Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemberdayaan Keluarga Melalui Pemberian Pendidikan Kesehatan Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa Sulistiowati, Ni Made Dian; Prapti, Ni Ketut Guru; Sawitri, Ni Komang Ari; Utami, Putu Ayu Sani; Astuti, Ika Widi; Saputra, Kadek
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.516 KB)

Abstract

Kesehatan jiwa bisa dikatakan sebagai suatu kondisi sehat baik emosional, psikologis, dan juga social yang ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yang memuaskan antara individu dengan individu lainnya, memiliki koping yang efektif, konsep diri positif dan emosi yang stabil. Kurangnya pemahaman keluarga tentang bagaimana cara merawat akan menjadi salah satu masalah nantinya dalam memberikan support kepada pasien saat berada dirumah. Kesembuhan pasien salah satunya adalah dari support keluarga dimana dengan adanya pemahaman keluarga bahwa orang dengan gangguan jiwa dapat hidup dengan baik asalkan pasien dapat mengontrol perilaku dan emosinya dengan baik maka pasien dapat menjalani hidup dengan baik dan produktif ketika di masyarakat. Pemberian pendidikan kesehatan pada keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dirumah dengan menjelaskan kepada masing-masing keluarga tentang bagaimana cara merawat pasien dirumah serta mengidentifikasi kesulitan keluarga dalam melakukan perawatan pasien dirumah dapat memberikan pengetahuan sehingga kemampuan keluarga dalam merawat menjadi baik. Hasil yang didapatkan kemampuan keluarga mengalami peningkatan sebesar 10.01 pada kognitif dan 8.12 pada psikomotor keluarga setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan tentang bagaimana cara merawat keluarga dengan gangguan jiwa dirumah. Diharapkan kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat memberikan motivasi dan pengetahuan sehingga keluarga dapat membantu menjaga kondisi pasien dan mensupport pasien agar dapat menggunakan sumber daya dilingkungan sekitar tempat tinggalnya agar tetap stabil dan tidak terjadi kekambuhan.
Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kebersihan Gigi dan Mulut pada Lansia Pili, Yuvensius; Utami, Putu Ayu Sani; Yanti, Ni Luh Putu Eva
Jurnal Ners Widya Husada Vol 5, No 3 (2018): NOVEMBER
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.83 KB) | DOI: 10.33666/jners.v5i3.338

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut yang kurang dapat menimbulkan masalah bagi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kebersihan gigi dan mulut pada lansia terdiri dari usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, pengetahuan, motivasi, ketergantungan fisik, budaya, kecemasan, ekonomi lansia dan keluarga. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatancross sectional. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas I Penebel. Teknik pengambilan sampel  purposive sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Hasil penelitian secara signifikan menunjukkan ada hubungan antara kebersihan gigi dan mulut dengan pengetahuan (p value 0,013, r = 0,277), motivasi (p value 0,005, r = 0,311), ketergantungan fisik (p value 0,011, r = 0,285), ekonomi lansia dan keluarga (p value 0,000, r = 0,400), kecemasan (p value 0,0185, r = -0,265). Tidak terdapat hubungan antara budaya dengan kebesihan gigi dan mulut (p value 0,187, r = -0,149). Pemberian informasi kesehatan gigi dan mulut pada lansia pada saat kegiatan posyandu lansia dan melakukan pemerikasaan kebersihan gigi dan mulut yang diintegrasikan dalam kegiatan puskesmas keliling dapat dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia. Kata kunci: kebersihan gigi dan mulut, lansiaFACTORS RELATED TO ORAL HYGIENE  IN ELDERLYABSTRACTThe lack of oral hygiene become a problem for elderly. The main aims of this research is to analyze the related factors due to oral hygiene consists of age, sex, education degree, occupation, marital status, knowledge, motivation, physical dependence, culture, anxiety, economic of family and elderly. The design of this research were descriptive analytic and cross sectional. UPTD Puskesmas I Penebel was the location where this research was conducted. Purposes sampling technique was used with the total samples where 80 respondents. The results showed the significant correlation between oral hygiene and knowledge (p value 0,013, r = 0,277), motivation (p value 0,005, r = 0,311), physical dependence (p value 0,011, r = 0,285), economic of family and elderly (p value 0,0000, r = 0,400), anxiety (p value 0,0185, r = -0,265). There was no correlation between culture and oral hygiene (p value 0,187, r = -0,149). Based on this research, it is recomended that oral hygiene supposed to be clearly informed to elderly by elderly posyandu (integrated treatment) activities, and regularly oral hygiene checkup which is integrated in puskesmas (civic health Centre).Keywords: oral hygiene, elderly
Pengaruh Brain Gym Kolaborasi Gamelan Bali terhadap Stres pada Lansia Gunawati, Ni Putu Juliadewi Eka; Utami, Putu Ayu Sani; Yanti, Ni Luh Putu Eva
Jurnal Ners Widya Husada Vol 4, No 3 (2017): NOVEMBER
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.907 KB) | DOI: 10.33666/jners.v4i3.319

