Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH ELEMEN-ELEMEN RANCANG KOTA DI KAWASAN JALAN GAJAH MADA DENPASAR BALI I Made Agus Mahendra
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2019): Transformasi Ruang Budaya
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v1i1.260

Abstract

Elemen-elemen rancang kota merupakan bagian-bagian yang membentuk karakteristik kawasan. Elemenelemenrancangkotadapatdikategorokanberdasarkanjenis,bentuk,ukuran,sifat,hinggapadapenggunannya.Elemen rancang kota pada umumnya dibagi berdasarkan sifatnya yaitu elemen rancang kota bersifat fisik maupun elemenrancang kota bersifat aktivitas. Elemen fisik rancang kota cenderung bersifat ragawi (tangible) dan elemen aktivitascenderung bersiat non-ragawi (intangible) Kawasan Jalan Gajah Mada di Denpasar merupakan kawasan pusat kota yang padat dalam kapasitas penghunidan pengguna jalan. Sehingga menimbulkan berbagai masalah berupa kemacetan dan tingkat polusi yang tinggi.Ditambah dengan kurang tertatanya tata hijau dalam kawasan dan peraturan bangunan setempat yang dilanggar.Sehingga ruang jalan dalam kawasan perlu dihijaukan karena fungsi ruang jalan sangat vital dan tidak dapat berubahmaka penataan tata hijau perlu ditinjau kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menemukan pengaruh elemen fisik terhadap elemen aktivitaspada “kehidupan” fungsi kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar serta memberikan arahan penataan pada elemen fisikdan aktivitas yang dapat menghidupkan kawasan Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan data yang diolah secara kualitatif. Data berupaliteratur dan peta dikumpulkan untuk melihat tanda-tanda dan temuan di lapangan. Kemudian menyusun konsepsualisasiteoritik berdasarkan teori-¬teori yang ada dari variabel penelitian.Dalam penelitian ini juga dilakukan proses MetodeAnalisa deduksi yaitu usaha menjelaskan atau meramalkan tentang adanya fakta/ kejadian di lokasi penelitian menurutlandasan teori yang sudah diperoleh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada penggal amatan pertama dan ketiga sudah memiliki tata vegetasiyang baik pada sisi sebelah timur, terlihat dari jenis, fungsi, tajuk dan ketinggian, serta ketersediaan lahan yang baikserta memenuhi peraturan bangunan setempat. Dan pada penggal amatan kedua memiliki tata vegetasi yang kurang,dikarenakan tidak adanya ketersediaan lahan yang baik pada kedua sisi, serta tata vegetasi kurang terlihat dari jenis,fungsi, tajuk dan ketinggiannya.
IDENTITAS KAWASAN PERKOTAAN DALAM PERSPEKTIF ATMOSFER KOTA I Made Agus Mahendra
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2021): Ruang Aktivitas
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v3i1.1718

Abstract

The urban atmosphere provides a different atmosphere and taste in different places. There are several aspects that can affect the urban atmosphere. Where in each urban area has different characteristics. The urban area of ​​Klungkung is basically strongly influenced by the strong character of the past culture. Urban atmosphere has a very important role in shaping the identity of urban areas. Cities on the island of Bali have their own uniqueness that makes the city atmosphere different. Moreover, Bali in the national and international scope already has an attraction that cannot be separated from the atmosphere of the island of Bali. The atmosphere of the city space provides a different atmosphere both in the identity and character of the urban area of ​​Klungkung, Bali. In an urban environment there is an atmosphere of space as an indicator and reference for development. identity of the urban area of ​​the city of Klungkung, Bali This research is motivated by the lack of understanding of the community, agencies and local government towards the urban atmosphere as one of the identities of urban areas. This research uses qualitative methods by applying descriptive studies, and literature studies. This study aims to determine the atmosphere of urban space in the Klungkung area and the relationship between the urban atmosphere and the identity of the urban area of ​​the city of Klungkung Bali.
Urban Identity From the Perspective of Urban Atmosphere Case Study : Klungkung, Bali, Indonesia Made Agus Mahendra; Syamsul Alam Paturusi; Ngakan Ketut Acwin Dwijendra; I Dewa Gede Agung Diasana Putra
International Journal of Engineering and Emerging Technology Vol 4 No 2 (2019): July - December
Publisher : Doctorate Program of Engineering Science, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IJEET.2019.v04.i02.p05

