Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pembebanan Overload Bucket Terhadap Kekuatan Material Komponen Arm Pada Excavator Hitachi 2500 Tipe Backhoe Lia Pongsapan
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 3, No 2 (2015): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu )
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v3i2.86

Abstract

AbstractProcess coal mining use hitachi excavator 2500 type of backhoe to lift of coal and top soil. Maximum capacities of bucket according to manufacturer standard is 27 ton, but actually bucket of overload condition with payload capacities go up 37,95 ton. This research analyse strength  component of arm at condition of overload activity. Material of Arm is material of structural SS400 steel with permission tension boundary (yielding point) equal to 205-245 N/mm2 and at second part of bracket tied on material HT 590 with permission tension boundary (yielding point) 500-515 N/mm2. The result showed that the components  arm at condition overload activity has force and tension  increase 23-27 % from condition of normal activity. Maximum tension at front  hydraulic cylinder pivot 62,704 N/mm2, while maximum tension at bracket happened in bracket slider bushing at condition overload activity 428 N/mm2. Value both of the tension smaller than material permission tension so that materials at component of arm  in compliance with applicable standards and met the eligibility safe condition. Keywords : Bucket excavator, condition of overload activity, analyse strength, safe condition. AbstrakProses penambangan batubara menggunakan excavator hitachi 2500 tipe backhoe untuk mengangkat batubara dan top soil. Kapasitas maksimum bucket sesuai standar pabrikan adalah 27 ton, tetapi kenyataan di lapangan bucket mengalami overload dengan kapasitas muatan naik sampai 37,95 ton. Penelitian ini menganalisa kekuatan komponen arm menahan bucket pada kondisi kerja overload. Material arm terbuat dari material structural steel SS400 dengan batas tegangan ijin (yielding point) seesar 205-245 N/mm2 dan pada bagian bracket disambung dengan material HT 590 dengan batas tegangan ijin (yielding point) sebesar 500-515 N/mm2. Hasil penelitian memperlihatkan kenaikan nilai gaya dan tegangan pada komponen arm pada kondisi pembebanan overload sebesar 23-27 % dari kondisi pembebanan normal. Tegangan maksimum pada front hydraulic cylinder pivot sebesar 62,704 N/mm2, sedangkan tegangan maksimum pada bracket terjadi di bushing slider bracket pada saat pembebanan overload sebesar 428 N/mm2. Nilai kedua tegangan tersebut lebih kecil dari tegangan ijin material sehingga material pada komponen arm telah sesuai dengan standar kelayakan dan dinyatakan aman. Kata kunci : Bucket excavator, kondisi kerja overload, analisa tegangan,kondisi aman.
Analisis Perubahan Frekuensi Motor Listrik Penggerak Pompa Hidrolik Terhadap Well Tractor Performance Lia Pongsapan; Raditio Rahar; Gunawan Gunawan
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 12 No 1 (2024): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v12i1.2052

Abstract

Well tractor is a crucial tool in the oil and gas industry that enhances efficiency and productivity. This research aims to analyze the impact of changing the frequency of the electric motor driving the hydraulic pump on the performance of the well tractor. The experimental design involves using a well tractor with an electric motor whose frequency can be varied from 30 Hz to 60 Hz as the independent variable. At the same time, pull force and speed serve as dependent variables. The pull force on the well tractor is measured using a load cell, while speed is calculated using a digital tachometer. The research results indicate a positive and significant relationship between the frequency of the electric motor and the pull force and speed of the well tractor. As the frequency of the electric motor increases, so does the pull force and speed of the well tractor. The increase in pull force on the well tractor is caused by the increase in the rotational speed of the hydraulic pump, which is proportional to the frequency of the electric motor. This research demonstrates that using an electric motor with a higher frequency can enhance the performance of the well tractor. However, it should be noted that increasing the frequency of the electric motor can also lead to higher power consumption. Therefore, an economic analysis is necessary to determine the optimal frequency of the electric motor.
Pengaruh Kecepatan Potong dan Kecepatan Pemakanan terhadap Kekasaran Permukaan Baja ST42 pada Proses Pembubutan Konvensional Budha Maryanti; Fransye Joni Pasau; Veryyon Harahap; Lia Pongsapan; Renaldi Putra
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/dm3ctk40

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kecepatan potong, kecepatan pemakanan, dan kedalaman potong terhadap kekasaran permukaan hasil pembubutan baja karbon ST42. Pengujian dilakukan menggunakan mesin bubut konvensional dengan spesimen ST42 berdiameter 30 mm dan panjang 50 mm. Parameter permesinan divariasikan pada kecepatan potong 100–500 rpm, kecepatan pemakanan 2,25–2,50 mm/rev, serta kedalaman potong 1,5 mm dan 2,5 mm. Pengukuran kekasaran permukaan dilakukan menggunakan surface roughness tester Mitutoyo SJ-310. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan potong menurunkan kekasaran permukaan, sedangkan peningkatan kecepatan pemakanan meningkatkan kekasaran. Nilai kekasaran permukaan terendah sebesar 3.792 µm diperoleh pada kecepatan potong 500 rpm, kecepatan pemakanan 2,25 mm/rev, dan kedalaman potong 2,5 mm
Analisis Penyebab Keretakan Pada Drill Pipe 5 Inch Di Wilayah Kerja Rig Raisis Sadat N S Sidabutar; Tohap Prianto Gultom; Patunru Ponky; Lia Pongsapan
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1549

Abstract

Kegiatan pengeboran minyak dan gas bumi memerlukan peralatan yang memiliki ketahanan tinggi, salah satunya adalah drill pipe. Drill pipe berfungsi sebagai penghubung antara permukaan dengan mata bor di dasar sumur serta sebagai saluran sirkulasi fluida. Selama proses operasional, drill pipe rentan mengalami kerusakan seperti keretakan akibat beban berulang, kelelahan material, serta kondisi lingkungan yang ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab, dampak, dan pengendalian keretakan pada drill pipe 5 inch di wilayah kerja Rig Raisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah inspeksi Non-Destructive Test (NDT) dengan teknik Magnetic Particle Inspection (MPI) terhadap tiga sampel drill pipe. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tiga sampel drill pipe 5 inch yang telah digunakan selama 2000 jam, ditemukan sampel mengalami keretakan. Retakan tersebut ditemukan pada bagian tool joint pipa. Jenis keretakan yang ditemukan meliputi longitudinal crack yang masing-masing merupakan indikasi dari kelelahan material (fatigue failure) dan tegangan akibat beban berulang (cyclic loading). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab keretakan meliputi kualitas material, beban operasional berlebih, korosi lingkungan, serta minimnya inspeksi berkala. Dampak dari keretakan drill pipe sangat signifikan, meliputi meningkatnya waktu tidak produktif (non-productive time/NPT), biaya perbaikan atau penggantian pipa, serta risiko keselamatan kerja. Pengendalian keretakan perlu dilakukan melalui inspeksi rutin, rotasi penggunaan pipa, pengawasan parameter operasi, serta pelatihan tenaga kerja. Pengendalian yang tepat, dapat memperpanjang umur pakai drill pipe serta efisiensi operasional tetap terjaga.