Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Alat Melalui Pendidikan Tentang Penyakit Penyakit Nyeri [Empowerment of Village Health Cadres in Alat through Education on Pain-Related Diseases] Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri; Anggia Puteri
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261394

Abstract

Pain is a complex health issue that significantly affects quality of life. This community service activity aimed to enhance the knowledge of health cadres in Alat Village regarding pain through education using leaflets and interactive discussions. A total of 24 health cadres participated in the program, which included a pre-test, the delivery of materials, discussion, and a post-test. The evaluation results showed a significant improvement in cadres’ understanding of pain concepts, types, symptoms, causes, and management and prevention strategies. Leaflets proved to be an effective medium for delivering comprehensible and straightforward health information. This activity is expected to strengthen the role of health cadres in disseminating pain education to the broader community. Abstrak. Nyeri adalah masalah kesehatan yang kompleks dan sangat memengaruhi kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Alat mengenai nyeri melalui edukasi menggunakan leaflet dan diskusi interaktif. Sebanyak 24 kader kesehatan mengikuti program yang meliputi pre-test, penyampaian materi, diskusi, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader tentang konsep nyeri, jenis, gejala, penyebab, serta strategi pengelolaan dan pencegahan. Leaflet terbukti menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader kesehatan dalam menyebarkan edukasi tentang nyeri kepada masyarakat luas.
Narrative Review: Potensi Buah Pala (myristica fragrans) Sebagai Terapi Herbal untuk Insomnia: Narrative Review: Potential of Nutmeg (myristica fragrans) as Herbal Therapy for Insomnia Rohama Rohama; Amrina Rosyada; Anggia Puteri; Anisya Oktavia; Bella Aprilia Punlin; Bella Safitri; Nyoman Rindi Ira Wati
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12010

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang umum terjadi dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Penggunaan obat-obatan farmakologis seperti benzodiazepin untuk mengatasi insomnia seringkali disertai efek samping yang merugikan. Oleh karena itu, terapi alternatif berbasis herbal menjadi pilihan yang menarik. Buah pala (Myristica fragrans) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai agen sedatif dan hipnotik. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi buah pala sebagai terapi herbal untuk insomnia. Studi pra-klinis menunjukkan bahwa ekstrak dan minyak atsiri buah pala memiliki efek sedatif dan hipnotik pada hewan percobaan. Studi klinis juga menunjukkan bahwa aromaterapi dan infusa serbuk biji pala dapat meningkatkan kualitas tidur pada manusia. Meskipun hasil-hasil awal ini menjanjikan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme kerja, dosis yang aman, dan efektivitas jangka panjang dari penggunaan buah pala sebagai terapi insomnia.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal untuk Mengatasi GERD di Desa Sungai Tandipah RT 3 Kabupaten Banjar: Education on the Use of Herbal Plants to Treat GERD in Sungai Tandipah Village, RT 3, Banjar Regency Ali Rakhman Hakim; Anggia Puteri; Bamikha Priskila Natantri; Chairunnisa Rizky Hani; Putri Nadila Utami
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261554

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan kronis yang ditandai oleh aliran balik asam lambung ke esofagus, yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai GERD menjadi salah satu faktor yang memengaruhi upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kegiatan edukasi kesehatan mengenai GERD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui kegiatan edukasi kesehatan mengenai GERD. Metode: Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan diskusi interaktif yang didukung dengan media brosur dan presentasi PowerPoint. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 54,28 yang meningkat menjadi 92,14 pada post-test. Seluruh peserta (100%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah memperoleh edukasi kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan melalui presentasi langsung, brosur, dan diskusi interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai GERD. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai GERD. Dengan meningkatnya pengetahuan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menerapkannya dalam upaya promotif dan preventif terhadap penyakit GERD. Abstract: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a chronic digestive disorder characterized by the backflow of stomach acid into the esophagus, which can reduce patients' quality of life. Low public awareness of GERD is a factor affecting prevention and treatment efforts. This study aims to increase public awareness through health education activities about GERD. Objective: This research aims to increase public knowledge through health education activities about GERD. Methods: The methods used were socialization and interactive discussions supported by brochures and PowerPoint presentations. Evaluation was conducted using pre- and post-tests to measure knowledge levels before and after the intervention. Results: The study showed a significant increase in knowledge, with an average pre-test score of 54.28, which increased to 92.14 in the post-test. All participants (100%) experienced an increase in knowledge after receiving health education. These findings indicate that health education through live presentations, brochures, and interactive discussions is effective in increasing public understanding of GERD. Conclusion: Health education has been proven to increase public knowledge about GERD, so it is hoped that the public can apply this knowledge in promotional and preventive efforts against this disease.