Lara Santi Indah
Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gangguan Menstruasi Pada Pengguna Kontrasepsi Hormonal Di PMB Hj Euis Desa Cibogo Kabupaten Subang: Menstrual Disorders Among Hormonal Contraceptive Users at the Hj Euis Community Health Center Cibogo Village, Subang Regency Chita Yustika Putri Gandari; Lara Santi Indah; Fifi Citra Wiryadi
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.374

Abstract

Gangguan menstruasi merupakan salah satu efek samping yang sering dialami oleh pengguna kontrasepsi hormonal, khususnyasuntik, yang dapat memengaruhi kenyamanan serta kualitas hidupwanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambarangangguan menstruasi pada pengguna kontrasepsi hormonal di PMB Hj. Euis Desa Cibogo Kabupaten Subang. Penelitian inimenggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian ini berdasarkanyang datang periode 4 Juli-8 Juli, yang dipilih menggunakan teknikaccidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwasebagian besar pada akseptor kontrasepsi hormonal memilikigangguan menstruasi yaitu oligomenorea sebanyak 45%. Sebagian besar gangguan mentruasi pada akseptor kontrasepsi hormonal suntik yaitu sebanyak 45%. Dan akseptor kontrasepsi hormonal di PMB Hj. Euis Desa Cibogo Kabupaten Subang mayoritas akseptorKontrasepsi Hormonal menggunakan KB suntik dan memilikigangguan menstruasi Oligomenorea sebanyak 32%. Hasil inimenunjukkan adanya keterkaitan antara penggunaan kontrasepsihormonal dan gangguan pola menstruasi. Edukasi dan konselingyang berkelanjutan diperlukan bagi akseptor KB hormonal agar mereka lebih siap secara fisik dan psikologis dalam menghadapi efeksamping tersebut. Menstrual disorders are one of the side effects often experienced by users of hormonal contraceptives, especially injections, which can affect women's comfort and quality of life. This study aims to determine the description of menstrual disorders in users of hormonal contraceptives at PMB Hj. Euis, Cibogo Village, Subang Regency. This study used a descriptive method. The research sample was based on those who came during the period of July 4-8, selected using accidental sampling technique. Data were collected through interviews and analyzed using univariate analysis. The results showed that the majority of hormonal contraceptive users experienced menstrual disorders, specifically oligomenorrhea, at a rate of 45%. Most menstrual disorders in injectable hormonal contraceptive users were 45%. The majority of hormonal contraceptive users at PMB Hj. Euis in Cibogo Village, Subang Regency, used injectable contraceptives and had oligomenorrhea menstrual disorders at a rate of 32%. These results indicate a correlation between the use of hormonal contraception and menstrual pattern disorders. Continuous education and counseling are needed for hormonal contraceptive users so that they are better prepared physically and psychologically to deal with these side effects.
Faktor Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Lengkap Pada Balita Posyandu RW 17 Desa Serang Mekar Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung: Maternal Factors in Providing Complete Immunization to Toddlers at Integrated Health Post (Posyandu) RW 17 Serang Mekar Village Ciparay District Bandung Regency Mutiara alia zahra; Hanny Yuli Andini; Lara Santi Indah
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i2.440

Abstract

Imunisasi merupakan upaya preventif penting dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Meskipun program imunisasi telah dilaksanakan secara rutin, cakupan imunisasi dasar lengkap di beberapa daerah masih belum optimal, termasuk di Desa Serang Mekar, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor ibu dalam pemberian imunisasi lengkap pada balita di Posyandu RW 17. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional . Data diperoleh dari data sekunder dan wawancara menggunakan kuesioner kepada ibu balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ibu paling banyak didapat ibu yang memiliki Pendidikan SD, pekerjaan ibu paling banyak didapat pada ibu yang bekerja, jumlah anak (paritas) paling banyak didapat pada ibu grande multipara. Oleh karena itu, peningkatan edukasi kesehatan dan penguatan dukungan ibu sangat diperlukan guna meningkatkan cakupan imunisasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dan pemerintah dalam merancang intervensi yang tepat.   Abstract Immunization is a crucial preventive effort to reduce morbidity and mortality caused by Vaccine-Preventable Diseases (VPD). Although routine immunization programs have been implemented, the coverage of complete basic immunization in several regions remains suboptimal, including in Serang Mekar Village, Ciparay Subdistrict, Bandung Regency. This study aims to determine maternal factors in providing complete immunization toddlers at Posyandu  RW 17. The research design used is descriptive quantitative with a cross-sectional approach. Data were obtained through secondary data extraction and structured questionnaires for mothers of toddlers. The results of the study showed that the highest maternal education was obtained by mothers who had elementary school education, the highest maternal occupation was obtained by working mothers, the highest number of children (parity) was obtained by grande multipara mothers. Therefore, enhancing maternal health education and strengthening family involvement are essential to improve immunization coverage. This study is expected to serve as a reference for health workers and policymakers in designing effective interventions to increase immunization rates.