Deonisia de Fatima Soares
Fakuldade Siensia Saúde, Universidade Dili, Timor-Leste

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGETAHUAN DAN TINGKAT KECEMASAN COVID-19 MAHASISWA KEPERAWATAN: STUDI KOMPARATIF BANDUNG DAN DILI AWAL PANDEMI Ferdinan Sihombing; Bani Sakti; Reni Hertini; Didik Agus Santoso; Linda Sari Barus; Deonisia de Fatima Soares
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 12 No 01 (2026): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/wg225q86

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah memengaruhi kehidupan global, termasuk mahasiswa keperawatan yang berperan penting sebagai edukator kesehatan. Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengetahuan dan kecemasan terkait COVID-19 pada mahasiswa di Bandung dan Dili, serta perbedaan antar lokasi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif dilakukan pada mahasiswa keperawatan di STIKes Santo Borromeus, Bandung, dan Universidade Dili, Dili. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, meliputi 16 item pengetahuan COVID-19 dan 10 item kecemasan berbasis Fear of COVID-19 Scale. Analisis mencakup uji t untuk membandingkan tingkat pengetahuan dan kecemasan, serta korelasi Pearson untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil: Tidak terdapat perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan COVID-19 antara mahasiswa di Bandung (M=14,75, SD=0,99) dan Dili (M=14,40, SD=1,64; p=0,148). Namun, tingkat kecemasan di Dili (M=5,96, SD=3,08) signifikan lebih tinggi dibanding Bandung (M=4,35, SD=2,03; p=0,001). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif lemah hingga sedang antara pengetahuan dan kecemasan, tetapi tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Simpulan: Mahasiswa di kedua lokasi memiliki tingkat pengetahuan yang serupa, namun kecemasan lebih tinggi di Dili, diduga akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya strategi komunikasi kesehatan yang adaptif untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mengurangi kecemasan.