Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN SISTEM INFORMASI LINGKUNGAN MELALUI PEMETAAN PARTISIPATIF DAN PEMBUATAN DENAH WILAYAH RT 25 DAN RT 27 DI KELURAHAN PRAPATAN KOTA BALIKPAPAN: PENGUATAN SISTEM INFORMASI LINGKUNGAN MELALUI PEMETAAN PARTISIPATIF DAN PEMBUATAN DENAH WILAYAH RT 25 DAN RT 27 DI KELURAHAN PRAPATAN KOTA BALIKPAPAN Siska Ayu Kartika; Crespo Yushar Supardi; Aditya Ramadhan Permana; Fransye Joni Pasau; Siti Norhidayah; Anwar Fattah
ABDIMAS UNWAHAS Vol. 11 No. 1 (2026): Abdimas Unwahas
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v11i1.15458

Abstract

Perkembangan kawasan permukiman di wilayah RT 25 dan RT 27 Kelurahan Prapatan Kota Balikpapan menuntut tersedianya sistem informasi lingkungan yang terstruktur pada tingkat rukun tetangga (RT). Wilayah ini memiliki karakteristik pemukiman padat dengan jalur akses yang saling terhubung namun sempit, sehingga memerlukanvisualisasi tata letak yang sistematis. Keterbatasan informasi spasial di lingkungan masyarakat seringkali menyebabkan kesulitan dalam mengidentifikasi lokasi rumah warga maupun memberikan informasi alamat kepada pihak luar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan bertujuan untuk menyediakan media informasi spasial berupa denah wilayah partisipatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi partisipatif, dimana kegiatan ini diawali dengan survey untuk pengumpulan data spasial wilayah, pembuatan denah wilayah, serta pemasangan denah pada lokasi strategis di lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemasangan denah wilayah mampu meningkatkan aksesibilitas informasi bagi warga maupun pihak luar, memudahkan identifikasi lokasi rumah warga, serta mendukung efektivitas pelayanan administrasi pada tingkat RT. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pemetaan partisipatif tidak hanya menghasilkan luaran fisik, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan literasi spasial masyarakat dalam mengenali struktur lingkungannya.
Pengaruh Kecepatan Potong dan Kecepatan Pemakanan terhadap Kekasaran Permukaan Baja ST42 pada Proses Pembubutan Konvensional Budha Maryanti; Fransye Joni Pasau; Veryyon Harahap; Lia Pongsapan; Renaldi Putra
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/dm3ctk40

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kecepatan potong, kecepatan pemakanan, dan kedalaman potong terhadap kekasaran permukaan hasil pembubutan baja karbon ST42. Pengujian dilakukan menggunakan mesin bubut konvensional dengan spesimen ST42 berdiameter 30 mm dan panjang 50 mm. Parameter permesinan divariasikan pada kecepatan potong 100–500 rpm, kecepatan pemakanan 2,25–2,50 mm/rev, serta kedalaman potong 1,5 mm dan 2,5 mm. Pengukuran kekasaran permukaan dilakukan menggunakan surface roughness tester Mitutoyo SJ-310. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan potong menurunkan kekasaran permukaan, sedangkan peningkatan kecepatan pemakanan meningkatkan kekasaran. Nilai kekasaran permukaan terendah sebesar 3.792 µm diperoleh pada kecepatan potong 500 rpm, kecepatan pemakanan 2,25 mm/rev, dan kedalaman potong 2,5 mm
Studi Analisis Perbandingan Laju Korosi Pada Permukaan Material Plat Aluminium 1100-0 Dengan Menggunakan Inhibitor Cat Epoxy Diton 9120 Primer Grey Dalam Larutan Air Laut K3Fe 9,0%, NaOH 4,76% Yuliana Simons; Fransye Joni Pasau; Muhammad Syarif; Yosua Lau Yalla; Dwi Yusprasetyo
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/nzwgxy77

Abstract

Masalah korosi merupakan suatu material yang prosesnya berjalan lambat. Berbagai faktor dapat mempengaruhi terjadinya korosi diantaranya lingkungan campuran logam dan lain-lain. Aluminium mudah dibentuk, bisa ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi kabel, dan diekstrusi menjadi batang dengan berbagai bentuk penampang. Inhibitor secara umum adalah zat kimia. Penggunaan tiga jenis larutan yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju korosi pada permukaan plat aluminium 1100-0. Larutan HCl menunjukkan tingkat korosivitas paling tinggi karena sifatnya sebagai asam kuat yang mampu melarutkan lapisan oksida pelindung aluminium, sehingga mempercepat terjadinya reaksi elektrokimia dan meningkatkan laju korosi secara signifikan. Penggunaan inhibitor berupa cat epoxy diperlukan sebagai pelindung permukaan aluminium 1100-O karena material ini rentan mengalami korosi ketika terpapar langsung oleh larutan yang bersifat asam, oksidatif, maupun basa. Cat epoxy berfungsi sebagai lapisan penghalang yang efektif untuk mencegah kontak langsung antara permukaan aluminium dan lingkungan korosif.