Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Pengemasan Sayuran Higienis Untuk Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Produk di Desa Ciro-Ciroe Kabupaten Sidenreng Rappang Nining Triani Thamrin; Andi Nurwidah; Aldhy Iskandar; Nadyah Harnol M. Lolo; Sry Wahyuni; Muhammad Fajrin; Jumadil Jumadil; Ferdianto Ferdianto
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.613

Abstract

Penanganan pascapanen, khususnya pengemasan, memegang peranan penting dalam menjaga kualitas, keamanan, dan nilai jual produk sayuran. Pengemasan yang tepat tidak hanya berfungsi melindungi produk dari kerusakan fisik, pencemaran, dan penurunan mutu selama penyimpanan dan distribusi, tetapi juga berperan sebagai sarana informasi, identifikasi, serta strategi pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Ciro-Ciroe, Kecamatan Wattang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, dalam menerapkan inovasi pengemasan sayuran higienis guna meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Kegiatan dilaksanakan pada 24 November 2025 dan diikuti oleh 30 peserta, menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan yang bersifat aplikatif dan partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan edukasi, serta pelatihan dan demonstrasi pengemasan sayuran higienis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengemasan higienis, penggunaan bahan kemasan yang aman (food grade), serta penerapan teknik pengemasan yang tepat. Peserta mampu mempraktikkan pengemasan sayuran secara rapi, bersih, dan menarik menggunakan wadah styrofoam, plastik wrap, pelabelan produk, serta didukung media promosi berupa flyer. Penerapan inovasi pengemasan ini menghasilkan produk sayuran yang lebih higienis, informatif, dan siap dipasarkan, serta berpotensi meningkatkan daya tarik, kepercayaan konsumen, dan nilai jual produk sayuran lokal.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PENGUATAN KELEMBAGAAN SERTA INOVASI BANK PUPUK DAN PESTISIDA ORGANIK Rifni Nikmat Syarifuddin; Muhanniah Muhanniah; Abdul Jabbar; Aldy Iskandar; Nadyah Harnol M. Lolo; Muhammad Fadil Syamsa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5210-5218

Abstract

Kelompok Tani Perisai merupakan gabungan dari 24 petani berdasarkan lokasi area lahan sawah yang pengelola sebanyak 25 Ha. Luasan lahan tersebut tentunya membutuhkan suplai pupuk dan pestisida yang sangat banyak untuk mengoptimalkan hasil budidaya padi. Saat ini hampir seluruh kelompok tani masih menggunakan 100% pupuk sintetik bersubsidi dan pestisida sintetik. Tahapan kegiatan PKM dilakukan dimulai dengan melakukan sosialisasi kegiatan pemberdayaan kelompok tani melalui penguatan kelembagaan serta inovasi bank pupuk dan pestisida organik, penyuluhan dan pendampingan kelembagaan dan SDM, pembuatan pupuk trichokompos dan pestisida nabati. Kegiatan pengabdian memberikan dampak yang baik terhadap penguatan kelembagaan kelompok tani dan mampu mengidentifikasi masalah kelompok yaitu ketidaksesuaian jumlah kelompok tani yang terdapat pada SK kelompok tani dengan yang sebenarnya sehingga terdapat anggota kelompok tani yang sulit mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai dengan luas lahan yang dimiliki. Selain itu, kelompok tani Perisai memiliki wadah untuk saling menukar informasi dan meningkatkan jejaring kerjasama sehingga dapat meningkatkan kualitas dari kelompok tani. Pendampingan memberikan edukasi kepada petani tentang cara pembuatan trichokompos yang efektif, termasuk pemahaman tentang bahan-bahan yang diperlukan dan proses pengomposan. Hal ini meningkatkan keterampilan petani dalam memproduksi pupuk organik yang berkualitas dan pendampingan pembuatan pestisida nabati meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dapat mengidentifkasi bahan baku dan menerapkan praktik pembuatan pestisida nabati, sehingga mampu mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetik.