Hasmawati
Politeknik Negeri Ambon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kelayakan Usaha dan Investasi Usaha Pengolahan Gula Merah Saparua di Kabupaten Maluku Tengah Septina Louisa Siahaya; Hasmawati; Chrestiana Aponno
Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-Petani pengrajin gula merah Saparua memiliki pengalaman yang tidak sedikit dalam pengolahan gula merah Saparua. Namun karena proses produksinya masih sederhana menggunakan alat produksi manual menjadikan waktu pengolahan juga lebih panjang. Sehingga perantara yang membeli gula merah Saparua dari petani pengrajin dengan harga yang lebih rendah menjadikan pendapatan yang diterima petani pengrajin lebih sedikit jika dibandingkan dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, kelompok petani pengrajin gula merah Saparua memerlukan bantuan modal dari pihak penyedia modal yang tepat. Modal yang dibutuhkan lebih banyak difokuskan pada peralatan produksi yang dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi gula merah Saparua . Penilaian kelayakan usaha menggunakan metode Break Even Point (BEP) yang menghasilkan nilai BEP dalam unit dan penjualan gula merah Saparua yang lebih kecil dari penjualan yang dianggarkan selama tahun 2024 -2029 .Sedangkan dengan metode Benefit Cost Ratio dihasilkan B/C Ratio dibawah 1 untuk tahun 2024 – 2026 namun untuk B/C ratio tahun 2027-2029 yang menunjukan peningkatan nilai B/C ratio di atas 1 yang menunjukan usaha ini berpotensi untuk menghasilkan laba yang lebih besar di masa yang akan datang. Sedangkan dari penilaian kelayakan investasi , pengolahan gula merah Saparua menghasilkan nilai Payback period sebesar 3 tahun 3 bulan yang lebih kecil dari periode investasi, nilai Net Present Value (NPV) yang positif atau lebih besar dar 1, nilai IRR sebesar 10,31 % yang lebih besar dari biaya modal. serta nilai Profitability Index yang sebesar 1,9 yang lebih besar dari 1. Hasil tersebut menunjukan bahwa usaha pengolahan gula merah Saparua layak dijalankan oleh kelompok petani pengrajin gula merah Saparua.