Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Improving Health Literacy of Elderly Posyandu Cadres: Hypertension Education in RW 04 Cipangeran Village Ferdinan Sihombing; Linda Sari Barus; Widyadari Prasetyaningrum; Murtiningsih Murtiningsih; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Sentra Pengabdian Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Sentra Pengabdian
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JSP.609

Abstract

Hypertension is a prevalent health issue, particularly among the elderly population in rural areas. Community-based health efforts, such as those implemented through Elderly Integrated Health Posts (Pos Pelayanan Terpadu Lansia-Posbindu), rely heavily on the capacity and knowledge of health cadres. This community service program aimed to improve the knowledge and awareness of Posbindu cadres in RW 04, Cipangeran Village, Saguling District, regarding hypertension. The intervention was conducted through a planned and structured health education session, delivered by a professional community nursing educator. A total of nine cadres participated in this activity. Pretest and posttest assessments were carried out to measure changes in knowledge. The results showed an increase in posttest scores compared to pretest scores, with the average knowledge score rising from 62.22 to 81.11. Overall, this activity demonstrated that health education is a useful method to enhance the health literacy of community health cadres, potentially contributing to hypertension prevention and control efforts at the community level
Breakfast Habits of Early Childhood Education Students: A Community-Based Poll Among PAUD Practitioners on WhatsApp Ferdinan Sihombing; Djahra Warda Sopaliu; Linda Sari Barus; Betty Suprapti; Bani Sakti; Didik Agus Santoso
Journal of Gemilang Vol. 2 No. 2 (2025): JULY-JOG
Publisher : Pt. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/9zqxz437

Abstract

Irregular breakfast habits in early childhood may adversely affect physical growth and cognitive development. This study aimed to describe breakfast patterns among early childhood education students (PAUD) based on direct observations by educators. A cross-sectional descriptive design was employed, involving 234 PAUD practitioners in West Java through a WhatsApp-based community. Data were collected using a single closed-ended question distributed to all community members and analyzed using descriptive quantitative methods. A total of 116 valid responses were obtained. Results showed that 68 participants (58.6%) reported that almost all children had breakfast every day, 45 (38.8%) stated that most children had breakfast but not daily, and 3 (2.6%) indicated that many children arrived without breakfast or had only a drink. None of the respondents reported uncertainty or a lack of observation. These findings suggest that although a majority of children maintain regular breakfast habits, a substantial proportion still demonstrate inconsistency. Community-based digital observation allowed for rapid and contextually relevant field data collection. The results may serve as a foundation for promotive and preventive interventions through nutrition literacy and healthy breakfast campaigns in PAUD settings.
Smart Love, Safe Choices : Edukasi Seksual untuk Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Yuanita Ani Susilowati; Linda Sari Barus; Didik Agus Santoso; Maria Alfa Raniadita; Lidwina Triastuti Listianingsih; Stepanus Prihasto Septiawan; Ferdinan Sihombing
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/xqzcf379

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja masih menjadi tantangan serius, terutama akibat rendahnya pengetahuan dan keterbatasan akses informasi yang benar di lingkungan sekolah. Mitra dalam kegiatan ini adalah siswa kelas XI dan XII di salah satu SMA swasta di Bandung yang menunjukkan pemahaman yang masih rendah terkait kesehatan reproduksi serta pengambilan keputusan yang aman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui pendidikan seks berbasis nilai “Smart Love, Safe Choices”. Kegiatan diikuti oleh 44 orang siswa laki-laki. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendidikan berbasis komunitas melalui workshop interaktif yang meliputi ceramah, diskusi, dan tanya jawab, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 42,52 menjadi 60,77, serta perubahan distribusi kategori pengetahuan dari dominan rendah menjadi dominan sedang dan tinggi. Kegiatan ini juga menunjukkan peningkatan partisipasi dan kesadaran peserta terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Disimpulkan bahwa pendidikan seks berbasis nilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja, serta berpotensi dikembangkan sebagai program promotif-preventif di lingkungan sekolah.
PENGETAHUAN DAN TINGKAT KECEMASAN COVID-19 MAHASISWA KEPERAWATAN: STUDI KOMPARATIF BANDUNG DAN DILI AWAL PANDEMI Ferdinan Sihombing; Bani Sakti; Reni Hertini; Didik Agus Santoso; Linda Sari Barus; Deonisia de Fatima Soares
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 12 No 01 (2026): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/wg225q86

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah memengaruhi kehidupan global, termasuk mahasiswa keperawatan yang berperan penting sebagai edukator kesehatan. Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengetahuan dan kecemasan terkait COVID-19 pada mahasiswa di Bandung dan Dili, serta perbedaan antar lokasi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif dilakukan pada mahasiswa keperawatan di STIKes Santo Borromeus, Bandung, dan Universidade Dili, Dili. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, meliputi 16 item pengetahuan COVID-19 dan 10 item kecemasan berbasis Fear of COVID-19 Scale. Analisis mencakup uji t untuk membandingkan tingkat pengetahuan dan kecemasan, serta korelasi Pearson untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil: Tidak terdapat perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan COVID-19 antara mahasiswa di Bandung (M=14,75, SD=0,99) dan Dili (M=14,40, SD=1,64; p=0,148). Namun, tingkat kecemasan di Dili (M=5,96, SD=3,08) signifikan lebih tinggi dibanding Bandung (M=4,35, SD=2,03; p=0,001). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif lemah hingga sedang antara pengetahuan dan kecemasan, tetapi tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Simpulan: Mahasiswa di kedua lokasi memiliki tingkat pengetahuan yang serupa, namun kecemasan lebih tinggi di Dili, diduga akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya strategi komunikasi kesehatan yang adaptif untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mengurangi kecemasan.