Mulia Tegar Arira Napu
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Reguler Mulia Tegar Arira Napu; Nelyan Helma Mokoginta; Dian Pratiwi Iman; Sri Andriani Ibrahim; Ivan Virnanda Amu
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 1 (2025): JKRI - Desember 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, hemodialisis reguler menjadi terapi pengganti ginjal tersering di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik pasien PGK yang menjalani hemodialisis reguler di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo, meliputi demografi, status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), penyakit penyerta, lama menjalani HD, durasi dan frekuensi hemodialisis, gejala, kepatuhan pengobatan, jenis obat, serta profil pembiayaan obat. Penelitian deskriptif cross-sectional ini melibatkan 65 pasien yang dipilih secara purposif pada Agustus–September 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri, lalu dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (55,4%) berusia 45–64 tahun (66,1%), tidak bekerja (75,4%), dan berpendidikan tinggi (44,6%). dominan memiliki status gizi normal (67,7%) dengan komorbid utama diabetes melitus (43,1%). Rata-rata pasien telah menjalani HD >1 tahun (66,2%) dengan frekuensi 2 kali/minggu (95,4%) selama 4 jam/sesi (72,3%). Keluhan tersering adalah demam/menggigil (18,7%). Kepatuhan terhadap HD (86,2%) dan pengobatan (90,8%). Obat antihipertensi paling banyak digunakan (54,0%) dengan biaya mayoritas di bawah Rp100.000/bulan (40,6%). Pasien penyakit ginjal kronik menjalani hemodialisis reguler di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo umumnya berusia 45–64 tahun, perempuan, dan tidak bekerja. Mayoritas memiliki status gizi normal, diabetes melitus sebagai komorbid utama. Sebagian besar telah menjalani hemodialisis lebih dari satu tahun, dua kali per minggu, selama empat jam per sesi. Keluhan tersering demam/menggigil. Kepatuhan terapi tinggi, dengan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan dan biaya obat bulanan relatif rendah