Lie Ja Hwe
Sekolah Tinggi Teologi Efata Salatiga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karya Roh Kudus dalam Peristiwa Pentakosta dan Implikasinya terhadap Pertumbuhan Gereja Mula-Mula dan Karismatik Kontemporer Noh Asbanu; Lie Ja Hwe; Yulianto Nugroho
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i1.58

Abstract

This study examines the relationship between the Pentecost Event and the dynamics of church growth in both the early church and the contemporary Charismatic movement. Pentecost is a significant event in Christian history because it marks the birth of the early church and the beginning of church growth through the work of the Holy Spirit. The contemporary Charismatic movement continues to emphasize the role of the Holy Spirit through spiritual gifts, baptism of the Holy Spirit, and spiritual renewal. This research uses a descriptive qualitative method with a literature study approach. Data were collected from the Book of Acts, theological books, church history sources, and relevant scholarly journals. The findings show that the Holy Spirit played a central role in church growth through evangelism, fellowship, and the transformation of believers’ lives. The study concludes that the Pentecost Event remains theologically and practically relevant to the growth and development of the modern church. Abstrak Penelitian ini mengkaji hubungan antara Peristiwa Pentakosta dan dinamika pertumbuhan gereja dalam konteks gereja mula-mula serta gerakan Karismatik kontemporer. Peristiwa Pentakosta merupakan peristiwa penting dalam sejarah kekristenan karena menandai lahirnya gereja mula-mula dan awal pertumbuhan gereja melalui karya Roh Kudus. Gerakan Karismatik kontemporer terus menekankan peran Roh Kudus melalui karunia rohani, baptisan Roh Kudus, dan pembaruan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh melalui analisis Kitab Kisah Para Rasul, buku teologi, sejarah gereja, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roh Kudus berperan sentral dalam pertumbuhan gereja melalui penginjilan, persekutuan, dan transformasi kehidupan jemaat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Peristiwa Pentakosta tetap memiliki relevansi teologis dan praktis bagi pertumbuhan serta perkembangan gereja modern.
Resiliensi Holistik Dalam Pelayanan Misi: Pengalaman Keluarga Misionaris Indonesia Di Kyrgyzstan Apner Ndapa Behar; Lie Ja Hwe
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 5, No 3 (2025): Ritornera Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia - Desember 2025 (This Issue is Sti
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v5i3.147

Abstract

Missionary service in challenging regions such as Kyrgyzstan imposes psychological, cultural, and social pressures on Indonesian missionary families. Obstacles such as isolation, cultural differences, and limited support from sending churches require an understanding of the formation of missionary family resilience. This study aims to examine the resilience of Indonesian missionary families in Kyrgyzstan, the factors influencing it, and effective pastoral support strategies. A qualitative approach was used through in-depth interviews with three missionary families, along with data triangulation from fellow missionaries, local church councils, and sponsored children. The results indicate that missionary family resilience is shaped by spirituality, family harmony, and support from both local communities and international partners. Adaptation strategies such as language learning and cultural appreciation are important for successful inculturation and contextual ministry. The lack of a member care system from sending churches highlights the need to strengthen spiritual guidance and ongoing emotional support.AbstrakPelayanan misi di wilayah menantang seperti Kyrgyzstan menimbulkan tekanan psikologis, budaya, dan sosial bagi keluarga misionaris Indonesia. Hambatan seperti isolasi, perbedaan budaya, dan minimnya dukungan gereja pengutus menuntut pemahaman tentang pembentukan resiliensi keluarga misionaris. Penelitian ini bertujuan mengkaji resiliensi keluarga misionaris Indonesia di Kyrgyzstan, faktor yang mempengaruhinya, dan strategi dukungan pastoral yang efektif. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam dengan tiga keluarga misionaris, triangulasi data dari rekan misionaris, majelis gereja lokal, dan anak asuh. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa Resiliensi keluarga misionaris terbentuk melalui spiritualitas, keharmonisan keluarga, dan dukungan komunitas lokal maupun mitra internasional. Strategi adaptasi seperti pembelajaran bahasa dan penghargaan budaya penting untuk keberhasilan inkulturasi dan pelayanan kontekstual. Kurangnya sistem member care dari gereja pengutus menunjukkan perlunya penguatan pendampingan rohani dan dukungan emosional berkelanjutan.
Konseling pastoral dalam membangun karakter kejujuran: Psikospiritualitas dalam bingkai iman Kristen Yefta Yan Mangoli; Lie Ja Hwe
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 16 No. 2: Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil (STAPIN) Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v16i2.152

Abstract

Penelitian ini membahas kejujuran sejati sebagai salah satu nilai moral dan spiritual yang fundamental dalam kehidupan manusia, dengan fokus pada relasi dengan Tuhan. Masalah utama yang diangkat adalah tingginya tingkat ketidakjujuran dalam kehidupan sosial dan bagaimana kejujuran yang autentik dapat diwujudkan melalui pengalaman iman yang mendalam. Urgensi penelitian ini terletak pada pemahaman kejujuran tidak hanya sebagai norma etis, tetapi sebagai hasil dari hubungan spiritual yang otentik dengan Allah, yang selama ini kurang mendapat perhatian. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi perspektif teologis, psikologis, dan konseling pastoral untuk menggambarkan kejujuran sebagai panggilan holistik yang menghubungkan aspek pribadi, relasional, dan komunitas dalam kehidupan iman. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, yang mencakup sumber-sumber Alkitab, teori perkembangan moral, dan praktik konseling pastoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejujuran sejati mencerminkan karakter Allah yang terwujud melalui transformasi Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Kejujuran ini bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga ekspresi iman yang mendalam, yang memungkinkan integritas hidup dan pemulihan dalam konseling pastoral serta menjadi kesaksian profetis dalam gereja dan masyarakat.