Abstract

Stres merupakan masalah psikologi yang sering dialami lansia. Stres berhubungan dengan perubahan dalam aktivitas sehari-hari, status sosial ekonomi rendah, isolasi sosial, serta penurunan kondisi mental. Penanganan non farmakologi yang bisa diberikan untuk manajemen stres pada lansia adalah brain gym. Brain gym merupakan senam yang menggerakan ekstremitas atas kanan dan kiri serta melibatkan kemampuan berpikir dan mengingat. Kolaborasi brain gym dengan gamelan Bali akan mengarahkan fokus dan konsentrasi lansia ke arah emosi yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh brain gym kolaborasi gamelan Bali terhadap stres pada lansia. Rancangan yang digunakan one group pre-test and post-test design terhadap 30 sampel lansia yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan penilaian terhadap stres sampel menggunakan kuesioner DASS 21. Pengukuran skor stres sebelum dan setelah intervensi menunjukan adanya penurunan stres dengan rata-rata sebesar dua. Hasil uji statistik Wilcoxon Rank Test didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh signifikan brain gym kolaborasi gamelan Bali terhadap stres lansia di Banjar Pucak Sari Denpasar Utara.Kata kunci: brain gym, gamelan bali, lansia, stresTHE INFLUENCE OF BALI GAMELAN COLLABORATION GYM BRAIN ON STRESS IN ELDERLYABSTRACTStress is a psychological problem which mostly experienced by the elderly. Stress is associated with changes in activities of daily life, low socioeconomic status, social isolation, and decrease in mental condition. Non-pharmacological treatment which can be given to manage stress in the elderly is the brain gym. Brain gym is an exercise program with movement the upper extremity of right and left and involving the capability to think and remembering. Brain gym collaboration with Balinese traditional music will lead the focus and concentration of elderly toward pleasing emotion. The purpose of research to determine the effect of brain gym collaboration with Balinese traditional music toward stress among the elderly. The design uses one group pre-test and post-test design performed by 30 samples chosen by saturated sample. Data were collected by evaluating of stress using DASS 21 questionnaires. The measurement of stress scores before and after the intervention shows a decrease in stress by an average of two. Wilcoxon rank test results obtained p value=0,000 (p<0,05) which means there is the influence of brain gym collaboration with Balinese traditional music on stress among the elderly in Banjar Pucak Sari North Denpasar.Keywords: balinese traditional music, brain gym, elderly, stress
KORELASI AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA Purmanti, Ni Luh Made Dwi; Utami, Putu Ayu Sani; Kamayani, Made Oka Ari
IPTEKMA Volume 9, No. 1, Februari 2020
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KORELASI AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun yang akan mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Lansia yang tidak mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari cenderung mengekspresikan ketidakpuasan pada kehidupan yang akan berpengaruh pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan kualitas hidup pada lansia. Desain penelitian yang digunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 124 lansia yang dipilih dengan cara Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner hasil modifikasi yaitu Aktivitas Sehari-hari Dasar dan Instrumental (ASDI) dan kuesioner WHOQOL-OLD. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki aktivitas sehari-hari mandiri (58,9%) dan memiliki kualitas hidup baik (53,2%). Uji statistik Spearman Rank (CI 95%, ? = 0,05), didapatkan hasil nilai p Value 0,000 dan nilai koefisien korelasi (r=+0,851), yang artinya terdapat hubungan positif kuat aktivitas sehari-hari dengan kualitas hidup pada lansia. Lansia diharapkan tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, berpakaian, BAB & BAK, berpindah, mobilisasi, berbelanja secara teratur untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
Performa Posyandu Lansia di Kota Denpasar Putu Ayu Sani Utami; Tuty Kuswardhani; I Made Ady Wirawan; Dyah Pradnyaparamita Duarsa
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v11i1.163

