Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Toponymic Study of Naming Villages/Sub-districts in Belitung Regency Based on Flora, Fauna, and Landscape Alda Putri Valentina; Robika; Syamsul Hidayat
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi, dan Mikrobiologi Vol 10 No 1 (2025): Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
Publisher : Biology Study Program, Faculty of Science and Engineering, University of Bangka Belitung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ekotonia.v10i1.6803

Abstract

Toponimi adalah studi tentang nama tempat berdasarkan informasi geografis dan historis, menggunakan kata-kata atau kelompok kata untuk menunjukkan, mengidentifikasi, dan memberi nama daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi flora, fauna, dan bentang alam yang digunakan dalam penamaan desa dan kecamatan di Kabupaten Belitung terkait dengan unsur flora, fauna, dan bentang alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, kemudian melakukan observasi di lapangan dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sebanyak 68 informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian yang telah diperoleh adalah 12 flora termasuk medang perawas, pelepak pute dan petaling, selain itu ada 2 fauna yaitu binga dan rusa, kemudian bentang alam seperti tanjung, sungai dan bukit, 10 bentang alam dan flora, 2 bentang alam dan fauna yang digunakan sebagai penamaan kecamatan/desa di Kabupaten Belitung. Status konservasi flora dan fauna menunjukkan bahwa 9 jenis flora termasuk dalam kategori Least concern, 3 jenis flora dan 2 jenis fauna termasuk dalam  kategori Data deficient, 2 jenis flora termasuk dalam kategori Near threatened, dan 1 jenis fauna termasuk dalam kategori Vulnerable, yaitu rusa (Cervus unicolor). Pemanfaatan flora dan fauna yang paling umum adalah sebagai bahan bangunan dan sumber pangan.
Toponymic Study of Village and Sub-Districts Naming in Bangka Barat Regency Based on Flora, Fauna, and Natural Landscape Nabila Nabila Ummi Napisah; Robika; Syamsul Hidayat
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi, dan Mikrobiologi Vol 10 No 1 (2025): Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
Publisher : Biology Study Program, Faculty of Science and Engineering, University of Bangka Belitung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ekotonia.v10i1.6819

Abstract

Penamaan tempat berfungsi sebagai bentuk identitas yang membantu orang mengenali dan membedakan suatu daerah. Nama-nama kelurahan di Kabupaten Bangka Barat memiliki makna dan sejarah berdasarkan flora, fauna, dan bentang alam. Toponimi mencerminkan interaksi manusia dengan lingkungan alamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi flora, fauna, dan bentang alam yang digunakan dalam penamaan kelurahan di Kabupaten Bangka Barat, memastikan status konservasinya, dan menentukan pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan 86 informan yang ditentukan melalui purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 jenis flora, 1 jenis fauna, dan 6 bentuk bentang alam yang digunakan sebagai nama kelurahan di Kabupaten Bangka Barat. Sebagian besar nama flora digunakan karena umumnya ditemukan di daerah tersebut dan memiliki nilai budaya atau ekonomi bagi masyarakat setempat. Salah satu flora ini, Eusideroxylon zwageri, perlu segera dikonservasi karena memiliki status VU (Vulnerable) menurut IUCN. Spesies tumbuhan yang menamai sebuah desa di Bangka Barat ini umumnya digunakan oleh penduduk setempat sebagai bahan bangunan.