Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Flavonoid Ekstrak Etil Asetat Daun Leyasi (Leucosyke capitellata Wedd) Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri; Aulia Rahmah; Army Julianti; Nor Sipa Aulia Ulpah; Bamikha Priskila Natantri
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.996

Abstract

Daun Leyasi (Leucosyke capitellata Wedd) secara empiris digunakan masyarakat sebagai penurun kadar gula darah dan memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif, khususnya flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil flavonoid dari ekstrak etil asetat daun Leyasi melalui uji fitokimia, kromatografi lapis tipis (KLT), serta penetapan kadar flavonoid total. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode ultrasonik, kemudian dilakukan uji identifikasi flavonoid dengan reaksi Shinoda, FeCl₃, dan analisis KLT menggunakan eluen kloroform–etanol (2:8). Hasil KLT menunjukkan tiga bercak dengan nilai Rf 0,73; 0,81; dan 0,89 yang mengindikasikan keberadaan beberapa senyawa semipolar, terutama flavonoid. Penetapan kadar flavonoid total menghasilkan nilai rata‑rata 72,411 ± 3,843 mgQE/g dari tiga replikasi, menunjukkan presisi metode yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa daun Leyasi mengandung flavonoid dalam kadar tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber senyawa bioaktif untuk produk herbal atau fitofarmaka.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal untuk Mengatasi GERD di Desa Sungai Tandipah RT 3 Kabupaten Banjar: Education on the Use of Herbal Plants to Treat GERD in Sungai Tandipah Village, RT 3, Banjar Regency Ali Rakhman Hakim; Anggia Puteri; Bamikha Priskila Natantri; Chairunnisa Rizky Hani; Putri Nadila Utami
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261554

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan kronis yang ditandai oleh aliran balik asam lambung ke esofagus, yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai GERD menjadi salah satu faktor yang memengaruhi upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kegiatan edukasi kesehatan mengenai GERD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui kegiatan edukasi kesehatan mengenai GERD. Metode: Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan diskusi interaktif yang didukung dengan media brosur dan presentasi PowerPoint. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 54,28 yang meningkat menjadi 92,14 pada post-test. Seluruh peserta (100%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah memperoleh edukasi kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan melalui presentasi langsung, brosur, dan diskusi interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai GERD. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai GERD. Dengan meningkatnya pengetahuan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menerapkannya dalam upaya promotif dan preventif terhadap penyakit GERD. Abstract: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a chronic digestive disorder characterized by the backflow of stomach acid into the esophagus, which can reduce patients' quality of life. Low public awareness of GERD is a factor affecting prevention and treatment efforts. This study aims to increase public awareness through health education activities about GERD. Objective: This research aims to increase public knowledge through health education activities about GERD. Methods: The methods used were socialization and interactive discussions supported by brochures and PowerPoint presentations. Evaluation was conducted using pre- and post-tests to measure knowledge levels before and after the intervention. Results: The study showed a significant increase in knowledge, with an average pre-test score of 54.28, which increased to 92.14 in the post-test. All participants (100%) experienced an increase in knowledge after receiving health education. These findings indicate that health education through live presentations, brochures, and interactive discussions is effective in increasing public understanding of GERD. Conclusion: Health education has been proven to increase public knowledge about GERD, so it is hoped that the public can apply this knowledge in promotional and preventive efforts against this disease.