Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENYIAPKAN MAHASISWA ABAD 21 MENGHADAPI ERA VUCA (VOLATILITY, UNCERTAINTY, COMPELXITY, & AMBIGUITY) MELALUI PENDEKATAN BERBASIS PENGALAMAN Faizal Arvianto; Winda Dwi Hudhana; Rosita Rahma; Nurnaningsih Nurnaningsih; Sarwiji Suwandi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8074

Abstract

Tantangan dalam dunia pendidikan kini semakin kompleks dan cepat berkembang, tak terkecuali pada perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi dituntut dapat melatih mahasiswanya untuk mampu menangani masalah dan sistem yang kompleks baik dalam lingkungan ilmiah maupun dunia kerja. Perguruan tinggi di Indonesia harus dapat menghasilkan lulusan yang serba bisa dan sanggup beradaptasi dengan apa yang saat ini disebut sebagai Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Compelxity, dan Ambiguity) yang mempunyai karakteristik bergejolak, tidak pasti, kompleks dan ambigu. Menyadari tantangan dan kebutuhan untuk menyiapkan mahasiswanya dengan keterampilan kerja masa depan, universitas seyogyanya memulai perjalanan pembelajaran transformasional yang bertujuan untuk menanamkan inovasi dalam kurikulumnya dengan meluncurkan program yang mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Terdapat empat gagasan dasar yang bisa diadopsi dari konsep pembelajaran berbasis pengalaman ini yaitu: 1) pembelajaran berbasis proyek yang ditekankan pada penyelesaian masalah dan isu terkini pada dunia nyata; (2) interdisipliner dalam kurikulum dan desain pembelajaran; (3) kerja sama yang erat antara perguruan tinggi dan mitra eksternal; dan (4) pendampingan aktif mahasiswa oleh universitas dan mitra eksternal. Temuan penulis menunjukkan empat gagasan dasar yang bisa diadopsi dari konsep pembelajaran berbasis pengalaman menghasilkan manfaat serta dapat mengembangkan kompetensi mahasiswa yang dibutuhkan dalam menghadapi lingkungan kerja di Era VUCA.   Kata kunci: era vuca, pembelajaran berbasis pengalaman
From Learner Needs to Digital Design Adapting Reciprocal Teaching for Multimodal News Reading Dinda Dwi Pratiwi; Yeti Mulyati; Rosita Rahma
Language, Technology, and Social Media Vol. 4 No. 4 (2026): October–December 2026 (In Progress)
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/ltsm.3026-7196.693

Abstract

Digital news reading requires learners to connect written and visual information while monitoring their understanding. However, the availability of multimedia resources does not establish how those resources support reading. This study examines how learner needs and limitations in existing materials informed the adaptation of Reciprocal Teaching into digital materials for Grade 7 Indonesian language instruction. A qualitative descriptive approach combined an analysis of two textbooks, a learner needs questionnaire, teacher interviews, and development documents, including expert review records. Reported questionnaire percentages were interpreted descriptively, while qualitative evidence was coded, categorized, compared, and synthesized to trace design decisions. Guidance in generating questions was the most frequently reported process-related need (85.0%), whereas easy and flexible access was the most frequently reported environmental need (94.0%). The synthesis identified six support requirements: initial orientation, attention direction, comprehension repair, information selection and organization, systematic guidance, and verbal–visual integration. These requirements informed adaptations of predicting, questioning, clarifying, and summarizing, represented through multimodal cues, focused prompts, contextual vocabulary support, sequenced activities, and integrated assessment. Expert feedback addressed linguistic clarity, visual consistency, and interface organization. The contribution is an explicit account of how reported needs were translated into reading functions and digital design decisions. The findings establish a design rationale rather than evidence of improved comprehension, usability, or transfer to independent news evaluation.