Benny Subiantoro
Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PROSES PEMBELAJARAN SENI KRIYA LOGAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIVEMEN DEVISION (STAD) PADA SISWA KELAS VIII A MTs. MUHAMMADIYAH LEMPANGANG KABUPATEN GOWA fidayati; Benny Subiantoro; meisar ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 1 No 2 (2011): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/vekd1w09

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah secara umum untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembelajaran seni kriya logam pada mata pelajaran seni budaya pada siswa Kelas VIII A MTs. Muhammadiyah Lempangang Kabupaten Gowa dalam membuat seni kriya logam dengan menggunakan teknik timbul.Penelitian ini merupakan strategi belajar mengajar yang bertujuan untuk menentukan semangat dan memotivasi belajar siswa dan mengembangkan kreativitas belajar siswa dalam berkarya seni kriya logam dan dapat mendorong siswa belajar secara sistematis. Penelitian ini dilakukan di MTs. Muhammadiyah Lempangang Kabupaten Gowa di Kelas VIII A dengan jumlah 1 Kelas, dengan siswa sebanyak 30 orang, sampel 30 orang. Menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif.Hasil ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran kriya logam melalui model pembelajaran Student Team Achivemen Division (STAD) pada siswa Kelas VIII A MTs. Muhammadiyah Lempangang Kabupaten Gowa dalam membuat seni kriya logam sudah lumayan baik dari 30 orang yang terdiri dari lima kelompok dan tiga kelompok yang paling baik dari cara mendesainnya maupun sampai proses penyelesaian dan itu menunjukkan bahwa mereka sangat termotivasi dalam membuat seni kriya logam. Namun disisi lain masih ada sebagian dua kelompok yang belum terlalu berani dan tidak terlalu mengerti dalam proses pembuatan kriya logam dan siswa merasa kesulitan dalam proses pemindahan desain kertas A4 ke permukaan logam.
MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA KELAS VIII SMP HASANUDDIN GOWA DALAM MENGGAMBAR ILUSTRASI TEKNIK POINTILIS Andi Nurafifah; Benny Subiantoro; Meisar Ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 3 No 1 (2013): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/p576q442

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindak Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Hasanuddin Gowa dengan jumlah siswa 33 orang, terdiri atas 12 siswa perempuan dan 21 siswa laki-laki. Penelitian ini terdiri atas dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Menggambar ilustrasi dengan menggunakan teknik pointilis, dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas VIII B SMP Hasanuddin Gowa. Hal ini berdasarkan hasil penilaian pada kondisi awal mengenai kreativitas siswa menunjukkan aspek fluency 30,71%, aspek flexibility 27,5%, aspek elaboration 30,71%, aspek Originality 30,44%, sehingga skor rata- rata keseluruhan 30,44% ( kriteria kurang). Selanjutnya pada siklus I aspek fluency 60,35%, flexibility 46,21%, elaboration 52,14%, Originality 60%sehingga skor rata-rata sebesar 54,67% ( kriteria cukup). Kemudian pada siklus II aspek  fluency 79,28%,  flexibility 82,5%,  elaboration 81,78%, Originality 81,07%, sehingga skor rata-rata keseluruhan sebesar 81,15% (kriteria sangat baik). Penelitian dihentikan pada siklus II karena dudah memenuhi kriteria keberhasilan >81%, (2) Meningkatnya kreativitas hasil karya siswa pada kondisi awal hingga siklus II. Peneliti menyimpulkan bahwa, Menggambar ilustrasi dengan menggunakan teknik pointilis dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas VIII B SMP Hasanuddin Gowa.
PEMBELAJARAN SENI KRIYA DENGAN TEKNIK PAPER CUTTINGPADA SISWA KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH DISAMAKAN MAKASSAR Fanis Nurul Fitrah; Andi Baetal Mukaddas; Benny Subiantoro
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 7 No 2 (2017): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/486bxp35

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui proses dan kualitas pembelajaran Seni Kriya dengan teknik paper cutting pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Disamakan Makassar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, tes praktik, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran paper cutting mampu meningkatkan semangat berkarya siswa serta menghasilkan karya dengan kualitas yang cukup memuaskan, meskipun pengetahuan awal siswa tentang teknik tersebut masih terbatas.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI KRIYA GERABAH MELALUI MODEL STUDENT TEAMS ACHIVERMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS VIII SMP 4 TANETE RIAJA KABUPATEN BARRU M. Rusli. S; Benny Subiantoro; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2014): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/rvfa9w35

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah secara umum untuk mengetahui proses berkreasi karya seni kriya gerabah dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Devision ( STAD ) pada Siswa Kelas VIII SMPN Tanete Riaja. Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil kemampuan berkreasi siswa dalam membuat seni kriya gerabah. Penelitian ini merupakan strategi belajar mengajar yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat dan memotivasi belajar siswa dan mengembangkan kreativitas belajar siswa dalam berkarya seni kriya dan dapat mendorong siswa belajar secara sistmatis. Penelitian ini dilakukan di SMPN 4 Tanete Riaja Kelas VIII dalam proses pembuatan seni kriya gerabah menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Dengan menggunakan teknik analis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa berkreasi dalam pembuatan seni kriya gerabah dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Devision ( STAD ) pada siswa kelas VIII SMPN 4 Tanete Riaja dalam membuat seni kriya gerabah sudah lumayan baik dari 27 siswa terbagi menjadi 5 kelompok dan 4 kelompok mendapatkan kategori baik sedangkan 1 kelompok masuk dalam kategori sangat baik, mulai dari cara mendesain, pembentukan badan gerabah, pembakaran dan sampai pada proses penyelesaian. Dan itu menunjukkan bahwa mereka sangat termotifasi dalam membuat seni kriya gerabah.
PEMBUATAN MINIATUR PERAHU PINISI DI DESA ARA KECAMATAN BONTO BAHARI KABUPATEN BULUKUMBA Amriani; Abdul Kahar Wahid; Benny Subiantoro
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 12 No 2 (2022): HARMONI: OCTOBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/79tw8t74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembuatan miniatur perahu pinisi di Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan miniatur perahu pinisi meliputi persiapan bahan dan alat, pemotongan dan penghalusan kayu, perakitan badan perahu, pemasangan buritan, haluan, baling-baling, serta pemasangan layar dan tali. Bahan yang digunakan antara lain kayu jati, kayu nangka, dan kayu bayam, dengan berbagai alat pendukung seperti gurinda dan gergaji. Faktor penghambat dalam proses produksi adalah kerusakan alat dan pemadaman listrik yang menghambat kelancaran pembuatan