Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KONSEP ”REINCARNATION” PADA DESAIN FURNITURE PADA FASILITAS PUBLIK Kadek Mia Dwipayanti; Velli Rahma Aulia; Dea Audri Soeyono; Dewa Ayu Agung Indira Danaswari; Toddy Hendrawan Yupardhi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v6i1.5903

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain dan proses pembuatan furniture eksplorasi yang memanfaatkan krat botol bekas sebagai material utama, dengan besi hollow dan kayu jati belanda sebagai material pendukung. Metode penelitian meliputi survei data parameter ergonomis dan fungsional di beberapa area publik, konsepsi desain yang mengintegrasikan konsep reincarnation untuk meningkatkan nilai guna material bekas, serta kolaborasi dengan vendor dalam proses produksi dan tahapan finishing. Proses finishing dilakukan secara sistematis, dimulai dari persiapan permukaan hingga aplikasi cat clear coating terutama pada bagian yang menggunakan kayu, hingga pemilihan bahan finishing yang tidak hanya menitikberatkan estetika tetapi juga ketahanan terhadap penggunaan intensif diluar ruangan. Permukaan furniture dirancang halus dan tahan gesekan agar sesuai dengan kebutuhan board game yang menuntut durabilitas dan kemudahan perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini berhasil menghasilkan produk furniture yang fungsional, estetis, tahan lama, dan ramah lingkungan. Kelebihan dari metode ini meliputi inovasi pemanfaatan bahan daur ulang, kolaborasi efektif dengan vendor yang memungkinkan perbaikan kualitas secara langsung, sehingga produk akhir memiliki mutu tinggi. Namun, terdapat keterbatasan pada ketergantungan proses perbaikan pada vendor yang berpotensi mempengaruhi waktu penyelesaian. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengelolaan sampah plastik dan pengembangan produk kreatif berbasis material daur ulang, sekaligus menawarkan solusi furniture ekonomis dan ramah lingkungan bagi penggunaan sehari-hari, khususnya dalam konteks board game. Kata kunci : furniture, krat botol bekas, bahan daur ulang, reincarnation, board game ABSTRACT This research aims to develop the design and manufacturing process of exploratory furniture that utilizes used bottle crates as the main material, with hollow steel and Dutch teak wood as supporting materials. The research methods include surveying ergonomic and functional parameters in several public areas, designing concepts that integrate the concept of reincarnation to enhance the utility value of used materials, and collaborating with vendors in the production process and finishing stages. The finishing process is carried out systematically, starting from surface preparation to the application of clear coating paint, particularly on wooden components, and the selection of finishing materials that prioritize not only aesthetics but also durability for intensive outdoor use. The surface of the furniture is designed to be smooth and resistant to friction to meet the needs of board games that require durability and ease of maintenance. The results of the study show that this method successfully produces functional, aesthetic, durable, and environmentally friendly furniture products. The advantages of this method include innovation in the use of recycled materials and effective collaboration with vendors, which enables direct quality improvements, resulting in high-quality final products. However, there are limitations in the reliance on vendors for the improvement process, which could potentially affect completion timelines. This research makes a significant contribution to plastic waste management and the development of creative products based on recycled materials, while also offering an economical and environmentally friendly furniture solution for everyday use, particularly in the context of board games. Keywords : furniture,crate of bottle,upcycle, reincarnation, board game
INTEGRASI GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PROSES PERANCANGAN ARSITEKTUR TROPIS I Made Agus Mahendra; I Made Juniastra; Toddy Hendrawan Yupardhi; Putu Ari Darmastuti
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/abm9ed42

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang desain, termasuk arsitektur. Teknologi ini menawarkan kemampuan untuk menghasilkan berbagai alternatif desain secara cepat, adaptif, dan berbasis data, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi proses perancangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Generative AI dalam proses perancangan arsitektur tropis serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul dalam penerapannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang relevan mengenai Generative AI dan arsitektur tropis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generative AI mampu mendukung eksplorasi desain yang lebih luas, mempercepat proses konseptualisasi, mengoptimalkan performa bangunan berdasarkan parameter lingkungan, serta membantu pengambilan keputusan desain yang lebih responsif terhadap kondisi iklim tropis. Selain itu, teknologi ini berkontribusi dalam pengembangan desain yang lebih berkelanjutan melalui simulasi dan evaluasi berbagai alternatif rancangan sejak tahap awal. Namun demikian, penerapan Generative AI juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kualitas data, risiko homogenisasi desain, isu etika terkait hak cipta, serta pentingnya peran arsitek dalam melakukan interpretasi dan validasi hasil yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memahami potensi pemanfaatan Generative AI untuk mewujudkan desain arsitektur tropis yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.