Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INVENTORY OF SPECIES AND HEALTH LEVEL OF SHADE TREES IN PROTOCOL ROAD, PANGKALPINANG CITY Judianto Sinaga; Robika; Henri
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 10 No. 1 (2023): August
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v10i1.8765

Abstract

Shade trees have enormous benefits for the urban environment, both ecologically and economically. The level of tree health is important as an ingredient in determining management decisions that will be carried out so that the sustainability of road shade trees remains consistent and maintained. This study aims to inventory shade tree species and analyze the health level of shade trees in the protocol roads of Pangkalpinang City. The research method used the Forest Health Monitoring method. Based on the results of the study, 12 types of shade trees were found in six main streets of Pangkalpinang City with a total of 849 individuals. The most common types of shade trees found were mahogany (Swietenia mahagoni) with 372 individuals (43.82%) and angsana (Pterocarpus indicus) with 296 individuals (34.86%). The health level of shade trees on the Pangkalpinang City protocol road was still dominated by shade trees with a healthy category of 516 individuals (61.36%). Shade trees with light damage category were 175 individuals (20.81%), moderate damage were 66 individuals (7.85%) individuals and severe damage were 84 individuals (9.98%). It can be concluded that the condition of the shade trees in Pangkalpinang City was quite well maintained since the shade trees were still in the healthy category.
Toponymic Study of Naming Villages/Sub-districts in Belitung Regency Based on Flora, Fauna, and Landscape Alda Putri Valentina; Robika; Syamsul Hidayat
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi, dan Mikrobiologi Vol 10 No 1 (2025): Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
Publisher : Biology Study Program, Faculty of Science and Engineering, University of Bangka Belitung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ekotonia.v10i1.6803

Abstract

Toponimi adalah studi tentang nama tempat berdasarkan informasi geografis dan historis, menggunakan kata-kata atau kelompok kata untuk menunjukkan, mengidentifikasi, dan memberi nama daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi flora, fauna, dan bentang alam yang digunakan dalam penamaan desa dan kecamatan di Kabupaten Belitung terkait dengan unsur flora, fauna, dan bentang alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, kemudian melakukan observasi di lapangan dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sebanyak 68 informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian yang telah diperoleh adalah 12 flora termasuk medang perawas, pelepak pute dan petaling, selain itu ada 2 fauna yaitu binga dan rusa, kemudian bentang alam seperti tanjung, sungai dan bukit, 10 bentang alam dan flora, 2 bentang alam dan fauna yang digunakan sebagai penamaan kecamatan/desa di Kabupaten Belitung. Status konservasi flora dan fauna menunjukkan bahwa 9 jenis flora termasuk dalam kategori Least concern, 3 jenis flora dan 2 jenis fauna termasuk dalam  kategori Data deficient, 2 jenis flora termasuk dalam kategori Near threatened, dan 1 jenis fauna termasuk dalam kategori Vulnerable, yaitu rusa (Cervus unicolor). Pemanfaatan flora dan fauna yang paling umum adalah sebagai bahan bangunan dan sumber pangan.
Toponymic Study of Village/Sub-districts Naming in Bangka Selatan Regency Based on Flora, Fauna, and Landscape Denada; Robika; Syamsul Hidayat
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi, dan Mikrobiologi Vol 10 No 1 (2025): Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
Publisher : Biology Study Program, Faculty of Science and Engineering, University of Bangka Belitung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ekotonia.v10i1.6805

Abstract

Penamaan kelurahan/desa berperan dalam memberikan identitas pada suatu daerah, sehingga mudah dikenali. Bidang studi ini dikenal sebagai toponimi. Dasar penamaan kelurahan/desa di Kabupaten Bangka Selatan bervariasi, seperti nama yang berasal dari flora, fauna, dan bentang alam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi terkait jenis flora, fauna, dan bentang alam yang digunakan sebagai nama kelurahan/desa. Penentuan lokasi dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling, yang berfokus pada kelurahan/desa yang menggunakan nama flora, fauna, atau bentang alam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi. Sebanyak 63 informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Penelitian ini menemukan bahwa sebanyak 17 jenis flora, 2 jenis fauna, dan 4 jenis bentang alam digunakan sebagai nama kelurahan/desa di Kabupaten Bangka Selatan. Status konservasi menunjukkan bahwa 4 spesies flora berstatus LC, 7 spesies flora dan 1 spesies fauna berstatus DD, serta 1 spesies fauna berstatus NT, yaitu burung pergam (Ducula aenea) yang menunjukkan perlunya upaya konservasi untuk mencegah kepunahan spesies tersebut. Masyarakat lokal memanfaatkan flora dan fauna ini terutama untuk bahan bangunan dan sumber pangan
Toponymic Study of Village and Sub-Districts Naming in Bangka Barat Regency Based on Flora, Fauna, and Natural Landscape Nabila Nabila Ummi Napisah; Robika; Syamsul Hidayat
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi, dan Mikrobiologi Vol 10 No 1 (2025): Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
Publisher : Biology Study Program, Faculty of Science and Engineering, University of Bangka Belitung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ekotonia.v10i1.6819

Abstract

Penamaan tempat berfungsi sebagai bentuk identitas yang membantu orang mengenali dan membedakan suatu daerah. Nama-nama kelurahan di Kabupaten Bangka Barat memiliki makna dan sejarah berdasarkan flora, fauna, dan bentang alam. Toponimi mencerminkan interaksi manusia dengan lingkungan alamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi flora, fauna, dan bentang alam yang digunakan dalam penamaan kelurahan di Kabupaten Bangka Barat, memastikan status konservasinya, dan menentukan pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan 86 informan yang ditentukan melalui purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 jenis flora, 1 jenis fauna, dan 6 bentuk bentang alam yang digunakan sebagai nama kelurahan di Kabupaten Bangka Barat. Sebagian besar nama flora digunakan karena umumnya ditemukan di daerah tersebut dan memiliki nilai budaya atau ekonomi bagi masyarakat setempat. Salah satu flora ini, Eusideroxylon zwageri, perlu segera dikonservasi karena memiliki status VU (Vulnerable) menurut IUCN. Spesies tumbuhan yang menamai sebuah desa di Bangka Barat ini umumnya digunakan oleh penduduk setempat sebagai bahan bangunan.