Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Marketing Management of Islamic Financial Services in the Digital Era Leni Riski Hayati; Ahmad Habibi; Muhammad Iqbal Fasa
Best Journal of Administration and Management Vol 4 No 2 (2025): Best Journal of Administration and Management
Publisher : International Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/bejam.v4i2.374

Abstract

The research aims to analyze in depth the marketing management of Islamic financial services in the digital era, which is currently at a historical crossroads due to the acceleration of digital transformation and the Industrial Revolution 4.0. This study uses a qualitative approach with the method of Systematic Literature Review (SLR). The results of the analysis indicate that adaptation to the Sharia digital marketing mix (7PS), such as technology-based products and physical evidence that transform into digital evidence, must be integrated with strict Sharia compliance. Managerial success depends on Shariah-compliant innovation, strengthening cybersecurity, and Human Resource Investment with dual competencies, with the Sharia Banking-as-a-Service model proposed as a solution to address inequalities in the digital infrastructure of SMEs.
The Effect of the Number of Employees and the Number of Offices on the Profitability of Islamic Commercial Banks in Indonesia Yulia Andriani; Leni Riski Hayati; Jhody Wiraputra; Okta Sari
Best Journal of Administration and Management Vol 4 No 2 (2025): Best Journal of Administration and Management
Publisher : International Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/bejam.v4i2.388

Abstract

This study aims to analyze the effect of the number of employees and the number of offices on the profitability of Sharia commercial banks (BUS) in Indonesia for the period 2020-2024. The research method employed is a quantitative approach, utilizing secondary data in the form of monthly time series data sourced from Islamic banking statistics provided by the Financial Services Authority. Data analysis was performed using multiple linear regression with the help of SPSS version 25.0. The results showed that partially, both the number of employees and the number of offices did not have a significant influence on the profitability of Islamic commercial banks in Indonesia. The implications of these findings indicate that physical expansion and increasing the quantity of human resources are no longer the main determinants of profit in the era of digitalization, so bank management needs to switch to operational efficiency strategies and information technology modernization to improve financial performance.
Analisis Kepatuhan Syariah dan Tata Kelola Filantropi Islam dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Umat Ogi Marsenal Ipando; Leni Riski Hayati; Reska Maulida; Madnasir Madnasir; Ruslan Abdul Ghofur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13504

Abstract

Filantropi Islam, yang diimplementasikan melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), merupakan elemen krusial dalam memperkuat ketahanan ekonomi umat. Meskipun Indonesia memiliki potensi ZISWAF yang sangat besar, realisasi dana yang terkelola secara formal masih menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait dengan kepercayaan publik dan efektivitas manajemen. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran penting kepatuhan syariah (sharia compliance) dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dalam mengoptimalkan pengelolaan dana filantropi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis data sekunder yang relevan. Temuan utama mengindikasikan bahwa ketaatan terhadap prinsip syariah, yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS), adalah prasyarat mutlak untuk membangun dan menjaga kepercayaan donatur. Sementara itu, penerapan prinsip tata kelola yang meliputi transparansi, akuntabilitas, dan responsibilitas, secara langsung meningkatkan efisiensi operasional dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan. Sinergi yang kuat antara kedua aspek ini akan menciptakan ekosistem filantropi Islam yang profesional dan berkelanjutan, yang berdampak positif dan nyata pada peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Artikel ini merekomendasikan perlunya kerangka regulasi yang lebih kuat dan harmonisasi standar tata kelola syariah untuk memaksimalkan kontribusi sektor filantropi Islam dalam pembangunan ekonomi nasional.
APLIKASI ‘URF DALAM AKAD JUAL BELI SALAM: ANALISIS HUJJAH DAN RELEVANSI FIQH MUAMALAH KONTEMPORER Leni Riski Hayati; Moh. Bahrudin; Syamsul Hilal
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.1020

Abstract

Perekonomian Syariah kontemporer membutuhkan instrumen keuangan yang dapat memfasilitasi modal kerja sektor riil tanpa riba atau spekulasi yang dilarang. Salah satu instrumen fundamental, Akad Jual Beli Salam (kontrak dengan pembayaran tunai penuh di muka dan penyerahan barang ditangguhkan), menghadapi tantangan dalam transaksi modern karena sulitnya merinci semua detail teknis barang (Muslam Fiihi) dalam kontrak tertulis. Penelitian ini mengkaji bagaimana konsep 'Urf (kebiasaan atau adat) dalam kerangka Ushul Fiqh berperan krusial dalam mengisi kekosongan hukum tersebut dan memastikan validitas operasional Akad Salam di lapangan. Metode yang digunakan adalah Yuridis Normatif (Library Research), berfokus pada analisis sistematis kaidah-kaidah hukum Islam terkait 'Urf dan Akad Salam. Hasil analisis menegaskan bahwa 'Urf bertindak sebagai "kontrak tak terucapkan", menghilangkan gharar (ketidakpastian berlebihan) yang melekat pada penjualan barang yang belum ada. Kaidah 'al-'Adatu muhakkamah' (adat kebiasaan dapat dijadikan sumber hukum) memvalidasi 'Urf Shahih (kebiasaan yang tidak bertentangan dengan nash Syariah). Dalam praktiknya, 'Urf menentukan standar kualitas rata-rata atau standar pasar yang lazim diperdagangkan ketika kontrak diam. Namun, 'Urf harus ditolak ('Urf Fasid) jika bertentangan dengan prinsip Syariah, misalnya jika membatalkan syarat fundamental Akad Salam seperti kewajiban taqabuth (penyerahan harga tunai di muka). Implikasi regulasi kontemporer menunjukkan bahwa 'Urf telah dilembagakan melalui Fatwa DSN-MUI untuk menetapkan besaran kuantitatif yang wajar dan melalui lembaga global seperti AAOIFI yang membentuk 'Urf Tijari Mu'tabar (kebiasaan dagang yang disepakati secara luas), menjamin kepastian hukum, transparansi, dan keselarasan Akad Salam dengan Maqasid Syari'ah (tujuan syariah).