Abstract

Urban areas are areas that give different atmosphere and taste in different places. There are aspects that can affect the atmosphere of urban areas. Where in each urban area has different characteristics. Klungkung city area which basically is strongly influenced by the strong cultural character of the past. Urban atmosphere has a very important role in the identity of urban areas. cities on the island of Bali have unique and unique characteristics that make the city atmosphere different. Moreover, Bali in national and international scope already has an attraction that cannot be separated from the atmosphere of the island of Bali. The atmosphere of the city space gives a different atmosphere both in the identity and character of the urban area of Klungkung, Bali. In the urban environment there is a spatial atmosphere as an indicator and reference for the development of the identity of the Klungkung urban area, Bali. This research is motivated by the lack of understanding and understanding of the community, institutions and local governments about the atmosphere of urban space. The atmosphere of urban space provides a very important understanding and analysis of the taste and atmosphere of urban areas. The approach to the atmosphere of the city can be seen from nine aspects that must be considered in creating atmosphere in buildings and cities. The atmosphere in this study has the meaning of the sense of taste, the atmosphere in which a person is in space, creativity, taste and intention that form a shelter in a particular area. The atmosphere in this study emphasizes the atmosphere, the meaning of space and taste which includes local Balinese culture, especially in the city of Klungkung. This research uses qualitative methods by emphasizing descriptive studies, and literature studies. This study aims to determine the urban atmosphere of the Klungkung region and the relationship between the urban atmosphere and the identity of the Klungkung Bali urban area. From the results of the analysis in the conceptual order, the benefits and results obtained provide an overview of the atmosphere of the urban space as one of the identity of the Klungkung Bali urban area. Index Terms— Urban atmosphere, urban identity, urban space, urban areas
PENGARUH SIZE, RETURN ON ASSETS DAN FINANCIAL LEVERAGE PADA TINGKAT UNDERPRICING PENAWARAN SAHAM PERDANA DI BURSA EFEK INDONESIA Made Agus Mahendra Putra; I G.A. Eka Damayanthi
E-Jurnal Akuntansi Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Accounting Department, Economic and Business Faculty of Universitas Udayana in collaboration with the Association of Accounting Department of Indonesia, Bali Region

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Underpricing adalah suatu fenomena dimana harga saham lebih rendah pada saat perusahaan melakukan penawaran perdananya di pasar primer. Pada saat penawaran saham pertama kalinya ini, harga ditentukan oleh emiten (perusahan) dan Underwriter (penjamin emisi). Sedangkan di pasar sekunder harga ditentukan oleh hasil mekanisme penawaran dan permintaan. Perusahaan yang melakukan penawaran perdana menghindari terjadinya underpricing, karena perusahaan tidak mendapatkan dana yang maksimal dari penjualan saham perdananya. Berdasarkan pernyataan tersebut peneliti  bertujuan meneliti pengaruh ukuran perusahaan, return on asset (ROA), dan financial leverage terhadap tingkat underpricing pada perusahaan yang menggunakan kebijakan IPO di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2011. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel dengan kreteria tertentu memperoleh 40 perusahaan. Kata kunci: underpricing, ukuran perusahaan, return on asset (ROA) dan financial leverage
Analysis of Public Services for Receiving Complaints at The Integrated Police Service Center of The Bali Region Swandi, Recky Tanzillazil Rachim; Mahendra, I Made Agus; Widyantari, Ni Luh Putu
Journal Of Social Science (JoSS) Vol 3 No 12 (2024): JOSS: Journal of Social Science
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/joss.v3i12.398

