Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Manfaat dan Ruang Lingkup Kepemimpinan Pendidikan Islam Ayu Lestari Dalimunthe; Zainal Efendi Hasibuan
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jitk.v2i2.1177

Abstract

Kepemimpinan dalam pendidikan Islam merupakan elemen kunci dalam mengarahkan dan membimbing proses pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islami. Artikel ini membahas pengertian, manfaat, dan ruang lingkup kepemimpinan pendidikan Islam. Kepemimpinan pendidikan Islam didefinisikan sebagai kemampuan seorang pemimpin dalam mengelola, mengarahkan, dan memotivasi peserta didik, tenaga pendidik, serta elemen lain dalam lembaga pendidikan berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam. Manfaatnya meliputi peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan karakter Islami pada peserta didik, dan terciptanya budaya kerja yang harmonis di lingkungan pendidikan. Ruang lingkupnya mencakup aspek spiritual, intelektual, sosial, dan manajerial. Pemimpin dalam pendidikan Islam diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan praktik manajemen modern untuk mencapai tujuan pendidikan yang holistik. Artikel ini juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada pembentukan akhlak mulia dan pencapaian prestasi akademik yang seimbang. Dengan pendekatan yang komprehensif, kepemimpinan pendidikan Islam dapat menjadi landasan bagi terciptanya generasi yang unggul dan berkepribadian Islami.
ADMINISTRASI PENDIDIKAN ISLAM Hepnita Rangkuty; Zainal Efendi Hasibuan
Analysis Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.analysis.v2i2.1155

Abstract

Administrasi pendidikan Islam memegang peran penting dalam menentukan kualitas dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Adminstrasi dalam hal ini untuk menganalisis peran administrasi pendidikan Islam dalam meningkatkan mutu lembaga pendidikan, dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Administrasi pendidikan Islam menekankan bahwa perencanaan strategis berbasis visi keislaman, pelibatan seluruh elemen lembaga, dan integrasi kurikulum umum serta agama merupakan kunci keberhasilan administrasi pendidikan Islam. Dalam pelaksanaan, penerapan teknologi informasi untuk manajemen data, pengembangan kompetensi tenaga pendidik, serta pengawasan berbasis nilai-nilai akhlak mulia terbukti meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pendidikan. Evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan partisipatif mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan lembaga, sehingga menjadi dasar perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa administrasi pendidikan Islam yang profesional dan terintegrasi dapat meningkatkan mutu pendidikan secara signifikan. Pentingnya pelatihan administrasi berbasis Islam bagi para pengelola lembaga pendidikan, serta pengembangan sistem informasi pendidikan yang mendukung transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian, administrasi pendidikan Islam tidak hanya menjadi instrumen pengelolaan lembaga, tetapi juga menjadi wahana dakwah dan pembentukan generasi berkarakter Islami.
Manajemen Peserta Didik Pendidikan Islam Suci Rahmaida Sihombing; Zainal Efendi Hasibuan
Imamah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jmpi.v2i2.1012

Abstract

Dalam pendidikan Islam, manajemen siswa adalah komponen penting yang menentukan seberapa efektif proses pembelajaran. Dalam artikel ini, kita akan menemukan beberapa pendekatan untuk manajemen siswa yang dapat diterapkan di institusi pendidikan Islam untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Pendekatan yang didasarkan pada nilai-nilai Islam berkonsentrasi pada pengembangan karakter dan spiritual siswa selain aspek akademik. Studi ini menggunakan analisis studi kasus kualitatif di beberapa madrasah dan pesantren. Hasil menunjukkan bahwa menerapkan manajemen kelas yang baik, yang mencakup komunikasi yang efektif antara guru dan siswa, pengelolaan kelas yang efektif, dan umpan balik yang bermanfaat, dapat meningkatkan prestasi belajar dan kepuasan siswa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik dan pengelola lembaga pendidikan Islam dalam merancang program yang lebih efektif untuk mendukung perkembangan peserta didik secara holistik.
Dasar Manajemen Pendidikan Islam Dalam Al-Qur’an Zainuddin Hasibuan; Zainal Efendi Hasibuan
Imamah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jmpi.v2i2.1110

