Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): PERILAKU CYBERLOAFING KARYAWAN Ani Supriyani; Kamsih Astuti
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/30smtv14

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji perilaku cyberloafing karyawan dalam perspektif teori psikologis kognitif Albert Bandura. Perilaku cyberloafing merupakan tantangan nyata dalam organisasi modern yang memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan menggunakan systematic literature review (SLR) untukmerangkum hasil-hasl penelitian yang relevan, mengidentifikasi faktor dan dampak perilaku cyberloafing karyawan, dan menyoroti pentingnya praktik manajemen sumber daya yang responsif. Data base yang digunakan meliputi google scholar, sciencedirect, researchgate, dan indeks lainnya. Hasil artikel yang ditemukan berjumlah 150 artikel dalam rentang publikasi tahun 2019-2025. Berdasarkan pendekatan psikologis kognitif dari Albert Bandura, perilaku ini tidak semata-mata disebabkan oleh kemalasan atau niat buruk karyawan, namun merupakan hasil dari interaksi dinamis antara kognisi individu, perilaku, dan lingkungan kerja (reciprocal determinism cyberloafing. Faktor pemicu utama cyberloafing dalam kerangka Bandura meliputi observasi terhadap model perilaku, modeling sosial, reiforcement, self-efficacy tinggi, lemahnya kontrol lingkungan, dan justifikasi moral. Kerangka teori Bandura menciptakan efek pembelajaran sosial negatif yang menurunkan produktivitas, membentuk budaya permisif, dan melemahkan moral kerja melalui proses observasi, modeling, dan reinforcement berulang. Solusi strategis tidak cukup hanya bersifat teknis atau hukuman, namun perlu mencakup penguatan kognisi positif, pembelajaran sosial yang konstruktif, dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung regulasi diri. Pendekatan ini lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan dan menciptakan budaya kerja yang sehat. Kata Kunci:cyberloafing, kinerja karyawan, psikologis kognitif. Abstract This study examines employee cyberloafing behavior from the perspective of Albert Bandura's cognitive psychology theory. Cyberloafing behavior is a real challenge in modern organizations that utilize digital technology. This study employed a systematic literature review (SLR) approach to summarize relevant research findings, identify the factors and impacts of employee cyberloafing behavior, and highlight the importance of responsive human resource management practices. The databases used included Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, and other indexes. The results found 150 articles published between 2019 and 2025. Based on Albert Bandura's cognitive psychology approach, this behavior is not solely caused by employee laziness or bad intentions, but rather the result of a dynamic interaction between individual cognition, behavior, and the work environment (reciprocal determinism cyberloafing). The main triggers for cyberloafing in Bandura's framework include observing behavioral models, social modeling, reinforcement, high self-efficacy, weak environmental control, and moral justification. Bandura's theoretical framework creates a negative social learning effect that reduces productivity, forms a permissive culture, and weakens work morale through repeated observation, modeling, and reinforcement. Strategic solutions are not simply technical or punitive; they need to include strengthening positive cognitions, constructive social learning, and creating a work environment that supports self-regulation. This approach is more effective in encouraging sustainable behavioral change and creating a healthy work culture. Keywords:cognitive psychology, cyberloafing, employee performance.
Kesejahteraan Mental Berbasis Kearifan Lokal Pada Prinsip Feng Shui Dan Memayu Hayuning Bawono Ani Supriyani; Hastangka Hastangka
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i8.6851

Abstract

Kekhawatiran yang semakin meningkat tentang kesejahteraan mental individu menuntut eksplorasi yang lebih mendalam terhadap intervensi yang terkontekstualisasi secara budaya, khususnya di wilayah seperti Indonesia di mana tradisi lokal tetap menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Signifikansi kajian ini terletak pada upaya untuk menjembatani persamaan yang ada dalam literatur mengenai praktik kearifan lokal pada Prinsip Feng Shui dan Memayu Hayuning Bawana dalam kaitannya dengan kesejahteraan mental. Metode penulisan yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian reflektif kontemplatif. Dengan mengeksplorasi interaksi tantangan psikologis modern yang dihadapi individu dan praktik budaya tradisonal yang masih hidup di masyarakat, kajian ini berpotensi menawarkan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam konteks intervensi kesejahteraan mental yang lebih relevan secara budaya. Pendekatan ini tidak hanya akan memberikan pemahaman ilmiah tentang peran kearifa lokal terkait kesejahteraan mental, namun juga memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam konteks konteks kesejahteraan mental di Indonesia.
Culture Shock Childfree Phenomenon in Indonesia from A Biopsychological and Humanistic Perspective Ani Supriyani; Nina Fitriana
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 7 (2025): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i7.521

Abstract

The childfree phenomenon—voluntarily choosing not to have children—has emerged as a controversial lifestyle choice in Indonesia, generating significant discourse around reproductive autonomy, cultural values, and mental well-being. This study examines the Culture Shock Childfree Phenomenon in Indonesia from A Biopsychological and Humanistic Perspective, analyzing it through integrated biopsychological and Maslow’s humanistic theoretical frameworks. Employing a library research methodology, this study systematically reviews and synthesizes scholarly literature, including peer-reviewed journal articles, books, and empirical studies from multiple databases, to construct a comprehensive theoretical analysis. The biopsychological perspective reveals that childfree decisions are influenced by complex interactions between reproductive health conditions, neurobiological factors, environmental contexts, and psychological characteristics across physiological, ontogenetic, evolutionary, and functional dimensions. Maslow’s humanistic framework demonstrates that contemporary redefinitions of human needs position childfree choices as expressions of self-actualization and personal autonomy rather than deficiencies. However, Indonesia’s collectivist cultural orientation generates substantial social stigma and psychological pressure against childfree individuals, resulting in culture shock experiences characterized by value conflicts, social isolation, and identity negotiation. The findings suggest that childfree individuals in Indonesia navigate tensions between personal autonomy and cultural expectations, requiring mental health support systems and broader societal awareness to reduce stigmatization. This research contributes theoretically by integrating biological and humanistic perspectives on reproductive choice, and practically by informing counseling approaches and social policies that respect reproductive diversity while acknowledging cultural contexts.