of COVID-19 severity degree, malnutrition screening 
Identification of Potential Local Food Ingredients as a Food Source for Stunting Prevention in Langkat District Eka Febriyanti; Leylia Khairani; Siti Hajar
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i4.3767

Abstract

Stunting is a child nutrition problem that is an important concern in Indonesia because of the large number of complications it causes, such as impaired growth and development, cognitive problems, decreased immune system, risk of metabolic disease and socio-economic problems. Indonesia's stunting prevalence is high, still above 20% (21.6%). Langkat Regency has the potential for local food ingredients that can meet the nutritional needs of families so as to prevent malnutrition and stunting. The aim of this community service is to identify the potential of local food ingredients. The method used was a Focus Group Discussion with relevant stakeholders in Langkat Regency. From the results of the discussion, it was found that the potential for local food ingredients were rice, fish, vegetables and local fruit such as bananas, rambutan and papaya. Furthermore, training is needed to process the available food sources so that they are highly nutritious and affordable for the community.
“Calorie and Sugar-Sweetened Beverages Awareness” pada Anak Sekolah Sebagai Upaya Pencegahan Obesitas dan Non-Communicable Disease Eka Febriyanti; Fardella Lufiana; Huwainan Nisa Nasution
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12734

Abstract

Pendahuluan: Masalah nutrisi pada anak Indonesia mengalami pergeseran dari hanya sekedar gizi kurang, kurus, stunting, anemia menjadi obesitas yang dikenal dengan double burden. Peningkatan prevalensi obesitas pada anak ini menyebabkan berbagai komplikasi seperti penyakit metabolik dan non metabolik di usia dewasa. Studi ini bertujuan untuk memberikan kesadaran dini pada anak sekolah dalam mengenal kalori jajanannya dan bahaya minuman berpemanis/SSB sebagai upaya mencegah obesitas dan komplikasinya. Metode: Metode yang digunakan, yaitu berupa pemberian materi dan project based learning kepada 20 siswa di SD Azzakiyah Islamic Leadership Kota Medan pada bulan Agustus-September 2023. Hasil: Hasilnya, meningkatnya pengetahuan dan pemahaman 20 duta gizi mengenai kalori dan SSB hasil posttest 80% dari peserta meningkat dengan nilai rata-rata 82.5. Kesimpulan: Kegiatan ini mampu menghasilkan duta gizi yang kompeten dan siap menjadi agen penyebar informasi di lingkungannya serta perubahan perilaku pada sekolah terkait kesadaran gizi.
HUBUNGAN TINGKAT ANSIETAS DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UMSU Febriyanti, Eka; Isrovian, Sheila Zalfa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P01

Abstract

Ansietas merupakan suatu gangguan psikiatri yang prevalensinya meningkat pada remaja atau dewasa muda terutama pada perempuan. Sumber kecemasan pada mahasiswa kedokteran berasal dari tekanan akademik, masalah sosial, dan masalah finansial. Ansietas ini dapat memengaruhi nafsu makan sehingga dapat mengakibatkanmasalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara ansietas dengan status gizi pada mahasiswa di FK UMSU. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Cross-Sectional yang melibatkan 96 orang mahasiswa. Subjek diperiksa berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui indeks massa tubuh dan diminta mengisi kuesioner HARS untuk mengetahui tingkat ansietas. Data yang didapatkan dianalisis dengan Spearman Correlation. Hasil: Dari analisis data didapatkan mayoritas responden berusia diatas 20 tahun dan jenis kelamin perempuan. Dan didapatkan P <0.002 artinya terdapat hubungan antara tingkat ansietas dengan status gizi mahasiswa FK UMSU. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat ansietas dengan status gizi FK UMSU. Kata kunci: Ansietas, Status Gizi, Mahasiswa Kedokteran
Pola Konsumsi Makanan Terhadap Status Gizi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Pada Masa Pandemi COVID-19 Ichsan, Muhammad Raisan Adani; Febriyanti, Eka
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i3.21087

