Latar Belakang: Praktik klinik merupakan sarana mahasiswa untuk menerapkan asuhan keperawatan dan memperoleh pengalaman praktik mandiri. Studi pendahuluan melalui wawancara tidak terstruktur menemukan 6 dari 12 mahasiswa menyatakan belum terbiasa mengelola diri dalam pembelajaran blended. Sementara untuk persiapan pembelajaran klinik, mahasiswa telah diberikan materi dalam bentuk audio video dan powerpoint, namun sebagian besar memilih untuk mengakses powerpoint saja tanpa melihat video prosedur Tindakan. Tujuan: Mengetahui hubungan persepsi penerapan metode blended learning dengan kesiapan praktik klinik Mahasiswa Keperawatan Tahun Akademik Pertama di Satu Universitas Swasta Indonesia Barat. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian dilakukan Februari-Mei 2024, populasi 377 Mahasiswa Keperawatan Tahun Akademik Pertama di Satu Universitas Swasta Indonesia Barat, sampel berjumlah 194 diperoleh melalui metode purposive sampling. Terdapat dua instrumen yang digunakan, yaitu kuesioner penerapan blended learning dan kuesioner kesiapan praktik klinik dengan analisis data menggunakan Chi square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan persepsi penerapan metode blended learning dengan kesiapan praktik klinik pada mahasiswa keperawatan tahun akademik pertama (p=0,002). Saran: Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti karakteristik lain seperti faktor motivasi, instrumen bahkan program kurikulum yang dapat memengaruhi kesiapan praktik klinik dengan penggunaan metode blended learning dalam pembelajaran. Kata Kunci: Blended Learning, Kesiapan, Mahasiswa Keperawatan, Praktik Klinik