Brigita Puridawaty
Universitas Panca Sakti Bekasi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Letterland dalam Mengenalkan Kosakata Bahasa Inggris pada Anak Usia Dini Juliani Bahagia Bangun; Imamah Imamah; Brigita Puridawaty; Chandra Apriansyah
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6971

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting dalam pembentukan dasar kemampuan berbahasa anak, khususnya dalam pembelajaran bahasa Inggris. Salah satu tantangan utama dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah penguasaan kosakata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode Letterland dalam mengenalkan kosakata bahasa Inggris kepada anak usia dini di PAUD Karunia Global School Jambi. Urgensi penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi cara efektif dalam mengajarkan kosakata bahasa Inggris dengan pendekatan multisensori yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di PAUD Karunia Global School Jambi, yang terletak di Kota Jambi, Indonesia. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima guru dan 30 anak-anak usia 4-6 tahun yang terlibat dalam pembelajaran bahasa Inggris menggunakan metode Letterland. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, dengan instrumen yang dirancang untuk menggali pemahaman guru dan respons anak-anak terhadap metode yang diterapkan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik, dengan triangulasi data untuk memastikan keabsahan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Letterland efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris anak-anak, karena penggunaan karakter-karakter yang menyenangkan dan teknik pengajaran yang melibatkan banyak indra. Penelitian ini juga menemukan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode ini, termasuk keterlibatan guru, motivasi anak, dan dukungan orang tua. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran bahasa Inggris yang lebih menyenangkan bagi anak usia dini.
Dampak Program Pelatihan Transisi PAUD ke SD: Studi Kasus Pelatihan Guru TK di Kota Tasikmalaya Iting Sugiarti; Brigita Puridawaty; Sri Watini
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/gender.v9i2.17167

Abstract

Masa transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) merupakan periode penting yang sering menimbulkan tantangan, terutama dalam aspek sosial-emosional anak. Selama ini, persiapan transisi lebih banyak menekankan kemampuan akademik, sementara kesiapan sosial-emosional kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program pelatihan transisi PAUD ke SD terhadap praktik guru dan perkembangan sosial-emosional anak di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di TK Aisyiyah 2 dan TK Amani. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan partisipan kepala sekolah, guru, dan orang tua, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan transisi berpengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyiapkan anak secara sosial-emosional. Guru menerapkan strategi pembiasaan seperti circle time, permainan tradisional, dan integrasi budaya lokal sehingga anak lebih mandiri, percaya diri, komunikatif, serta mampu mengelola emosi. Orang tua juga merasakan dampak berupa peningkatan kemandirian anak di rumah maupun di sekolah. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana prasarana, adaptasi guru terhadap pendekatan baru, dan kurang optimalnya keterlibatan orang tua. Disimpulkan bahwa program pelatihan transisi PAUD ke SD berkontribusi signifikan terhadap kesiapan sosial-emosional anak dan perlu dilaksanakan berkelanjutan dengan dukungan sekolah, pemerintah, serta orang tua.