Abstract

Dasar manajemen pendidikan Islam dalam Al-Qur’an merupakan konsep fundamental yang membimbing pengelolaan pendidikan berdasarkan nilai-nilai ilahiyah. Al-Qur’an menyediakan prinsip-prinsip manajemen yang relevan, seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi dengan akhlak mulia dan ketakwaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan konsep manajemen pendidikan Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, menelaah tafsir Al-Qur’an dan literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep seperti musyawarah (syura), tanggung jawab (amanah), dan keadilan (adl) merupakan pilar utama dalam implementasi manajemen pendidikan Islam. Prinsip-prinsip ini menegaskan pentingnya keselarasan antara tujuan pendidikan dengan visi tauhid, membentuk manusia yang berkarakter, berilmu, dan berdaya guna. Dengan demikian, dasar-dasar manajemen pendidikan Islam dalam Al-Qur’an menjadi landasan strategis dalam mewujudkan sistem pendidikan yang holistik dan berorientasi pada keberkahan.
Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Dalam Tariqat Naqsyabandiyah (Studi Tariqah Naqsabandiyah Al- Hasanah Ujung Batu) Tua Pardomuan Harahap; Zainal Efendi Hasibuan
Pedagogik Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v2i2.550

Abstract

Hasil studi lapangan penulis ini tentang internalisasi nilai-nilai akhlak dalam tariqah naqsyabandiyah di persulukan tariqah naqsabandiyah Al- Hasanah Ujung Batu dibahas dalam artikel ini. Penulis artikel ini menemukan, metode dan pendekatan kualitatif, bahwa nilai-nilai akhlak yang ditemukan dalam ajaran tariqah naqsyabandiyah dan ajaran syekh H. Hasan Haitami termasuk jujur, tawadu', dermawan, penolong, kesopanan, qana'ah, kesederhanaan, kelembutan, dan ramah. Selain itu, mereka menyatakan bahwa setiap sālik telah berubah sebagai hasil dari penerapan nilai-nilai moral ini, dan adab yang terlibat dalam tariqah itu adalah akhlak.
Fungsi Pemimpin Dalam Kepemimpinan Pendidikan Islam Togu Khairani; Zainal Efendi Hasibuan
Pedagogik Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v2i3.1135

Abstract

Fungsi pemimpin dalam kepemimpinan pendidikan Islam memainkan peran krusial dalam menentukan arah, visi, dan keberhasilan institusi pendidikan berbasis Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam fungsi-fungsi utama seorang pemimpin dalam konteks kepemimpinan pendidikan Islam, seperti fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta pembinaan moral dan spiritual. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, mengacu pada literatur dan hasil penelitian terbaru dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin pendidikan Islam tidak hanya bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan akademik, tetapi juga terhadap pembentukan karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai Islam. Fungsi perencanaan berfokus pada penyusunan visi yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam, sementara pengorganisasian mencakup penyusunan struktur kerja yang efektif. Fungsi pengarahan berperan dalam memotivasi staf dan peserta didik untuk mencapai tujuan institusi, sedangkan fungsi pengendalian diperlukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana. Lebih dari itu, pemimpin memiliki fungsi strategis dalam membimbing komunitas pendidikan untuk menjaga integritas moral dan spiritual dalam setiap aktivitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan yang efektif dalam pendidikan Islam harus berlandaskan pada kombinasi kemampuan manajerial dan nilai-nilai Islam, seperti keadilan, amanah, dan ihsan. Pemimpin yang menjalankan fungsi-fungsi tersebut secara optimal dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pembentukan akhlak mulia. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan model kepemimpinan pendidikan Islam yang lebih holistik dan berkelanjutan.
PENERAPAN TEORI KEPEMIMPINAN SITUASIONAL DALAM INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM Ahmad Subur Harahap; Zainal Efendi Hasibuan
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2516

