Dittasari Putriana
Program Studi Gizi Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan Devi Febriana Prawitasari; Dewi Rizzky Mutiarasari; Dittasari Putriana
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/43bx8n80

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan serius yang berdampak pada morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. WHO melaporkan bahwa sekitar 37% ibu hamil di dunia mengalami anemia. Di Indonesia, prevalensinya masih cukup tinggi yaitu sebesar 27,7%. Pada tingkat regional, prevalensi anemia di Kabupaten Sleman tercatat 15,84% pada tahun 2020, meningkat menjadi 16,5% pada tahun 2021, dan kembali meningkat menjadi 19,01% pada tahun 2022. Secara lebih spesifik, di wilayah kerja Puskesmas Seyegan prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 14,2% pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 17,26% pada tahun 2024. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah dengan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara teratur. Namun, tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD masih bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mengetahui hubungan antara usia, pendidikan, pengetahuan, dan keluhan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah di wilayah kerja Puskesmas Seyegan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 52 ibu hamil. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan, pengetahuan dan keluhan. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan fisher exact dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis statistik usia (p = 0,86), pendidikan (p = 0,43), pengetahuan (p = 0,22), dan keluhan (p = 0,94) dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Penelitian menunjukkan bahwa hasil tersebut tidak berhubungan secara signifikan. Tidak ada hubungan signifikan antara usia, pendidikan, pengetahuan, maupun keluhan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Faktor lain seperti dukungan keluarga, motivasi pribadi, peran tenaga kesehatan, dan ketersediaan pelayanan kesehatan kemungkinan lebih berpengaruh terhadap kepatuhan.
Hubungan Kebiasaan Sarapan dengan Konsentrasi Belajar pada Mahasiswa Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Zariati; Dewi Rizzky Mutiarasari; Dittasari Putriana
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i1.86

Abstract

Sarapan memiliki peran penting dalam mendukung fungsi otak, termasuk konsentrasi belajar, namun masih banyak mahasiswa keperawatan yang cenderung melewatkannya akibat keterbatasan waktu, kebiasaan pribadi, atau kelelahan karena beban studi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dan tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, sebanyak 64 mahasiswa aktif dari semester 2, 4, dan 6 dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi mengenai kebiasaan sarapan dan konsentrasi belajar, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan baik (54,68%) dan separuhnya memiliki tingkat konsentrasi tinggi (50%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dan konsentrasi belajar (p = 0,024), di mana responden dengan kebiasaan sarapan yang baik lebih cenderung memiliki konsentrasi belajar yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa sarapan dapat menjadi salah satu faktor pendukung penting dalam meningkatkan kesiapan kognitif dan performa akademik mahasiswa keperawatan