Abstract

Posyandu lansia merupakan wadah pengelolaan dan pembinaan lansia dalam bidang kesehatan di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa Posyandu lansia yang dilihat dari pelaksanaan dan pemanfaatannya oleh lansia di Kota Denpasar. Desain Penelitian adalah Deskriptif dengan metode survey. Sampel adalah lansia berjumlah 165 orang dengan kriteria inklusi berusia mulai 60 tahun di Banjar yang memiliki program Posyandu Lansia dan tidak mengalami gangguan pendengaran di Kota Denpasar dengan teknik simple random sampling. Hasilnya diketahui Posyandu lansia yang terbentuk di Kota Denpasar sebanyak 70.5% dan 52.96% merupakan Posyandu lansia yang aktif. Rata-rata penyelenggaraan program posyandu lansia di Kota Denpasar telah menerapkan sistem 5 meja, difasilitasi oleh Puskesmas setempat dan kader lansia. Lansia yang rutin mengikuti kegiatan Posyandu setiap bulan sebanyak 30.9%. Bagi lansia yang pernah merasakan layanan Posyandu lansia, 15.2% menyatakan tidak puas dengan pelayanan Posyandu. Meskipun angka ini relatif kecil namun kondisi ini patut diperhatikan untuk meningkatkan minat dan partisipasi lansia mengakses layanan dan memandirikan lansia dalam menjaga kesehatan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi lansia berupa memberikan kegiatan yang lebih variatif, memfasilitasi hobi, melatih produktifitas, waktu pelaksanaan yang menyesuaikan dengan waktu luang lansia seperti dilakukan sore hari dan ada kegiatan budaya seperti menari, menabuh dan membuat anyaman upakara sebagai bagian dari kegiatan pemberdayaan. Harapannya Posyandu lansia dapat membina kesehatan secara holistik baik fisik, kognitif, mental, sosial dan spiritual; menyalurkan minat lansia; memacu produktifitas dan meningkatkan rasa kebersamaan diantara lansia.
Pemberdayaan Keluarga Melalui Pemberian Pendidikan Kesehatan Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa Ni Made Dian Sulistiowati; Ni Ketut Guru Prapti; Ni Komang Ari Sawitri; Putu Ayu Sani Utami; Ika Widi Astuti; Kadek Saputra
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.516 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.2.2015.57-60

Abstract

Kesehatan jiwa bisa dikatakan sebagai suatu kondisi sehat baik emosional, psikologis, dan juga social yang ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yang memuaskan antara individu dengan individu lainnya, memiliki koping yang efektif, konsep diri positif dan emosi yang stabil. Kurangnya pemahaman keluarga tentang bagaimana cara merawat akan menjadi salah satu masalah nantinya dalam memberikan support kepada pasien saat berada dirumah. Kesembuhan pasien salah satunya adalah dari support keluarga dimana dengan adanya pemahaman keluarga bahwa orang dengan gangguan jiwa dapat hidup dengan baik asalkan pasien dapat mengontrol perilaku dan emosinya dengan baik maka pasien dapat menjalani hidup dengan baik dan produktif ketika di masyarakat. Pemberian pendidikan kesehatan pada keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dirumah dengan menjelaskan kepada masing-masing keluarga tentang bagaimana cara merawat pasien dirumah serta mengidentifikasi kesulitan keluarga dalam melakukan perawatan pasien dirumah dapat memberikan pengetahuan sehingga kemampuan keluarga dalam merawat menjadi baik. Hasil yang didapatkan kemampuan keluarga mengalami peningkatan sebesar 10.01 pada kognitif dan 8.12 pada psikomotor keluarga setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan tentang bagaimana cara merawat keluarga dengan gangguan jiwa dirumah. Diharapkan kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat memberikan motivasi dan pengetahuan sehingga keluarga dapat membantu menjaga kondisi pasien dan mensupport pasien agar dapat menggunakan sumber daya dilingkungan sekitar tempat tinggalnya agar tetap stabil dan tidak terjadi kekambuhan.
Pengendalian Faktor Risiko Hipertensi Pada Agregat Lansia Melalui Kunjungan Rumah Putu Ayu Sani Utami; Junaiti Sahar; Widyatuti Widyatuti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v16i1.14

