Ni Komang Ari Sawitri
Udayana University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

“A Ray of Hope” A Phenomenological Study of Family Caregiver Experiences in Caring for Patients with Parkinson’s Disease Ekananda Sugandi; Ni Komang Ari Sawitri; Komang Menik Sri Krisnawati; Ni Luh Putu Eva Yanti
Media Keperawatan Indonesia Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.9.2.2026.115-127

Abstract

Patients with Parkinson's disease require long-term care, and family members provide most of this care. This study aims to explore the experiences, feelings, and significance of family members caring for patients with parkinson's disease. This study utilized a qualitative research design with a descriptive phenomenological approach, conducted in Bali in 2025. Semi-structured interviews were performed with six participants, selected through purposive and snowball sampling methods. The data analysis process incorporated interactive analysis, which comprised data collection, condensation, data display, and the formulation of conclusions. The results consist of five main interrelated themes. These themes are family burden vs responsibility, adaptation to a new life, surrender, many roads to Rome, and life expectancy. As the main caregiver, the family experiences many trials, obstacles, emotional changes, financial difficulties, fatigue, and increasing burdens; however, they were able to recover and did not give up on continuing their lives. Medical personnel and local health facilities are expected to collaborate in conducting physical and psychological health assessments for families and providing information about available resources, such as health services and Parkinson's community groups. Healthcare workers are expected to understand, implement preventive measures, and provide solutions to reduce caregiver burden and improve the quality of life for patients with Parkinson's disease and their families.
HUBUNGAN KUALITAS PERSAHABATAN DAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS VIII DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 ABIANSEMAL Ni Luh Putu Sulyastini; Ni Komang Ari Sawitri; Ni Putu Emy Darma Yanti; Putu Ayu Sani Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p14

Abstract

Perundungan pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bali semakin bervariasi dan menjadi perhatian yang cukup serius. Remaja sering kali terdorong untuk menunjukkan perilaku agresif ketika berinteraksi di lingkungan sekolah, dengan tujuan membuktikan mereka layak masuk ke suatu circle tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kualitas persahabatan berkaitan dengan perilaku bullying di antara siswa kelas VIII di SMPN 3 Abiansemal. Jenis pendekatan penelitian yang diterapkan yaitu korelasional desain cross-sectional. Penelitian melibatkan 77 siswa yang dipilih secara acak menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian dua kuesioner mengenai kualitas persahabatan dan perilaku bullying. Hasil analisis menyatakan bahwa karakteristik responden dominan berjenis kelamin perempuan yakni 53 siswa (68,8%), mayoritas responden berusia 14 tahun yaitu 50 siswa (64,9%), siswa memiliki kualitas persahabatan kategori sedang sebanyak 60 siswa (77,9%) dan perilaku bullying dengan kategori sedang sebanyak 63 siswa (81,8%). Mayoritas siswa melakukan perilaku bullying berupa relational bullying dengan persentase (52%). Hasil uji spearman rank menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kualitas persahabatan dengan perilaku bullying pada siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Abiansemal (p=0,005). Pentingnya kualitas persahabatan ditingkatkan melalui pengembangan program kegiatan team building, dapat diterapkan sekolah sebagai sarana bagi remaja meningkatkan rasa saling memiliki dalam membina persahabatan yang berkualitas.
HUBUNGAN STATUS KERJA DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG POSYANDU BALITA TERHADAP KUNJUNGAN KE POSYANDU Ni Kadek Dian Prabawati; Ni Luh Putu Eva Yanti; Ni Komang Ari Sawitri; Francisca Shanti Kusumaningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i02.p03

Abstract

Kesibukan ibu bekerja berdampak pada rendahnya partisipasi balita ke posyandu. Hal ini mengakibatkan pemantauan tumbuh kembang balita tidak optimal, sehingga berpotensi pada permasalahan status gizi balita seperti stunting, gizi kurang, dan gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status kerja ibu dan pengetahuan ibu tentang posyandu balita terhadap kunjungan ke posyandu di Desa Landih Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini berupa simple random sampling dengan total 72 ibu yang memiliki balita usia 0-5 tahun. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga bulan Juli 2025. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuisioner pengetahuan tentang pelayanan kesehatan di posyandu yang telah dimodifikasi dan data kunjungan diperoleh dari buku KMS. Hasil penelitian menggunakan uji analisis non-parametrik Chi-Square didapatkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara status kerja ibu dengan kunjungan ke posyandu balita (p-value=0,000). Ibu yang tidak bekerja cenderung lebih rutin mengunjungi posyandu. Selain itu, ditemukan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kunjungan ke posyandu balita (p-value=0,000), dengan ibu yang memiliki pengetahuan baik lebih sering melakukan kunjungan. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan dapat mendorong ibu untuk meluangkan waktu menghadiri Posyandu balita secara rutin serta meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya Posyandu sebagai sarana pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Selain itu, pemerintah desa diharapkan terus mendukung pelaksanaan Posyandu melalui upaya yang berkelanjutan. Perawat puskesmas bersama kader Posyandu juga diharapkan secara aktif memberikan motivasi dan meningkatkan kesadaran ibu balita agar rutin mengikuti kegiatan Posyandu. Peningkatan kesadaran tersebut dapat dilakukan melalui sosialisasi pada rapat bulanan desa, penyuluhan kesehatan, serta pemanfaatan media komunikasi antaribu di desa.