Agustina Anastasya
Sebelas Maret University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal “Istana Maimun” untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Agustina Anastasya; Alesia Annastasya Adilia; Amelia Cahya Pratiwi; Raden Rara Diwara Marindrasputri Kusumo Wibowo; Kundharu Saddhono
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.13015

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan salah satu upaya internasionalisasi bahasa Indonesia sekaligus diplomasi budaya. Namun, bahan ajar BIPA yang tersedia saat ini kurang mengintegrasikan aspek kearifan lokal secara variatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar BIPA berbasis kearifan lokal dengan tema Istana Maimun sebagai representasi budaya Melayu Deli. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan mencakup beberapa tahap, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan desain produk, pengembangan bahan ajar, validasi oleh ahli, uji coba dengan pembelajar asing, serta revisi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dan menarik melalui integrasi nilai-nilai budaya lokal yang kaya. Penggunaan media interaktif, seperti video, kuis, dan animasi, dalam bahan ajar semakin meningkatkan daya tarik pembelajaran. Bahan ajar ini tidak hanya meningkatkan kompetensi linguistik pembelajar, tetapi juga memperkaya wawasan mereka tentang budaya Indonesia, khususnya budaya Melayu Deli. Selain itu, pengajar BIPA mendapatkan variasi pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dengan latar belakang pembelajar. Dengan demikian, bahan ajar ini berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal, mendukung diplomasi budaya, dan mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia. Penggunaan tema Istana Maimun dalam bahan ajar menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Utara secara global.Kata Kunci: bahan ajar, bipa, budaya melayu, istana maimun, kearifan lokal.
HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN TEKS PROSEDUR DAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 GONDANG Agustina Anastasya; Budhi Setiawan
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/eb838m72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan terdapat tidaknya: (1) hubungan antara pemahaman teks prosedur dan keterampilan menulis teks prosedur; (2) hubungan antara keaktifan belajar dan keterampilan menulis teks prosedur; (3) hubungan secara bersama-sama antara pemahaman teks prosedur dan keaktifan belajar dengan keterampilan menulis teks prosedur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuantitatif yang bersifat korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gondang dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1 Gondang yang terdaftar pada tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian berjumlah 54 siswa yang diambil melalui teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data meliputi; (1) data keterampilan menulis teks prosedur yang dikumpulkan melalui teknik tes produk atau hasil kerja; (2) data pemahaman teks prosedur yang dikumpulkan melalui tes objektif berupa tes pilihan ganda; (3) data keaktifan belajar yang dikumpulkan melalui angket keaktifan belajar. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik regresi korelasi (sederhana dan ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemahaman teks prosedur dan keterampilan menulis teks prosedur (t0 = 5,00 > tt = 1,68). (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keaktifan belajar dan keterampilan menulis teks prosedur (t0 = 3,24 > tt = 1,68). (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemahaman teks prosedur dan keaktifan belajar secara bersama-sama dengan keterampilan menulis teks prosedur (F0 = 17,36 > Ft = 3,18). Kata Kunci: keterampilan menulis teks prosedur, pemahaman teks prosedur, keaktifan belajar