Abstract

Kunjungan rumah merupakan bentuk pelayanan keperawatan yang dilakukan di rumah lansia, berfungsi untuk mengendalikan faktor risiko hipertensi pada agregat lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengendalian faktor risiko hipertensi pada agregat lansia yang sudah dan belum mendapatkan kunjungan rumah di sebuah Kelurahan di Depok. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif komparatif dengan pendekatan cross sectional. Melalui teknik cluster random sampling diperoleh 176 lansia yang terbagi dalam kelompok yang mendapatkan kunjungan rumah dan yang tidak. Data dianalisis dengan chi square, independent t-test dan Mann Withney test. Hasil penelitian membuktikan bahwa pengaturan diet, pembatasan perilaku merokok, manajemen stres, pengendalian tekanan darah, pengaturan perilaku berolahraga dan status gizi lansia yang mendapatkan kunjungan rumah lebih baik dibandingkan lansia yang tidak. Tingkat stress, tekanan darah sistolik dan diastolik pada agregat lansia dengan hipertensi yang belum mendapatkan kunjungan rumah lebih tinggi dibandingkan lansia yang mendapatkan kunjungan rumah. Upaya promotif dan preventif yang dilakukan perawat komunitas melalui kunjungan rumah dapat mengendalikan faktor risiko hipertensi pada agregat lansia.
Pengaruh Senam Otak Terhadap Tingkat Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati Singaraja Ni Putu Aniek Ratna Sari; Putu Ayu Sani Utami
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Menua adalah proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri. Salah satu masalah kesehatan yang dialami lansia adalah stres. Jika stres tidak diatasi maka dapat mempengaruhi sistem tubuh. Salah satu cara mengatasi stres adalah dengan senam otak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh senam otak terhadap tingkat stres lansia di PSTW Jara Mara Pati Singaraja. Metode: Desain yang digunakan adalah one group pretest posttest design dengan jumlah sampel 36 responden yang mengalami tingkat stres ringan dan sedang. Kuisioner yang digunakan adalah PSS-10. Hasil: Hasil analisa data yang diperoleh dengan uji Wilcoxon (tingkat kepercayaan 95%) adalah p=0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh senam otak terhadap tingkat stres lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati Singaraja. Simpulan: Senam otak baik untuk menurunkan stres pada lanisa dan dapat diterapkan di PSTW Jara Mara Pati Singaraja secara bergantian dengan senam kesegaran jasmani. Kata kunci: lansia, tingkat stres, senam otak
Pengaruh Terapi Reminiscence Terhadap Stres Lansia di Banjar Luwus Baturiti Tabanan Bali Ni Putu Nariska Rahayuni; Putu Ayu Sani Utami; Kadek Eka Swedarma
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Stres pada lansia adalah perasaan tertekan, cemas dan tegang yang diakibatkan oleh stresor berupa perubahan fisik, mental, dan sosial lansia yang mempengaruhi status emosional dan menimbulkan penyakit. Pengelolaan stres lansia dapat dilakukan dengan terapi reminiscence yang menggunakan memori dan kenangan masa lalu untuk menjaga kesehatan mental lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi reminiscence terhadap stres lansia.   Metode: Desain pada penelitian ini adalah quasi-experimental yaitu nonequivalent control group design. Sampel terdiri dari 34 lansia yang dipilih secara purposive sampling, dibagi menjadi 17 lansia kelompok perlakuan dan 17 lansia kelompok kontrol dan pengumpulan data dilakukan menggunakan Stress Assessment Questionnaire (SAQ).   Hasil: Hasil analisis uji independent sample t-test dengan tingkat kemaknaan 95% menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terapi reminiscence terhadap stres pada lansia.   Simpulan: Kegiatan bercerita kenangan masa lalu dapat membantu lansia berinteraksi dan mengungkapkan perasaannya kepada keluarga dan teman sehingga lansia mampu beradaptasi terhadap stres.   Kata kunci: lansia, stres, terapi reminiscence
Recreational Activities and Travel Choices of the Elderly Putu Ayu Sani Utami; Ni Ketut Guru Prapti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 2 No 2 (2020): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.093 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v2i2.135

