Pendidikan keagamaan di Patani memiliki posisi strategis dalam membentuk modal manusia masyarakat Muslim, terutama karena berfungsi sebagai sarana pelestarian identitas Melayu-Islam sekaligus pengembangan karakter dan kompetensi generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pondok tradisional, madrasah, dan sekolah Islam modern dalam membentuk kualitas moral, kemampuan sosial, keterampilan, serta identitas keagamaan masyarakat Muslim Patani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi terhadap aktivitas pembelajaran, interaksi guru dan peserta didik, kurikulum, serta lingkungan pendidikan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan memperhatikan konsistensi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan berkontribusi pada pembentukan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, etika sosial, dan etos kerja. Pendidikan tersebut juga memperkuat literasi agama, penguasaan bahasa Arab dan Melayu Jawi, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta keterampilan dakwah. Selain itu, alumni lembaga pendidikan Islam berperan sebagai pendidik, tokoh agama, wirausahawan, dan pemimpin lokal yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Efektivitas peran tersebut ditopang oleh tok guru, solidaritas komunitas, dan tradisi pendidikan Islam yang kuat, tetapi masih menghadapi hambatan regulasi, keterbatasan fasilitas dan pendanaan, serta situasi keamanan dan stereotip sosial. Oleh karena itu, penguatan kurikulum, kompetensi pendidik, fasilitas, dan kolaborasi kelembagaan diperlukan agar pendidikan keagamaan semakin optimal dalam membangun modal manusia Muslim Patani secara berkelanjutan.