Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Abdul Haris Nasution dalam Penumpasan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (1958-1961) Muhammad Naufal Asyraf; Eko Ribawati; Muhammad Anggie Farizqi Prasadana
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8908

Abstract

Pergolakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada 15 Februari 1958 menjadi ancaman disintegrasi serius akibat ketimpangan pusat-daerah dan polarisasi militer. Penelitian ini bertujuan menganalisis latar belakang PRRI, dinamika kehidupan Mayor Jenderal A.H. Nasution, serta peran kepemimpinannya selaku Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam merancang operasi penumpasan periode 1958–1961. Metode penelitian menggunakan metode sejarah (historis) melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan autobiografi Nasution serta arsip surat kabar Belanda sezaman. Hasil penelitian membuktikan Mayor Jenderal A.H. Nasution berperan krusial menyelamatkan NKRI. Ia berhasil mengonsolidasi internal militer dan menginisiasi operasi gabungan antarmatra, seperti Operasi Tegas dan Operasi 17 Agustus. Nasution juga memadukan tindakan koersif dengan strategi rekonsiliasi politik melalui pemberian amnesti-abolisi bagi mantan pengikut PRRI. Keberhasilan operasi ini meredam pergolakan pada 1961 serta meletakkan dasar konsep Perang Rakyat Semesta.