Kamaruddin Kamaruddin
Institut Sains dan Bisnis Internasional Singkawang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Art Therapy untuk Anak Slow Learners di SLB C Slamat Fitriyadi; Insan Suwanto; Abd Basith; Dewi Mariana; Slamat Fitriyadi; Insan Suwanto; Abd Basith; Dewi Mariana; Kamaruddin Kamaruddin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i2.2025.10

Abstract

Membantu anak yang mengalami keterlambatan belajar atau slow learners bagi anak SLB C Dharma Miranti dengan jenis anak tuna grahita dan autis khusus bagi anak yang belum mengenal warna dasar dan campuran adalah tujuan dari pengabdian utama dalam pengabdian. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi 3 (tiga) tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi hasil. Dari hasil pelaksanaan didapatkan hasil dari 20 siswa 75 persen sudah dapat mengenali warna dasar dan campuran dengan baik, 15 persen siswa dapat mengenali warna dasar namun belum mampu mengenali warna campuran dengan baik, 10 persen siswa belum mampu mengenali warna dasar dan warna campuran. Hal ini diketahui dari hasil tes dengan menggunakan metode Finger Painting yang dilakukan.
Digital Well-Being: Guidance & Counseling Service Digitalization Program to Reduce Burnout Among Guidance & Counseling Teachers in Singkawang Junior High School Insan Suwanto; Kamaruddin Kamaruddin; Kasnur Saputra
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7906

Abstract

Guidance counselors at junior high schools in Singkawang City face a heavy administrative burden and work pressure that often triggers stress and Burnout. To overcome this problem, efforts to strengthen digital competencies are needed so that guidance services can be more efficient and support the well-being of teachers. The Digital Well-Being Program aims to improve the digital skills of guidance counselors while equipping them with strategies for maintaining work-life balance, thereby reducing administrative burdens and improving mental health. The program is implemented through a series of socialization activities, training, workshops, and assistance with the implementation of digital guidance counseling services. Participants are introduced to the use of technology applications that support guidance counseling services. Practical guidance modules and digital well-being guidelines are also provided to support daily implementation. This program results in guidance counselors with better digital skills, more optimal implementation of technology-based guidance counseling services, and the creation of a work-life balance that supports Burnout reduction. Guidance counseling services become more effective, innovative, and sustainable, thereby having a positive impact on teachers and students. Digital Well-Being: Program Digitalisasi Layanan BK untuk Mengurangi Burnout Guru BK SMP di Kota SingkawangABSTRAKGuru BK SMP di Kota Singkawang menghadapi beban administrasi tinggi dan tekanan kerja yang sering memicu stres dan Burnout. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan upaya penguatan kompetensi digital agar layanan BK dapat lebih efisien dan mendukung kesejahteraan guru. Program Digital Well-Being bertujuan meningkatkan keterampilan digital guru BK sekaligus membekali mereka dengan strategi menjaga keseimbangan kerja–kehidupan (work-life balance), sehingga beban administratif berkurang dan kesehatan mental lebih terjaga. Program dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, pelatihan, workshop, dan pendampingan implementasi digitalisasi layanan BK. Peserta diperkenalkan pada penggunaan teknologi aplikasi pendukung layanan BK. Modul panduan praktis dan panduan kesejahteraan digital juga diberikan untuk menunjang penerapan sehari-hari. Program ini menghasilkan guru BK dengan keterampilan digital yang lebih baik, penerapan layanan BK berbasis teknologi yang lebih optimal, serta terciptanya keseimbangan kerja–kehidupan yang mendukung pengurangan Burnout. Layanan BK menjadi lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan sehingga memberi dampak positif bagi guru dan siswa.Kata Kunci :Digitalisasi, Burnout, Guru BK, Digital Well Being, Kota Singkawang
ANALISIS KARAKTER DISIPLIN SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS IV SD NEGERI 90 SINGKAWANG Riski Ayu; Dina Anika Marhayani; Kamaruddin Kamaruddin
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 9, No 1 (2024): VOLUME 9 NUMBER 1 JANUARI 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v9i1.5757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakter disiplin siswa pada pembelajaran IPS kelas IV SD Negeri 90 Singkawang 2) Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi karakter disiplin siswa kelas IV SD Negeri 90 Singkawang. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 42 orang siswa kelas IV SD Negeri 90 Singkawang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket nilai karakter disiplin siswa, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Karakter disiplin siswa pada pembelajaran IPS kelas IV SD Negeri 90 Singkawang berada pada kategori sedang, dengan masing-masing kategori karakter disiplin siswa yaitu terdapat 81,25 rata-rata skor siswa karakter disiplin tinggi berjumlah 15 siswa, 58 rata-rata skor karakter disiplin sedang berjumlah 21 siswa, dan 30 rata-rata skor karakter disiplin rendah berjumlah 6 siswa. Dari hasil persentase perindikator terdapat 83,75% ketercapaian indikator karakter disiplin siswa teringgi pada indikator datang dan masuk kelas pada waktunya, sementara 73,5%  indikator karakter disiplin siswa terendah adalah pada indikator menaati peraturan kelas. 2) Faktor yang mempengaruhi karakter disiplin siswa kelas IV SD Negeri 90 Singkawang yaitu faktor internal kesadaran diri dan faktor eksternal hukuman.