Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah memengaruhi kehidupan global, termasuk mahasiswa keperawatan yang berperan penting sebagai edukator kesehatan. Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengetahuan dan kecemasan terkait COVID-19 pada mahasiswa di Bandung dan Dili, serta perbedaan antar lokasi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif dilakukan pada mahasiswa keperawatan di STIKes Santo Borromeus, Bandung, dan Universidade Dili, Dili. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, meliputi 16 item pengetahuan COVID-19 dan 10 item kecemasan berbasis Fear of COVID-19 Scale. Analisis mencakup uji t untuk membandingkan tingkat pengetahuan dan kecemasan, serta korelasi Pearson untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil: Tidak terdapat perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan COVID-19 antara mahasiswa di Bandung (M=14,75, SD=0,99) dan Dili (M=14,40, SD=1,64; p=0,148). Namun, tingkat kecemasan di Dili (M=5,96, SD=3,08) signifikan lebih tinggi dibanding Bandung (M=4,35, SD=2,03; p=0,001). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif lemah hingga sedang antara pengetahuan dan kecemasan, tetapi tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Simpulan: Mahasiswa di kedua lokasi memiliki tingkat pengetahuan yang serupa, namun kecemasan lebih tinggi di Dili, diduga akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya strategi komunikasi kesehatan yang adaptif untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mengurangi kecemasan.
Copyrights © 2026