Abstract

This research analyzes public services related to receiving complaints at the Integrated Police Service Center (SPKT) in the Bali Region. SPKT serves as the frontline for the Indonesian National Police, which emphasizes the importance of effective complaint handling to gain the trust of the public. This study aims to evaluate service delivery through indicators such as response time, clarity of procedures, and officer professionalism. Using a qualitative approach, data was collected through interviews, observations, and document studies. The main findings show that although most respondents expressed satisfaction with the SPKT service, there are still some significant obstacles, including a lack of public understanding of the complaint procedure, limited facilities, and inadequate use of technology. These factors hinder effective service delivery and impact on public trust in the police. This study highlights the need for increased efforts, especially in socializing complaint procedures, optimizing the use of technology, and providing training for responsive and efficient services. Recommendations for Polri include improving communication strategies and infrastructure to better serve the community. Ultimately, this study contributes to the ongoing discourse to improve public services in law enforcement, aiming to foster greater community satisfaction and trust in the police institution.
Perencanaan Fungsi Dan Ergonomi Gedung Gizi Rumah Sakit Gema Santhi Nusa Penida Klungkung I Made Juniastra; I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusa Penida adalah sebuah pulau yang terletak di Kabupaten Klungkung Provinsi Bali. Nusa Penida yang merupakan pulau dengan penduduk yang banyak memerlukan fasilitas pelayanan kesehatan berupa rumah sakit dengan pelayanan lengkap dan terpadu dengan kondisi baik dan layak operasional, agar masyarakat Nusa Penida yang hendak mencari pengobatan yang lebih lengkap dan terpadu tidak harus menyebrangi lautan lagi menuju ke Klungkung daratan. Rumah sakit Gema Santi adalah RSUD yang ada di Nusa Penida yang didirikan dan terus dikembangkan oleh pemerintah Daerah Klungkung secara berkelanjutan dengan perencanaan yang terpadu. Perancangan gedung gizi adalah salah satu target pembangunan tahun berjalan. Perencanaan gedung gizi merupakan proyek pemerintah yang direncanakan agar menjadi satu kesatuan saling melengkapi dengan fasilitas yang sudah ada di Rumah Sakit Gema Santi, serta dengan pertimbangan budget yang dianggarkan oleh pemerintah daerah untuk pembangunan fisik gedungnya. Dalam desain tata ruang dan tampilan bangunan tetap menerapkan peraturan Pemerintah Provinsi Bali tentang pelestarian arsitektur tradisional bali dengan tetap menerapkan kaidah bangunan tropis dengan pencahayaan dan penghawaan alami. Dalam pemilihan material juga harus menerapkan peraturan pemerintah tentang kandungan produksi dalam negeri. Sehingga dengan batasan anggaran dan kondisi site tetap didapat desain bangunan yang seimbang dan layak antara fungsi bangunan gedung gizi dengan biaya yang dianggarkan.
MODEL TERINTEGRASI MEWUJUDKAN SUSTAINABLE TOURISMDI BALI BERBASIS PADA PELESTARIAN BUDAYA DAN DIGITALMARKETING I Made Agus Mahendra; Wayan Ardani; Ni Wayan Ari Sudiartini; L. Virginayoga Hignasari
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah model terintegrasi untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Bali, dengan mengeksplorasi pengaruh pemerintah pusat, pemerintah daerah, desa adat, pemberdayaan masyarakat, badan usaha milik negara (BUMN) perusahaan swasta, kearifan lokal, Sad Kerthi, dan digital marketing terhadap pelestarian budaya Bali dan pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature review (SLR). Hasil penelitian ini menunjukkan pemerintah berperan dalam promosi baik pada tingkat internasional dan nasional, menyusun dan menerapkan kebijakan regulasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur, perlindungan situs dan budaya serta pemberian insentif. Desa Adat merupakan landasan dalam pembentukan karakter dan jati diri masyarakat. Pariwisata berbasis masyarakat bertujuan untuk melibatkan masyarakat dalam pengembangan pariwisata untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat saat ini dan di masa yang akan datang. BUMN dan perusahaan swasta dapat membantu pengembangan pariwisata dalam bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, khususnya dalam pelestarian budaya. Selain itu, digital marketing merupakan cara yang sangat efektif untuk promosi pariwisata untuk terwujudnya pariwisata berkelanjutan. Melalui penerapan enam prinsip yang tercantum dalam Sad Kerthi, masyarakat Bali dapat memelihara tradisi, ritual, dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun, yang sangat relevan dengan unsur-unsur penting dalam mewujudkan sustainable tourism di Bali.
