Asmadi Asmadi
Poltekkes Kemenkes Pontianak

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Hygiene Sanitasi Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kecamatan Segedong Malik Saepudin; Eva Tamala; Asmadi Asmadi; Paulina Paulina; Iswono Iswono
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.29380

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Permenkes RI No. 43 Tahun 2014 tentang hygiene sanitasi depot air minum, yang menyatakan bahwa hygiene sanitasi depot air minum isi ulang adalah bertujuan untuk melindungi masyarakat dari potensi pengaruh buruk akibat mengonsumsi air minum yang berasal dari hasil produksi depot air minum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kondisi hygiene sanitasi depot air minum di isi ulang di Kecamatan Segedong. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional yang dilakukan dengan cara mengamati sekumpulan objek meliputi aspek hyigiene sanitasi depot air minum, sanitasi peralatan, sanitasi sumber air baku, dan sanitasi penjamah. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa hygiene sanitasi depot air minum dengan cara mengamati sekumpulan objek meliputi aspek hygiene sanitasi depot air minum didapatkan hasil 80% persyaratan fisik telah memenuhi syarat, 100% peralatan telah memenuhi syarat, 100% sumber air baku memenuhi syarat dan 79% pada penjamah telah memenuhi syarat. Simpulan: Kesimpulan penelitian ini bahwa secara rata-rata kondisi hygiene sanitasi depot air minum di wilayah Kecamatan Segedong dikatakan telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, hanya saja masih ditemukan permasalahan yang belum terpenuhi salah-satunya mengenai hygiene pada penjamah.
DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PUSKESMAS TERIAK KECAMATAN TERIAK KABUPATEN BENGKAYANG Yanuarius Dwi Haryanto; Suharno Suharno; Asmadi Asmadi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v3i2.338

Abstract

Air limbah Puskesmas mengandung senyawa dan mikroorganisme pathogen yang berpotensi mencemari lingkungan. Puskesmas Teriak sampai saat ini belum memiliki IPAL. Penelitian bertujuan merencanakan desain IPAL yang memenuhi standar pengolahan air limbah di Puskesmas Teriak dengan sistem biofilter anaerob-aerob. Desain IPAL ini menggunakan kombinasi media Sarang Tawon dan Media Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode observasional dimana peneliti merencanakan desain unit IPAL sesuai standar. Hasil penelitian menunjukkan volume unit operasi dan proses IPAL yaitu bak penampungan awal (2,11m x 0,80m x 1,80m), bak anaerob media sarang tawon (2,81m x 0,80m x 1,80m), bak aerob media MBBR (2,81m x 0,80m x 1,80m), bak penampungan akhir (2,11m x 0,80m x 1,80m), dan bak kontrol (1m x 1m x 0,80m). Anggaran untuk membangun IPAL sebesar Rp. 42.440.850,00. Saran untuk pemerintah daerah Kabupaten Bengkayang, dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan pembangunan IPAL Puskesmas Teriak.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KULIT DI WILAYAH PUSKESMAS KHATULISTIWA KELURAHAN BATU LAYANG KECAMATAN PONTIANAK UTARA Yunia Rusmalita Sari; Taufik Anwar; Asmadi Asmadi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.397

Abstract

Penyakit kulit merupakan penyakit yang umum terjadi pada semua usia. Penyakit kulit di Puskesmas Khatulistiwa termasuk ke dalam 10 besar penyakit yang terjadi. Penyakit kulit dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kebiasaan hidup dan lingkungan. Penyakit kulit dapat berkembang pada personal hygiene dan keadaan kebersihan lingkungan yang buruk. Adapun tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit kulit di wilayah Puskesmas Khatulistiwa. Desain dalam penelitian ini menggunakan desain case control. Sampel yang akan di teliti yaitu sebanyak 82 orang dengan 41 sampel kasus dan 41 sampel kontrol. Penelitian ini menggunakan analisis data untuk mengetahui hubungan menggunakan chi-square. Responden personal hygiene yang memenuhi syarat sebanyak 33 responden (40,2%) dan responden yang memiliki personal hygiene yang tidak memenuhi syarat sebanyak 49 responden (59,8%). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p-value = 0.000 maka, ha diterima yang terdapat hubungan antara personal hyginene dengan kejadian penyakit kulit dan analisis hubungan antara variabel menunjukkan nilai OR (odds ratio) = 6,445 (CI 95%= 2,383 – 17,436) yang artinya personal hygiene yang tidak baik berisiko 6,445 kali responden mengalami penyakit kulit dibandingkan dengan personal hygiene yang baik. Ada hubungan yang bermakna antara personal hygiene dengan kejadian penyakit kulit.