Rahmat Syah
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ESTETIKA PATUNG IKAN CENTER POINT OF INDONESIA (CPI) MAKASSAR Rahmat Syah; Meisar Ashari; Roslyn
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 11 No 1 (2021): HARMONI: APRIL 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/rx2crb09

Abstract

Patung sebagai karya seni rupa memiliki fungsi yang tidak hanya sebatas elemen dekoratif, melainkan juga sebagai media penyampai pesan dan simbol identitas suatu ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estetika Patung Ikan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar melalui pendekatan teori estetika Herbert Read, yang  menekankan pada tiga aspek utama, yaitu contour (bentuk), content (isi), dan context (tujuan). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bentuk, Patung Ikan di CPI Makassar menampilkan bentuk organik yang berpadu dengan elemen geometris, menghadirkan kesan dinamis, modern, dan monumental. Dari sisi makna atau isi, patung ini merepresentasikan identitas maritim Kota Makassar, di mana ikan melambangkan sumber kehidupan, kesuburan, dan budaya pesisir, sedangkan warna emas menyimbolkan kemakmuran, keagungan, serta kebanggaan masyarakat setempat. Sementara itu, dalam konteks pembangunannya, Patung Ikan berfungsi dan bertujuan sebagai landmark kawasan CPI yang tidak hanya memperindah ruang publik, tetapi juga menjadi daya tarik wisata, memperkuat citra Makassar sebagai kota maritim dengan visi global, serta mendukung pembangunan kawasan urban. Namun demikian, makna simbolik patung ini belum sepenuhnya dipahami masyarakat karena minimnya informasi pendukung dan sosialisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberadaan Patung Ikan CPI Makassar tidak hanya memperkaya visual ruang kota, tetapi juga memiliki potensi besar untuk memperkuat identitas lokal apabila dimaknai, dipahami, dan dilestarikan secara lebih mendalam oleh masyarakat