Khaerul Umam
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Contextualization of Female Imam Hadith in Indonesia: An Analysis of Sanad and Matan Khaerul Umam; Atiyatul Ulya
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i2.3312

Abstract

The hadith prohibiting female imams has always been a topic of discussion among Muslims in Indonesia, as this argument has always been used as an obstacle to empowerment. Therefore, this paper aims to analyze the prohibition of female imams from various perspectives and its contextualization for Muslims in Indonesia. The method used is descriptive qualitative, sourced from literature studies with a critical approach to the sanad and matan of the hadith. The results of this study conclude that from the perspective of sanad studies, the hadith regarding the prohibition of female imams is of weak quality and from the perspective of matan, it is also problematic because it contradicts the verses of the Qur'an. The practice of female imams in the contemporary era in Indonesia is permissible if there is a valid religious reason, such as the absence of competent men, or if it is based on a mutual agreement that results in the common good.
Reinterpretasi Hadis Larangan Minum Sambil Berdiri Perspektif Hermeneutika Schleiermacher Khaerul Umam
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v10i2.42692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagimana penerapan teori hermeneutika Schleiermacher terhadap hadis “larangan minum sambil berdiri”. Dalam hal ini Schleiermacher menawarkan dua teori dalam memahami teks, yakni hermeneutik gramatikal dan psikologis. Di samping itu, sumber data yang dilampirkan pada tulisan ini berupa sumber primer yang didasarkan pada kitab hadis otoritatif dan sekunder yang dihasilkan dari buku atau jurnal yang bersangkutan dengan melalui kajian kepustakaan. Metode penelitian pada tulisan ini menggunakan kualitatif yang berbentuk sebuah pernyataan. Kemudian, untuk menganalisis, penulis menggunakan analisis deskriptif dimana mengumpulkan data-data sesuai dengan yang sebenarnya, yang kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan inti pembahasan. Sehingga hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa hadis “larangan minum sambil berdiri” tidak dimaknai sebagai “berdiri” melainkan “berjalan” yang didasari pada kata kunci ketika sedang minum harus dalam keadaan “tenang” baik dalam keadaan duduk maupun berdiri. Dengan demikian teori yang digagas oleh Schleiermacher relevan serta dapat digunakan dalam memahami teks hadis.