Abstract

Kepemimpinan merupakan unsur penting dalam keberhasilan suatu institusi pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kebutuhan peserta didik menuntut pemimpin lembaga pendidikan Islam untuk mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan situasi yang dihadapi. Artikel ini membahas penerapan teori kepemimpinan situasional dalam institusi pendidikan Islam dengan meninjau konsep dasar kepemimpinan situasional, karakteristik pendidikan Islam, serta implementasinya dalam manajemen lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur terkait kepemimpinan situasional dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan situasional dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan Islam melalui fleksibilitas pemimpin dalam menyesuaikan pendekatan kepemimpinan berdasarkan tingkat kesiapan, kemampuan, dan motivasi bawahan. Selain itu, penerapan teori ini juga selaras dengan nilai-nilai Islam seperti musyawarah, keadilan, tanggung jawab, dan keteladanan. Kepemimpinan merupakan unsur penting dalam keberhasilan suatu institusi pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kebutuhan peserta didik menuntut pemimpin lembaga pendidikan Islam untuk mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan situasi yang dihadapi. Artikel ini membahas penerapan teori kepemimpinan situasional dalam institusi pendidikan Islam dengan meninjau konsep dasar kepemimpinan situasional, karakteristik pendidikan Islam, serta implementasinya dalam manajemen lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur terkait kepemimpinan situasional dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan situasional dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan Islam melalui fleksibilitas pemimpin dalam menyesuaikan pendekatan kepemimpinan berdasarkan tingkat kesiapan, kemampuan, dan motivasi bawahan. Selain itu, penerapan teori ini juga selaras dengan nilai-nilai Islam seperti musyawarah, keadilan, tanggung jawab, dan keteladanan.
KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN TAPANULI SELATAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ISLAM: IMPLIKASI TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rhama Lenasari; Zainal Efendi Hasibuan
Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/ahsanitaqwim.v2i3.420

Abstract

 This study discusses the policies of the South Tapanuli Regency Government in the field of Islamic education and their implications for improving the public’s understanding of Islamic religious education. The problem addressed is how these policies are implemented and the extent of their influence on the community’s comprehension of Islamic education. The research method used is qualitative with a case study approach, involving interviews, observations, and documentation as data collection techniques. Data analysis is conducted descriptively and qualitatively to provide an in-depth description of the policies and their impacts. The results show that the policies implemented by the South Tapanuli Regency Government have made a positive contribution to increasing public awareness and understanding of Islamic religious education. However, there are several obstacles in the implementation that require attention to optimize the effectiveness of the policies. In conclusion, government policies play a strategic role in strengthening Islamic education and significantly influence the improvement of public understanding.
MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER MELALUI PENDIDIKAN ISLAM: TELAAH ATAS KEBIJAKAN RASULULLAH SAW TERHADAP PENDIDIKAN WANITA Aisahrani Ritonga; Zainal Efendi Hasibuan
Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/ahsanitaqwim.v2i3.421

Abstract

The issue of gender equality in education has been an ongoing topic of discussion, including in the context of Islamic education. So far, there is an assumption that Islam limits women's freedom of movement, especially in obtaining education. This study aims to examine the policies of the Prophet Muhammad SAW on women's education as a form of reflection on the principle of gender equality in Islam. The main focus of this study is how the Prophet Muhammad SAW provided space and opportunities for women to access education, as well as its impact on the intellectual and social development of Muslim society in the early days of Islam. The research method used is a qualitative approach with a library research type. Data were obtained through a literature review of primary sources such as authentic hadiths, sirah nabawiyah, and relevant secondary literature on education in Islam and gender issues. Data analysis was carried out descriptively-critically in order to describe and interpret the practice of women's education during the time of the Prophet Muhammad SAW. The results of the study show that the Prophet Muhammad SAW actively encouraged and facilitated education for women, both in religious and social aspects. This is evidenced by the existence of educated female figures during his time, such as Aisyah RA who became a reference for knowledge for her companions. The Prophet's policies reflect the values ​​of equality, justice, and respect for women's rights in gaining knowledge. The conclusion of this study is that Islamic education truly upholds the principle of gender equality, as reflected in the practices and policies of the Prophet Muhammad SAW towards women's education.
MADRASAH NIZHAMIYAH DALAM PERSPEKTIF POLITIK PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS HISTORIS DAN IMPLIKASI SOSIO-INTELEKTUAL Siti Yusrona Daulay; Zainal Efendi Hasibuan; Erik Novianto
Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/ahsanitaqwim.v2i3.426

Abstract

The Nizamiyah Madrasah, founded in the 11th century CE by Nizam al-Mulk the prime minister of the Seljuk Dynasty has been a pivotal point in the history of ancient Islamic education. The institution not only contributed to the development of Islamic science, but also served as a strategic tool in the political agenda of power. This research aims to analyze the relationship between education and politics through a literature study with a historical analysis approach. The main findings show that the establishment of the Nizamiyah Madrasah served as a state tool to strengthen the political legitimacy of the Seljuk Dynasty, disseminate Sunni ideology systematically, and limit the influence of opposition groups such as Shia and other schools of thought that were considered deviant. The main contribution of this study lies in understanding how classical Islamic educational institutions were utilized as tools for the consolidation of power and the domination of state ideology.