Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PADA BALITA YANG MENGAKIBATKAN STUNTING DI WILAYAH UPT PUSKESMAS ULAWENG Arfan Arfan Nur; Nurul Annisa``
Jurnal Berita Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v15i1.72

Abstract

Stunting is one of the failures to achieve physical development as measured by height for age Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between supplementary feeding (PMT) to toddlers that resulted in stunting at the UPT Puskesmas Ulaweng, Ulaweng District. Methods: This study uses a correlation analytic research method, which aims to analyze the relationship between parental knowledge and supplementary feeding (PMT) in stunting toddlers, by describing a number of variables. The research used is correlation analysis with a cross sectional approach, meaning that the measurement of variables is only done once at a time. The population in this study were all children under five who were categorized as stunting in the UPT Puskesmas Ulaweng Kec. Ulaweng. So that the number of samples is determined as many as 15 people. Results: The results showed that there was a relationship between parental knowledge of the provision of supplementary food (PMT) to stunting toddlers at UPT Puskesmas Ulaweng, with the results of the chi square test statistical test obtained p-value = 0.018 P < 0.05, there was a relationship between giving Supplementary food (PMT) given to stunting toddlers at UPT Puskesmas Ulaweng, with the results of the chi square test statistic, p-value = 0.038 P <0.05. Conclusion: There is a relationship between parental knowledge and supplementary feeding (PMT) in stunting toddlers.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi 0-6 Bulan Arfan Nur; Supyati Supyati
Jurnal Berita Kesehatan Vol 15 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v15i1.89

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI secara murni tanpa terkontaminasi dengan makanan maupun minuman lainnya yang diterapkan selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. ASI diberikan kepada bayi tanpa adanya pendamping makanan lain. Penelitian ini Untuk Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di UPT Puskesmas Kajuara tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif  adalah penelitian yang tujuannya untuk menyajikan faktor-faktor yang mempengaruh kegagalan pemberian Asi Eksklusif pada bayi 0-6  bulan dengan cara mendiskripsikan sejumlah variable. Penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional artinya pengukuran variabel hanya dilakukan satu kali pada satu saat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu  yang memberikan Asi  Eksklusif di lingkup kerja UPT Puskesmas Kajuara Kec. Kajuara Sehingga ditentukan jumlah sampel yaitu sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada  hubungan antara pengetahuan dengan  pemberian Asi  Ekskl*-sif di UPT Puskesmas Kajuara, Dengan hasi uji chi square test didapatkan p-value=0,123 p<0,05. Ada hubungan Dukungan Keluarrga dengan pemberian Asi Eksklusif di  UPT Puskesmas   Kajuara, dengan hasil uji chi square test didapatkan p-value=0,001 p>0,0.  
Inovasi Pangan Lokal: Putu Bue Substitusi Kacang Merah sebagai Strategi Gizi Mencegah Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil Indonesia Wahdaniyah; Fauziah; Arfan Nur; Nur Madinah Ismail; Dian Arsita
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang persisten dan berkaitan dengan dampak buruk terhadap kesehatan ibu dan janin, termasuk meningkatnya risiko berat badan lahir rendah (BBLR) dan stunting. Asupan energi, protein, dan mineral esensial yang tidak mencukupi merupakan faktor utama penyebab kondisi tersebut, sehingga diperlukan inovasi pangan berbasis lokal yang padat gizi, mudah dikonsumsi, serta memiliki daya simpan yang baik. Putu Bue, sebagai produk tradisional yang berbahan dasar kacang hijau dan kacang merah, memiliki potensi sebagai pangan fungsional bagi ibu hamil dengan KEK karena kacang merah kaya akan protein, serat pangan, zat besi, dan antioksidan yang berperan dalam mendukung kebutuhan gizi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula inovasi Putu Bue berbasis kacang merah, menganalisis kandungan gizinya, serta mengevaluasi daya terima konsumen guna menentukan formula terbaik dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil dengan KEK. Penelitian menggunakan desain eksperimental yang meliputi pengembangan beberapa formula dengan tingkat substitusi kacang merah yang berbeda, uji organoleptik terhadap atribut warna, aroma, rasa, tekstur, mouthfeel, aftertaste, dan daya terima keseluruhan, analisis kandungan gizi melalui uji laboratorium, serta penentuan formula terbaik menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Analisis kandungan gizi dilakukan secara duplo di Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech (SIG) Surabaya. Analisis statistik dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics dengan uji Kruskal–Wallis dan uji lanjut (post-hoc) Dunn-Bonferroni pada α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula kontrol (F0) memperoleh skor organoleptik tertinggi; namun formula F1 dan F2 juga dapat diterima dengan baik dan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p>0,05). Substitusi kacang merah terbukti meningkatkan kandungan zat besi dan kalsium, dengan formula F2 menunjukkan profil gizi yang paling seimbang, yaitu energi sebesar 365,71 kkal/100 g, protein 12,05 g, zat besi 3,90 mg, dan kalsium 33,40 g. Dengan demikian, formula F2 ditetapkan sebagai formula optimal karena memiliki daya terima yang baik serta nilai gizi yang lebih tinggi, sehingga berpotensi sebagai pangan fungsional dalam mendukung pencegahan KEK dan anemia pada ibu hamil karena mengandung zat besi dan kalsium yang relatif tinggi.