Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penyuluhan Gizi Pada Ibu Serta Pengembangan Kegiatan Posyandu Di Rw 6 Kampung Babakan, Tangerang Martina Pakpahan; Ni Gusti Ayu Eka; Mega Sampepadang; Deborah Siregar; Novita Barus; Tirolyn Panjaitan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.463 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.392

Abstract

RW 06 Kampung Babakan, Binong memiliki jarak relatif jauh ke Puskesmas Binong. Hal ini menyebabkan warga terutama ibu hamil, ibu menyusui dan ibu dengan balita tidak rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas. Berdasarkan hasil pengkajian mahasiswa profesi Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan tahun 2017 diketahui terdapat 39 ibu hamil, 23 orang ibu menyusui dan 132 bayi dan balita. Forum RW 06 sudah mengembangkan satu fasilitas milik masyarakat yang kemudian digunakan sebagai tempat pelaksanaan Posyandu dalam meningkatkan kesehatan masyarakat terutama Ibu dan anak. Melalui kerjasama Fakultas Keperawatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa; pemeriksaan kesehatan, penyuluhan gizi kepada 32 ibu, pelatihan kepada 9 orang kader Posyandu serta penyediaan sarana penunjang fasilitas kesehatan. Hasil kegiatan setelah diberikan edukasi didapatkan peningkatan rerata pengetahuan ibu sebesar 23.61 point ( 56.08 %) dan peningkatan rerata pengetahuan kader posyandu sebesar 5.55 point ( 6.4 %). Diketahui mayoritas ibu memiliki berat badan berlebih sebesar 25%, Tekanan darah optimal sebesar 66% dan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) normal sebesar 94%. Sarana soundsystem portable dan alat-alat kesehatan juga diberikan untuk menunjang program posyandu. Diharapkan masyarakat semakin berdaya dalam mencapai status gizi yang baik.
Level Of Knowledge And Behavior Preventive For Surgical Site Infections Among Nurses In Indonesia: A Cross-Sectional Correlational Study Janwar Olang; Michael Ramos Pangaribuan; Mareta Cecilia; Oktaviani Simamora; Mega Sampepadang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54433

Abstract

Surgical Site Infections (SSIs) are serious postoperative complications that increase the risk of morbidity, mortality, and healthcare costs. Nurses play a crucial role in preventing SSIs, particularly in inpatient wards. Data from 2024 recorded an SSI incidence rate of 0.18%, highlighting the need to improve adherence to prevention protocols. This study aimed to examine the relationship between nurses’ knowledge and practices in preventing SSIs. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was used. A total of 96 nurses were selected through total sampling. Data were collected using valid and reliable questionnaires and analysed using univariate and bivariate methods, including the Spearman test. Results showed that 30.2% of nurses had good knowledge, 68.75% had moderate knowledge, and 1% had poor knowledge. Additionally, 52.1% demonstrated positive practices, while 47.91% demonstrated negative practices. The analysis shows that the Spearman correlation coefficient (ρ) between knowledge level and preventive behaviour is 0.235, indicating a positive but weak relationship. This suggests that higher levels of knowledge are generally associated with better SSI prevention behaviour, although the strength of this association is limited. The p-value (p = 0.021) is below the significance threshold of α = 0.05, demonstrating that the relationship is statistically significant. It is recommended that hospitals enhance training, education, and supervision to improve compliance with SSI prevention protocols.
PERSEPI PENERAPAN BLENDED LEARNING DENGAN KESIAPAN PRAKTIK KLINIK MAHASISWA KEPERAWATAN TAHUN AKADEMIK PERTAMA Desryani Natalia Muskanan; Dini Purnama Sari; Sauvinis Hia; Christie Lidya Rumerung; Mega Sampepadang
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1582

Abstract

Latar Belakang: Praktik klinik merupakan sarana mahasiswa untuk menerapkan asuhan keperawatan dan memperoleh pengalaman praktik mandiri. Studi pendahuluan melalui wawancara tidak terstruktur menemukan 6 dari 12 mahasiswa menyatakan belum terbiasa mengelola diri dalam pembelajaran blended. Sementara untuk persiapan pembelajaran klinik, mahasiswa telah diberikan materi dalam bentuk audio video dan powerpoint, namun sebagian besar memilih untuk mengakses powerpoint saja tanpa melihat video prosedur Tindakan. Tujuan: Mengetahui hubungan persepsi penerapan metode blended learning dengan kesiapan praktik klinik Mahasiswa Keperawatan Tahun Akademik Pertama di Satu Universitas Swasta Indonesia Barat. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian dilakukan Februari-Mei 2024, populasi 377 Mahasiswa Keperawatan Tahun Akademik Pertama di Satu Universitas Swasta Indonesia Barat, sampel berjumlah 194 diperoleh melalui metode purposive sampling. Terdapat dua instrumen yang digunakan, yaitu kuesioner penerapan blended learning dan kuesioner kesiapan praktik klinik dengan analisis data menggunakan Chi square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan persepsi penerapan metode blended learning dengan kesiapan praktik klinik pada mahasiswa keperawatan tahun akademik pertama (p=0,002). Saran: Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti karakteristik lain seperti faktor motivasi, instrumen bahkan program kurikulum yang dapat memengaruhi kesiapan praktik klinik dengan penggunaan metode blended learning dalam pembelajaran.  Kata Kunci: Blended Learning, Kesiapan, Mahasiswa Keperawatan, Praktik Klinik
GERAKAN BERSAMA (GEBER) MELAWAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BILU BANJARMASIN Yakobus Siswadi; Bima Adi Saputra; Mega Sampepadang; Chrisnawati Chrisnawati; Ermeisi Er Unja; Aulia Rahman; Oktovin Oktovin; Warjiman Warjiman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2711

Abstract

Indonesia is still among the 10 countries with the highest number of tuberculosis cases in the world. Prevention, treatment, and tracing efforts have been carried out, but many new cases are still being found. Handling tuberculosis cases is a shared responsibility and requires cross-sector collaboration. One of the sectors currently involved is the Ministry of Education and Culture, through the Tuberculosis-Aware Schools Program. The TB-Conscious School Program is the embodiment of GEBER towards the elimination of TB by 2030 in educational institutions. Based on coordination with the Sungai Bilu Community Health Center, it was deemed necessary to hold a GEBER event at SMK Wirakrama 1 Banjarmasin. The purpose of this activity was to increase synergy between educational institutions and health services in the context of implementing GEBER through health education and TB detection in school children. The methods used were lectures, demonstrations, and sputum sampling for examination. This activity was attended by 46 students, with males making up the majority at 58%. Based on the evaluation results, there was an increase in participants' knowledge, with the majority (58.7%) scoring “adequate” on the pre-test and 100% scoring “good” on the post-test. The conclusion is that GEBER represents the active participation of various parties in TB management.