Abstract

Recreation is a way to get consolation for the elderly. The aim of this study is to analyze recreational activities and travel choices of the elderly who live in Denpasar city, Bali, Indonesia. The study used a descriptive method. The sample consisted of 100 elderly selected by convenience sampling technique. The data was collected by questionare and analyzed using frequency distribution. The results show that even though Bali is a tourist destination and there is an easy access for the elderly who live in the cities, it does not guarantee they come to every tourist spot, seen from most of the elderly (64%) had never done any recreational activities after entering old age. The main obstacle that prevented the elderly from doing recreational activities was taking care of grandchildren (46%). Characteristics of destination locations for elderly travel choices especially have a calm environment (26.9%). The favorite recreation destination is places of worship (63.9%). After recreation, they felt happy and refreshed (88.8%). Recreation can be a fun entertainment for the elderly in their daily routines activities to reduce boredom, but in recreation they should be accompanied by family and pay attention to the characteristics of their favorite tourist spot.
Co-Authors A.A Ngurah Taruma Wijaya Aditya Perdana, I Putu Adwinayanti , Ni Gusti Ayu Made Aprillia Agestina , Ni Putu Aggri Sugi Anom Kusuma Dewi, Sagung Aris Mudariani Arjawa, I Gst Pt Bagus Suka Arry Suarthawan, Made Aryana, I Gusti Putu Suka Ayu Agustina Dewi, Ni Made Ayu Ervyna Ayuni, Ni Luh Sri Candra Vali Devi Dasi Desak Made Novi Andayani Desak Made Widyanthari Dewi, Putu Siska Dyah Pradnyaparmita Duarsa Gunawati, Ni Putu Juliadewi Eka Gusti Ayu Kade Dewi Mahayani I Gusti Ayu Pramitaresthi I Gusti Putu Eka Raditya I Gusti Putu Suka Aryana I Kadek Saputra I Made Ady Wirawan I Made Suryana I Wayan Surasta Ida Ayu Agung Sukma Sastrika Ika Widi Astuti Ika Widi Astuti, Ika Widi Indah Mei Rahajeng Jamil Achmawati Novel, Shakira Jayantari, I Gusti Agung Mas Rwa Junaiti Sahar Juniati Sahar Kadek Eka Swedarma Kadek Saputra Kadek Saputra, Kadek Komang Menik Sri Krisnawati Komang Suwari Made Ayu Witriasih Made Diah Lestari Made Diah Lestari Made Oka Ari kamayani, Made Oka Ari Made Rini Damayanti Saputra Mariska, Luh Putu Melda Meliana , Kadek Wanda Meril Valentine Manangkot Ni Kadek Alya Damayanti Ni Kadek Ayu Putriyani Ni Kadek Novi Ansari Ni Ketut Guru Prapti Ni Komang Ari Sawitri Ni Komang Ari Sawitri Ni Luh Diah Pradnya Kerthiari Ni Luh Gede Padma Peratiwi Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Luh Putu Sulyastini Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made Gita Anindita Nirmala Putri Ni Putu Aniek Ratna Sari Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Juliadewi Eka Gunawati Ni Putu Nariska Rahayuni Nyoman Agus Jagat Raya Nyoman Anggun Anggraini Sukma Octaviana Timorisa Aruan Pande Komang Sudiantika Pili, Yuvensius Purmanti, Ni Luh Made Dwi Puspita Dewi, Ni Kadek Santi Putra, Gede Rionald Ariwahyu Putu Ayu Asri Damayanti Putu Ayu Emmy Savitri Karin Putu Oka Yuli Nurhesti R. A.T. Kuswardhani Supadmi, Ni Luh Putu Arista Widiastuti, Ni Wayan Regitha Widyatuti Yunita Nur Fadilla