Rossi Galih Kesuma
State University of Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Konseling Kelompok Pendekatan SFBC untuk Meningkatkan Environmental Mastery pada Siswa Kelas VIII di SMPN 2 Sampang Kabupaten Cilacap Intan Paramartha Permataningtyas; Rossi Galih Kesuma
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.6405

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam mengelola aktivitas harian, beradaptasi dengan lingkungan sosial, serta mengenali potensi diri menunjukkan perlunya intervensi psikopedagogis yang tepat untuk meningkatkan environmental mastery. Salah satu pendekatan yang berfokus pada kekuatan individu dan solusi adalah Solution-Focused Brief Counseling (SFBC). Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan konseling kelompok berbasis pendekatan SFBC dalam meningkatkan environmental mastery siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sampang, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan tipe nonequivalent control group design. Populasi berjumlah 96 siswa, dan 12 siswa dengan skor environmental mastery rendah dipilih sebagai subjek menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dibagi menjadi dua kelompok: eksperimen (n = 6) dan kontrol (n = 6). Kelompok eksperimen mengikuti lima sesi konseling kelompok dengan pendekatan SFBC, sementara kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala environmental mastery yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dari skor I (M = 78,67) ke posttest (M = 149,17) dengan nilai t = 9,14 dan p < 0,001. Kelompok kontrol tidak mengalami perubahan signifikan (t = 2,37; p = 0,064). Uji beda antar kelompok juga menunjukkan perbedaan signifikan (t = 9,96; p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan SFBC efektif dalam meningkatkan environmental mastery, khususnya dalam membantu siswa mengelola, menyesuaikan diri, dan memanfaatkan lingkungan secara adaptif. Oleh karena itu, SFBC direkomendasikan sebagai alternatif layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Efektivitas Konseling Kelompok Pendekatan Realita Teknik Reframing untuk Meningkatkan Psychological Well-Being Siswa Kelas VII di SMP Kesatrian 2 Semarang Anggita Diva Salsabila; Rossi Galih Kesuma
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.6565

Abstract

Psychological well-being merupakan aspek penting pada perkembangan remaja, karena berhubungan erat dengan kondisi mental, tanggung jawab diri, dan hubungan sosial. Tetapi, data studi pendahuluan menunjukkan bahwa masih banyak siswa kelas VII di SMP Kesatrian 2 Semarang yang memiliki tingkat psychological well-being rendah, terutama pada pengendalian diri, tanggung jawab pribadi, dan pengelolaan lingkungan. Keadaan tersebut dapat diatasi melalui intervensi yang tepat, salah satunya yaitu konseling kelompok pendekatan realita teknik reframing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok pendekatan realita teknik reframing untuk meningkatkan psychological well-being siswa kelas VII di SMP Kesatrian 2 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen dengan Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design. Populasi berjumlah 87 siswa, dan sampel dipilih secara purposive sampling sebanyak 12 siswa yang memiliki tingkat psychological well-being rendah kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 6 kelompok eksperimen dan 6 kelompok kontrol, Kelompok eksperimen mengikuti layanan konseling kelompok pendekatan realita teknik reframing sebanyak empat sesi, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat layanan intervensi apapun. Data dikumpulkan menggunakan Ryff’s Psychological Well-Being Scale, selanjutnya dianalisis menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen sebesar 0,001 < 0,05. Sementara pada kelompok kontrol tidak ada peningkatan signifikan yaitu sebesar 0,117 > 0,05. Kemudian, dilakukan uji independent dengan memperoleh hasil signifikasi sebesar 0.001<0.05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendekatan realita teknik reframing efektif untuk meningkatkan psychological well-being siswa SMP, sehingga dapat layanan ini dapat diaplikasikan dalam program bimbingan dan konseling di sekolah.