Abstract

Abstrak: Masa pandemi COVID-19 ini menuntut masyarakat untuk menerapkan pola makan sehat dan lebih beragam, tapi sayangnya menurut sebuah penelitian menyatakan perubahan pola makan yang terjadi selama pandemi COVID-19 cenderung mengarah pada perilaku negatif, di antaranya perilaku makan berlebihan dengan pilihan makanan tinggi kalori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi makanan (jenis makanan, jumlah makanan dan frekuensi makan) dengan status gizi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) pada masa pandemi COVID-19. Penelitian merupakan observasional analitik dengan pendekatan  cross sectional terhadap 63 sampel mahasiswa FK UMSU. Data pola konsumsi makanan dikumpulkan menggunakan kuesioner sementara status gizi menggunakan pemeriksaan indeks massa tubuh. Data yang didapat dianalisis menggunakan uji Fisher Exact dengan kemaknaan P0.05. Dari uji Fisher Exact ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan pola makan dengan status gizi mahasiswa selama pandemi COVID-19 dengan nilai P-value = 0,128. Tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi makanan dengan status gizi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Angkatan 2018 pada masa pandemi COVID-19.
Relationship between Frequency of Sugar Sweetened-Beverages (SSB) Consumption and Prediabetes: Aim For Screening Prediabetes Among Medical Students Nasution, Huwainan Nisa; Febriyanti, Eka; Suryani, Des
Buletin Farmatera Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v7i1.9439

Abstract

Sugar sweetened-beverages (SSB) is not only found in soft drinks, fruit juice drinks, or energy drinks, but also various drinks that are currently "trending" such as boba drinks with various flavors, coffee or milk coffee, even tea or milk tea with various flavors. The lifestyle of consuming drinks that are high in sugar will lead to a tendency to several diseases such as prediabetes, diabetes mellitus (DM), metabolic syndrome and cardiovascular disease. Prevention and screening of prediabetes and DM at a young age in Indonesia must be increased, especially in high-risk groups because most of the initial conditions of the disease are asymptomatic. The aim of this study is to analyze the association between frequency of sugar sweetened-beverages (SSB) consumption and prediabetes in medical students. This study was an observational analytic study with cross sectional design conducted at Medical Faculty Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. The subjects of this study was 70 subjects. Examination of frequency of SSB consumption was carried out with a validated questionnaire and food frequency questionnaire (FFQ) of nutrient intake for the past 24 hours. There is no significant relationship between gender, family history of DM, smoking history, physical activity and hypertension with prediabetes. However, there is a significant relationship between obesity and prediabetes with p value 0,010. Meanwhile, the relationship between frequency of SSB consumption and prediabetes showed with p 0.05. There is no significant relationship between frequency of SSB consumption and prediabetes, but there is significant relationship between obesity and prediabetes.
Menderma Terhadap Sesama sebagai Wujud Menumbuhkan Semangat Kolaborasi Internasional Perguruan Tinggi di Panti Asuhan Walidaina Malaysia: Giving to Others as a Form of Fostering the Spirit of International Collaboration in Higher Education at the Walidaina Orphanage in Malaysia Hardiyanto, Sigit; Febriyanti, Eka; Zambak, Muhammad Fitra; Saragih, Syaiful Amri; Siregar, Muhammad Said; Hadipramana, Josef; Nasution, Muhammad Irfan; Mohamad, Hafizal
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i4.9241

Abstract

Universities have a social responsibility to contribute to the progress of society, not only at the local or national level but also at the global level. This form of collaboration is carried out with partners such as overseas orphanages which can overcome obstacles and problems in realizing the synergy of the three dharmas of higher education by providing clean and healthy living behavior programs through personal hygiene health education activities in the orphanage environment to increase knowledge among children in the orphanage. The activity method focuses on interaction by providing counseling to increase knowledge about the importance of clean and healthy living behavior (PHBS) as an effort to strengthen a clean culture that prioritizes health. The service to the international community carried out collaboratively between the Muhammadiyah University of North Sumatra and the Universiti Sains Islam Malaysia went smoothly and provided positive feedback and results to the children in the orphanage, including cognitive abilities as the main capital to improve the experience and quality of health education for children in the orphanage.