Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Kegawatdaruratan Jantung terhadap Tekanan Darah dan Kesiapsiagaan Jantung pada Usia Produktif Muhammad Ifadh Arifqy Jayusman; Vidya Urbaningrum; Suanda Saputra; Anas Kiki Anugrah; luh Ade Lela Arika
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 11 No 02 (2025): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/sgrfd391

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kardiovaskular dan hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada usia produktif. Rendahnya kesiapsiagaan masyarakat dalam mengenali dan menangani kegawatdaruratan jantung meningkatkan risiko komplikasi. Edukasi kegawatdaruratan jantung menjadi salah satu strategi promotif–preventif yang berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan jantung serta membantu pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kegawatdaruratan jantung terhadap tekanan darah dan kesiapsiagaan jantung pada usia produktif. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kegawatdaruratan jantung terhadap tekanan darah dan kesiapsiagaan jantung pada usia produktif. Metode: Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Suka Indah. Sebanyak 40 responden usia produktif dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi kegawatdaruratan jantung diberikan secara terstruktur. Pengukuran tekanan darah dan tingkat kesiapsiagaan jantung dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 40–50 tahun dan didominasi oleh perempuan. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kardiovaskular yang rendah. Setelah edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya responden berpengetahuan baik dan tidak ditemukannya lagi responden dengan pengetahuan rendah. Kesimpulan:Disimpulkan bahwa edukasi kegawatdaruratan jantung berpengaruh terhadap peningkatan kesiapsiagaan jantung serta berkontribusi dalam pengendalian tekanan darah pada usia produktif.
Peningkatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan Jantung melalui Edukasi Kesehatan pada Masyarakat Dewasa di Puskesmas Suka Indah Vidya Urbaningrum; Muhammad Ifadh Arifqy Jayusman; Suanda Saputra; Eli Ermawati; Luh Ade Lela Arika; Apina Apina; Rama Nafil Hidayat; Yulfa Yulfa; Sri Rahayu Nabilameysadin
Abdimas Indonesian Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v5i2.1294

Abstract

(1) Background: Health problems that are not caused by infection, especially heart and blood vessel problems, remain the main reason people die and experience medical emergencies in our environment. Because people lack understanding and are not prepared to face critical situations related to the heart, this can result in first treatment being delayed.. (2) Research Objective: This activity aims to assess the effectiveness of health education in increasing knowledge of cardiac emergency preparedness in the adult community in the Suka Indah Community Health Center working area.; (3) Method: Community service activities use a pre-test and post-test design without a control group. Health education is provided through interactive lectures, discussions and video media. Evaluation was carried out using a knowledge questionnaire for 40 respondents before and after education. (4) Results: The pre-test results showed that the majority of respondents had a level of knowledge in the poor category (75%). After being given education, there was an increase in knowledge, shown by the increase in respondents in the good category to 82.5% and there were no more respondents with poor knowledge. (5) Conclusion: Health education is effective in increasing public knowledge regarding cardiac emergency preparedness and can be a promotive-preventive strategy in primary health services.