Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

TINGKAT PENGGUNAAN Azolla pinnata PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Grade of use of azolla pinnata the feed to growth of nila fish (Oreochromis niloticus) Daniel Sinaga; Syammaun Usman; Nurmatias Nurmatias
AQUACOASTMARINE Vol 4, No 1 (2016): JURNAL AQUACOASTMARINE
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.832 KB)

Abstract

Nila fish is economic valuable fish, consumer demand increasing, but hasnot been followed by intensive cultivation and optimal. One of attempt toovercome these problems by substituting commercial feed with fish meat mealAzolla pinnata for growth nila fish. The tested fish are nila fish size 6 cm whichmaintained in an pain diameter 50 cm by 12 unit. With completely randomizeddesign. With treatment commercial pakan 100% without added azolla flour,commercial pakan 94 % added 10 % azolla flour, commercial pakan 88 %added 20 % azolla flour, and commercial pakan 82 % added 30 % azolla flour,the result showed that azolla flour can be used as a substitute for fish meal in fishfeed. The fourth feed that gives the best growth as feeds commercial pakan 82 %added 30 % azolla flour with weight growth of 4.33 g and length growth 2.23 cm.Keywords : Oreochromis niloticus, Azolla pinnata flour, Growth
EFFECTS OF MAGGOT MEAL AND GONGGONG SHELL MEAL ON MOLTING AND GROWTH PERFORMANCE OF MUD CRAB (Scylla serrata) Daniel Sinaga; Jannesa Nasmi; Benny Manullang
Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1989

Abstract

Feed efficiency and mineral adequacy to support molting and growth are major challenges in the cultivation of mud crab (Scylla serrata). This study aimed to evaluate the effect of supplementing maggot meal (Hermetia illucens) and gonggong shell meal in feed formulations on molting frequency, growth performance, and survival rate of mud crabs. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of three treatments: A (control—trash fish), B (feed + 5% maggot meal + 1% gonggong shell meal), and C (feed + 10% maggot meal + 3% gonggong shell meal), each with five replications. The crabs were reared for 30 days and fed daily at 5% of the total biomass. Parameters observed included absolute weight gain, specific growth rate (SGR), molting frequency, survival rate, proximate composition of the feed, and water quality. The results showed that treatment C produced the highest growth performance (absolute weight gain of 39.00 g; SGR 1.30%/day) compared to treatment B (18.00 g; 0.60%/day) and A (6.60 g; 0.22%/day). Proximate analysis indicated an increase in protein (36.42%) and ash content (12.35%) in the formulation containing gonggong shell meal. The survival rate remained high across treatments (A = 100%, B = 87%, C = 93%), while no individuals underwent molting during the study period. In conclusion, the supplementation of 10% maggot meal and 3% gonggong shell meal effectively improved the growth performance of S. serrata but was not sufficient to stimulate molting.
Transformasi Digital Sekolah Piloting: Pengembangan dan Pelatihan Website Profil sebagai Media Informasi dan Promosi di SDN 012 Tanjungpinang Kota Feri Irawan; Nolan Efranda; Berta Erwin Slam; Rifaldi Herikson; Novrizal Fattah Fahmitra; Fortia Magfira; Marisha Pertiwi; Daniel Sinaga
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/060b5j02

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan sekolah dasar menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas kegiatan belajar dan administrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 012 Tanjungpinang Kota dengan tujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Sekolah (SIMS) yang dapat membantu dalam pengelolaan data akademik, kehadiran siswa, jadwal pelajaran, serta administrasi guru dan staf. Permasalahan yang dihadapi sekolah sebelumnya adalah proses administrasi yang masih dilakukan secara manual, sehingga menghambat efisiensi dan akurasi pengelolaan data. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian melakukan analisis kebutuhan, perancangan sistem berbasis web, serta pelatihan penggunaan sistem bagi guru dan tenaga kependidikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan SIMS mampu meningkatkan kecepatan akses informasi, mempermudah proses pencatatan dan pelaporan, serta mendukung transparansi dalam pengelolaan administrasi sekolah. Selain itu, guru menjadi lebih terbiasa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan dasar dan memperkuat kapasitas sekolah dalam pengelolaan informasi secara efektif dan berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMBUDIDAYA KERAPU MELALUI TRANSFER TEKNOLOGI PROBIOTIK EM4 DAN ALAT MONITORING KUALITAS AIR DIGITAL DI KAMPUNG MADONG Daniel Sinaga; Fitria Ulfah; Ronia Tambunan
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i3.3462

Abstract

This community service program aimed to enhance production capacity and fish health management of grouper (Epinephelus spp.) culture in the “Maju Mandiri” farmer group in Kampung Madong, Tanjungpinang City. The main problems faced by the partner included high fish mortality, low productivity, limited adoption of modern aquaculture technologies, and inadequate water quality monitoring systems. The implemented solutions comprised training on seed selection, application of fish health management based on EM4 probiotics, and the use of digital water quality monitoring devices. The program was conducted through socialization, technical training, technology implementation, and intensive participatory assistance involving lecturers, students, and community partners. The results showed an increase in grouper survival rate up to approximately 85%, a reduction in disease symptoms, improvement in the aquaculture environment quality, and enhanced production and efficiency of fish health management. The program also strengthened institutional capacity of the partner group and promoted active student involvement in technology transfer. Consistent application of the introduced technologies is essential to ensure program sustainability in supporting food security and strengthening the coastal community economy.
Nanoteknologi dalam Nutrisi Ikan: Tinjauan Sistematis Penggunaan Selenium Nanopartikel sebagai Suplemen Mikronutrien pada Pakan Nancy Willian; Sri Novalina Amrizal; Dwi Septiani Putri; Daniel Sinaga
Marinade Vol 9 No 01 (2026): April, 2026
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v9i01.8247

