Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Metode Kangaroo Mother Care Terhadap Percepatan Peningkatan Berat Badan Bayi Premature Ernawati; Khuzaima Khuzaima; Megawati Sibulo; Irawati Irawati; Najman Najman
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 11 No 02 (2025): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/taqjrz77

Abstract

Pendahuluan: Bayi prematur berisiko tinggi mengalami gangguan pertumbuhan akibat ketidakmatangan organ, termasuk peningkatan berat badan yang lambat. Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat menstabilkan fungsi fisiologis dan mendukung peningkatan berat badan bayi prematur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Populasi adalah seluruh bayi prematur yang dirawat di NICU RSUD Datu Pancaitana pada Juni–Agustus 2025. Sampel diambil dengan purposive sampling sebanyak 24 bayi prematur. Berat badan diukur sebelum dan sesudah intervensi KMC, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test untuk menilai perbedaan berat badan. Hasil: Responden berjumlah 24 bayi, terdiri dari 14 (58,3%) perempuan dan 10 (41,7%) laki-laki. Berdasarkan kelompok usia, 16 (66,7%) berusia ≤2 bulan dan 8 (33,3%) berusia >2 bulan. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan berat badan yang bermakna antara sebelum dan sesudah KMC (p < 0,001). Diskusi: Temuan ini menunjukkan bahwa KMC berasosiasi dengan peningkatan berat badan pada bayi prematur. Efek ini diduga berkaitan dengan stabilitas fisiologis yang lebih baik, efisiensi penggunaan energi, serta peningkatan keberhasilan menyusui melalui kontak kulit-ke-kulit ibu dan bayi. KMC direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam standar perawatan NICU guna meningkatkan luaran klinis dan menurunkan risiko morbiditas
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Ketepatan Triase Perawat Instalasi Gawat Darurat di RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone Kistan Kistan; Najman Najman; Muhammad Basri; irawati irawati; Arfan Nur; Irfan Madamang
Cindoku : Jurnal Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/cindoku.v3i2.572

Abstract

Accurate triage is a fundamental component of emergency care because it determines patient treatment priorities according to the severity of their condition. Nurses' educational level has been considered one of the factors that may influence triage accuracy. This study aimed to analyze the relationship between nurses' educational level and triage accuracy in the Emergency Department of Tenriawaru Regional General Hospital, Bone Regency. This quantitative study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study involved 28 emergency department nurses, all of whom were included using a total sampling technique. Data were collected using a respondent characteristics questionnaire and a triage accuracy observation sheet. Data were analyzed using descriptive statistics and Fisher's Exact Test with a significance level of 0.05. The results showed that most respondents held a Diploma in Nursing (64.3%), while 78.6% performed triage accurately. Bivariate analysis revealed a p-value of 0.375 (p > 0.05), indicating no statistically significant relationship between nurses' educational level and triage accuracy. These findings suggest that triage accuracy is not solely determined by formal educational attainment but may also be influenced by other factors, including work experience, triage training, and clinical competence. Continuous professional development through regular training and evaluation is recommended to maintain and improve triage performance in emergency departments.