Pendahuluan: Penyakit kardiovaskular dan hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada usia produktif. Rendahnya kesiapsiagaan masyarakat dalam mengenali dan menangani kegawatdaruratan jantung meningkatkan risiko komplikasi. Edukasi kegawatdaruratan jantung menjadi salah satu strategi promotif–preventif yang berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan jantung serta membantu pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kegawatdaruratan jantung terhadap tekanan darah dan kesiapsiagaan jantung pada usia produktif. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kegawatdaruratan jantung terhadap tekanan darah dan kesiapsiagaan jantung pada usia produktif. Metode: Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Suka Indah. Sebanyak 40 responden usia produktif dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi kegawatdaruratan jantung diberikan secara terstruktur. Pengukuran tekanan darah dan tingkat kesiapsiagaan jantung dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 40–50 tahun dan didominasi oleh perempuan. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kardiovaskular yang rendah. Setelah edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya responden berpengetahuan baik dan tidak ditemukannya lagi responden dengan pengetahuan rendah. Kesimpulan:Disimpulkan bahwa edukasi kegawatdaruratan jantung berpengaruh terhadap peningkatan kesiapsiagaan jantung serta berkontribusi dalam pengendalian tekanan darah pada usia produktif.