STRATEGI PERENCANAAN KAWASAN INDUSTRIDALAM TATA RUANG PERKOTAAN I Made Agus Mahendra; I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan kawasan industri dalam tata ruang perkotaan membutuhkanimplementasi dan integrasi yang berkelanjutan. Penataan ruang kawasan perkotaan padahakekatnya bertujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dengan mewujudkankawasan perkotaan yang aman,nyaman,produktif,berkelanjutan,dan sebagai pusat kegiatanekonomi berskala nasional maupun internasional yang terintegrasi dengan kawasanindustri. Studi ini lebih menekankan pada metode kualitatif dengan menerapkan pendekatan deskriptifdan studi literatur sebagai analisis pembanding dalam memecahkan permasalahan. Strategi dan Perankawasan industri dalam tata ruang perkotaan yang signifikan adalah Mengatasi permasalahan tataruang serta sekaligus mengendalikan masalah dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatanindustri. Strategi perencanaan dan Pembangunan suatu kawasan industri memerlukan persyaratanpersyaratan tertentu yaitu harus memenuhi kaidah-kaidah kelayakan teknis, ekonomis dan finansial, disamping dukungan peraturan dan kebijakan pemerintah yang kondusif, yang diatur dalam suatuPedoman Teknis Kawasan Industri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis perencanaan kawasan industri dalam tata ruangperkotaan yang sinergis dan berkelanjutan. Hasilnya Komposisi ideal implementasi kawasan industridalam tata ruang perkotaan harus sesuai dengan ketentuan rencana tata ruang wilayah (RTRW) danrencana detail tata ruang (RDTR) daerah yang tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan danintegrasi antara lingkukan sekitarnya. Kawasan industri juga dapat diimplementasikan Sebagai Saranauntuk mencerminkan identitas (citra) sebuah ruang perkotaan.
ANALISIS PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK DALAMMEWUJUDKAN KONSEP GREEN SOLAR PANEL PADA INDUSTRIPERHOTELAN DI BALI.Studi Kasus Di Bvlgari Hotel And Resort Bali I Komang Adi Partayasa; I Made Agus Mahendra; I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penghematan yang bisa dilakukan oleh manajemen hotel adalah penghematanenergi listrik. Penghematan energi listrik tidak hanya sekedar menghemat biaya pengeluaran, tetapidapat mencegah krisis pasokan listrik dan membantu menyelamatkan bumi dari kerusakan akibatpemanasan global karena pemakaian energi listrik yang berlebihan. Langkah-langkah yang akandilakukan adalah bagaimana menganalisa penerapan konsep green solar panel dalam upayapenerapan penghematan energi listrik pada industry perhotelan di Bali, khususnya di Bvlgari Hotel andResort sebagai suatu studi kasus.Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber tenaga dari sinarmatahari. Pembangkit listrik PLTS menghasilkan arus searah (DC) dari energi sinar matahari yangkemudian dihubungkan ke inverter untuk mengubahnya menjadi arus bolakbalik (AC). PLTS memilikikelebihan diantaranya ramah lingkungan, tidak menimbulkan kebisingan dan sumber energi dari cahayamatahari yang tidak akan habis. Salah satu teknologi tenaga surya Photovoltaic (PV) yang saat initengah dikembangkan yaitu PLTS atap. Sistem PLTS atap merupakan sistem Photovoltaic yangukurannya lebih kecil daripada sistem PV yang dipasang di atas tanah. Dengan mempertimbangkanpengukuran profil beban maka dapat ditentukan bahwa sistem PV dengan 319,41 kWp cocok untukdipasang di lokasi penelitian yaitu Bvlgari Hotel and Resort Bali. Disamping pemasangan solar panel,salah satu cara yang dipakai untuk menurunkan konsumsi energi listrik yaitu dengan cara sosialisaiprilaku hemat energi dan penggantian beberapa komponen yang bisa menurunkan konsumsi energilistrik.Dengan penerapan langkah-langkah penghematan energi listrik yang dilakukan di Bvlgari Hotel andResort dapat diperoleh estimasi penghematan sebesar 11,45 % atau Rp. 985,684,002.70 dalamsetahun dengan perhitungan: Rp. 8,608,593,910 – (Rp. 8,608,593,910 * 11,45%) = Rp. 985,684,002.70
ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU DALAM PERSPEKTIFPEMBANGUNAN KOTA BERKELANJUTAN(Studi kasus Kawasan pusat Kota Denpasar, Bali) I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka Hijau (RTH) memberikan ekspresi bagi wajah kawasan perkotaan. Posisiruang terbuka hijau (RTH) adalah ruang terbuka publik yang direncanakan pada suatu kawasan ataulingkungan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan solusi alternatif dalam mengantisipasi krisislingkungan di masa depan.Pembangunan perkotaan yang berkelanjutan harus mengedepankan rasakeadilan dan keberlanjutan ekonomi lokal dengan meningkatkan keberadaan sektor informal sebagaijejaring sosial, serta pelestarian kawasan lama untuk menyediakan memori kolektif bagi masyarakat.Pembangunan kota berkelanjutan tidak terlepas dari peran ruang-ruang Kawasan terintegrasi denganstrategi pengelolaan penggunaan lahan dan lingkungan terpadu.Penulisan ini bertujuan memberikangambaran dan menganalisis RTH dalam perspektif pembangunan yang berkelanjutan di Kawasankota Denpasar. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasilnya Komposisiideal RTH dari suatu kota menjadi poin yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan kotayang berkelanjutan. Perwujudan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya olehpemerintah di kota Denpasar dapat dilihat dari implementasi ruang terbuka hijau Sebagai Saranauntuk mencerminkan identitas (citra) kota Denpasar,sebagai Sarana rekreasi aktif,edukasi danrekreasi pasif, serta interaksi sosial.