Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Guided Inquiry-Culturally Responsive untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Proses Pelorodan Batik Sidoarjo Yulinda Vita Anggraini; Yuni Sri Rahayu; Sapti Purpitarini; Beni Setiawan; Utama Alan Deta
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i7.7897

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran IPA karena murid dituntut mampu menganalisis fenomena, mengevaluasi informasi, dan menyusun kesimpulan berdasarkan bukti. Namun, keterampilan berpikir kritis murid masih menjadi tantangan, terutama ketika konsep IPA diajarkan secara abstrak dan belum dikaitkan dengan budaya serta pengalaman sehari-hari murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran guided inquiry–culturally responsive berbasis proses pelorodan Batik Sidoarjo guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis murid SMP pada materi asam-basa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model 4D yang terdiri atas tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian adalah 32 murid kelas IX-5 SMPN 2 Tarik Sidoarjo. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respons murid, wawancara dengan pengrajin batik, serta tes keterampilan berpikir kritis berupa pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran memperoleh kategori sangat valid dengan skor validasi 92% hingga 100%. Keterlaksanaan pembelajaran juga tergolong sangat praktis dengan rata-rata 91%. Uji efektivitas menunjukkan skor rata-rata N-Gain sebesar 0,752 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, perangkat pembelajaran guided inquiry–culturally responsive berbasis proses pelorodan Batik Sidoarjo valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis murid dalam pembelajaran IPA.