Abstract

Selenium (Se) merupakan mikronutrien esensial dalam nutrisi ikan yang berperan dalam pertahanan antioksidan, regulasi sistem imun, fungsi metabolisme, dan peningkatan performa pertumbuhan. Namun, sumber selenium konvensional, baik dalam bentuk anorganik maupun organik, memiliki keterbatasan terkait bioavailabilitas, rentang dosis aman yang sempit, serta potensi toksisitas pada dosis berlebih. Perkembangan nanoteknologi telah memperkenalkan nanopartikel selenium atau selenium nanoparticles (SeNPs) sebagai alternatif suplemen pakan yang menjanjikan karena ukuran partikelnya yang kecil, luas permukaan yang tinggi, dan aktivitas biologis yang lebih baik. Kajian sistematis ini bertujuan mengevaluasi peran SeNPs dalam pakan ikan serta pengaruhnya terhadap performa pertumbuhan, status antioksidan, bioavailabilitas, kualitas daging, dan risiko toksisitas pada spesies akuakultur. Kajian dilakukan dengan pendekatan PRISMA melalui analisis artikel ilmiah bereputasi yang diterbitkan pada periode 2015–2025. Studi yang dianalisis terutama mencakup penelitian in vivo pada berbagai spesies ikan budidaya. Hasil sintesis menunjukkan bahwa suplementasi SeNPs pada dosis rendah hingga sedang meningkatkan laju pertumbuhan spesifik, efisiensi konversi pakan, aktivitas enzim antioksidan seperti GPx, SOD, dan CAT, serta ketahanan terhadap stres oksidatif dan infeksi patogen. Selain itu, SeNPs meningkatkan retensi selenium pada jaringan otot, profil protein, stabilitas oksidatif lipid, dan preservasi asam lemak tak jenuh ganda. Dibandingkan dengan sumber selenium konvensional, SeNPs umumnya menunjukkan bioavailabilitas yang lebih tinggi. Namun, gejala toksisitas dilaporkan pada dosis berlebih, sehingga standardisasi ukuran partikel, formulasi dosis, dan evaluasi keamanan jangka panjang diperlukan sebelum aplikasi komersial skala luas.
SOLUSI MANAJEMEN PRODUKSI IKAN UNTUK KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN MAJU MANDIRI DI KAMPUNG MADONG, TANJUNGPINANG Shavika Miranti; Angga Reni; Hadli Lydia Rikayana; Zicky Ilham; Hasanul Bolkiah; Esther Yosefa Ambarita; Daniel Sinaga; Jannesa Nasmi
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 2 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i2.7317

Abstract

Observasi terhadap kondisi eksisting perlu dilakukan untuk menentukan solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam kegiatan budidaya ikan. Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Maju Mandiri memiliki sarana budidaya yang cukup memadai tetapi memiliki manajemen produksi yang perlu diperbaiki agar mendapatkan hasil produksi yang lebih baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam manajemen produksi ikan untuk Kelompok Pembudidaya Ikan Maju Mandiri di Kampung Madong, Tanjungpinang. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilakukan observasi, analisis serta praktik pembuatan pakan. Ketersediaan pakan menjadi salah satu permasalahan produksi di Pokdakan Maju Mandiri. Melalui kegiatan ini dilakukan transfer ilmu hasil penelitian yang telah dilakukan untuk dapat diterapkan anggota Pokdakan Maju Mandiri dalam kegiatan pemeliharaan ikan.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER UNTUK KETAHANAN PANGAN LOKAL DI KELURAHAN LUMUT TAPANULI TENGAH Daniel Sinaga
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 2 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i2.7411

Abstract

Budidaya ikan dalam ember atau yang biasa dikenal dengan Budikdamber merupakan salah satu teknik budidaya yang dapat digunakan oleh masyarakat dengan cara menanam tanaman sayuran sekaligus budidaya ikan dalam ember. Teknik budidaya ini tergolong mudah dilakukan di lahan yang terbatas dan minim air. Teknik ini tidak menggunakan banyak air, penggantian air dilakukan seperlunya saja sehingga penggunaan air tergolong hemat, dalam jangka waktu 2 minggu, sayuran sudah dapat dipanen, dan dalam jangka waktu satu bulan ikan sudah dapat dipanen. Permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya di daerah Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, adalah keterbatasan lahan untuk  budidaya ikan, serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang sistem budidaya yang hemat air dan efisien, untuk mengatasi permasalahan ini dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dan pembudidaya ikan  dalam mengimplementasikan teknik budidaya ikan dalam ember (Budikdamber). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2024 di Aula Kelurahan Lumut, dengan beberapa tahapan, meliputi survei lokasi, sosialisasi, dan implementasi pembuatan wadah budidaya ikan dalam ember. Materi yang diberikan mencakup pengenalan Budikdamber, kelebihan, manfaat, langkah pembuatan, dan langkah perawatan Budikdamber. Sosialisasi ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat agar mampu memanfaatkan lahan sempit dan sumber daya air yang terbatas secara optimal untuk menghasilkan sayuran dan ikan secara berkelanjutan.