Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Hygiene Sanitasi Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kecamatan Segedong Malik Saepudin; Eva Tamala; Asmadi Asmadi; Paulina Paulina; Iswono Iswono
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.29380

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Permenkes RI No. 43 Tahun 2014 tentang hygiene sanitasi depot air minum, yang menyatakan bahwa hygiene sanitasi depot air minum isi ulang adalah bertujuan untuk melindungi masyarakat dari potensi pengaruh buruk akibat mengonsumsi air minum yang berasal dari hasil produksi depot air minum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kondisi hygiene sanitasi depot air minum di isi ulang di Kecamatan Segedong. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional yang dilakukan dengan cara mengamati sekumpulan objek meliputi aspek hyigiene sanitasi depot air minum, sanitasi peralatan, sanitasi sumber air baku, dan sanitasi penjamah. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa hygiene sanitasi depot air minum dengan cara mengamati sekumpulan objek meliputi aspek hygiene sanitasi depot air minum didapatkan hasil 80% persyaratan fisik telah memenuhi syarat, 100% peralatan telah memenuhi syarat, 100% sumber air baku memenuhi syarat dan 79% pada penjamah telah memenuhi syarat. Simpulan: Kesimpulan penelitian ini bahwa secara rata-rata kondisi hygiene sanitasi depot air minum di wilayah Kecamatan Segedong dikatakan telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, hanya saja masih ditemukan permasalahan yang belum terpenuhi salah-satunya mengenai hygiene pada penjamah.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PETUGAS LABORATORIUM PUSKESMAS DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR TB PARU DI KABUPATEN SAMBAS Abdul Syukur; Paulina Paulina; Yulia Yulia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan merupakan penyakit akibat kerja yang berisiko tinggi pada petugas laboratorium fasilitas pelayanan kesehatan primer. Petugas laboratorium Puskesmas berpotensi terpapar Mycobacterium tuberculosis melalui pemeriksaan spesimen yang dapat menghasilkan aerosol infeksius, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek penting dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) TB. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan sarana prasarana dengan penerapan K3 pada petugas laboratorium Puskesmas di Kabupaten Sambas. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 48 petugas laboratorium dari 28 Puskesmas menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi menggunakan checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan signifikan dengan penerapan K3 (p=0,381), sedangkan sikap (p=0,041) dan sarana prasarana (p=0,008) berhubungan signifikan dengan penerapan K3. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan K3 lebih dipengaruhi oleh faktor perilaku dan faktor pemungkin dibandingkan pengetahuan semata. Oleh karena itu, penguatan budaya keselamatan serta pemenuhan sarana prasarana menjadi strategi penting dalam pencegahan TB Paru di laboratorium Puskesmas.
GAMBARAN SANITASI UDARA SECARA FISIK DAN KEPUASAN PASIEN PADA RUANG RAWAT INAP KELAS II DAN VIP (VERY IMPORTANT PERSON) DI RUMAH SAKIT KARTIKA HUSADA Riza Yayanti; Moh. Adib; Paulina Paulina
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.391

Abstract

Rumah Sakit (RS) merupakan sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya baik orang sakit maupun orang sehat, Sanitasi Rumah Sakit adalah upaya kesehatan lingkungan Rumah Sakit. Kondisi Lingkungan Fisik Lingkungan fisik yaitu lingkungan yang dapat mempengaruhi seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung yang berbentuk fisik disekitarnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kondisi lingkungan fisik udara dan kepuasan pasien rawat inap Pada Ruang VIP di Rumah Sakit Kartika Husada. Jenis penelitian bersifat deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 24 ruangan dan 43 pasien sampel Pada Ruang Rawat Inap Kelas II dan VIP Di Rumah Sakit Kartika Husada Pontianak. Penelitian dilakukan pada 15-17 Juli 2024. Hasil penelitian ruang rawat inap kelas II dan VIP di Rumah Sakit Kartika Husada belum memenuhi syarat udara fisik dari 24 ruangan 7 ruangan memenuhi persyaratan 17 ruangan tidak memenuhi persyaratan untuk pencahayaan, dari 24 ruangan seluruhnya tidak memenuhi persyaratan untuk kebisingan, dan dari 24 ruangan seluruh ruangan belum memenuhi persyaratan untuk suhu dan kelembapan. Untuk kepuasann Pasien dari 43 Responden terdapat Indek Kepuasan Pasien dengan nilai rata rata 3 yang berarti Puas. Dapat disimpulkan bahwa pencahayaan, kebisingan, suhu, kelembapan masih belum memenuhi persyaratan. Disarankan untuk pihak Rumah Sakit untuk melakukan inspeksi Rumah Sakit dan memperbaiki perilaku terhadap pasien.
EFEKTIVITAS KOMBINASI TANAMAN KIAMBANG (Salvinia molesta) DAN KAYU APU (Pistia stratiotes) DALAM MENURUNKAN KADAR BOD (Biochemical Oxygen Demand) PADA LIMBAH TAHU Ikhwa Sandika Nabila; Paulina Paulina; Taufik Anwar
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.392

Abstract

Pembuangan limbah cair industri tahu tanpa pengolahan yang memadai dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius akibat tingginya kandungan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem fitoremediasi menggunakan kombinasi tanaman kayu apu (Pistia stratiotes) dan kiambang (Salvinia molesta) dalam menurunkan kadar biochemical oxygen demand (BOD) pada limbah tahu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain One Group Pretest-Posttest. Variasi biomassa tanaman yang digunakan adalah 100 g, 200 g, 300 g, 400 g, dan 500 g dengan perbandingan 50:50. Fitoremediasi dilakukan selama lima hari dengan pemantauan kadar BOD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar BOD awal sebesar 1.763 mg/L mengalami penurunan berturut-turut menjadi 665 mg/L, 518 mg/L, 360 mg/L, 235 mg/L, dan 122 mg/L. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa terdapat perbedaan pada tiap variasi berat kombinasi tanaman kiambang (Salvinia molesta) dan kayu apu (Pistia stratiotes) terhadap penurunan kadar BOD pada limbah tahu dengan waktu kontak selama 5 hari. Dapat dijadikan sebagai media alternatif dalam menurunkan kadar BOD pada limbah tahu yang mudah ditemukan dan sederhana dalam penerapannya.