Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KLITIKS BERMAKNA NUMERIK DALAM BAHASA INDONESIA Kabul Prasetya
ASMARALOKA : Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 nomer 1 Februari 2025
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/asmaraloka.v3i1.490

Abstract

This study examines bound morphemes with numerical meanings in the Indonesian language, focusing on how the language accommodates numerical and quantitative concepts in forming efficient vocabulary. The main challenge lies in finding an appropriate mechanism to convey stable numerical meanings without altering the fundamental structure or word classes. However, the mechanisms by which numerical morphemes are used remain poorly understood, particularly in terms of their semantic stability and contribution to technology- and culture-based vocabulary. This research employs a qualitative descriptive method to explore the functions and structures of numerical morphemes such as bi- (two), tri- (three), and panca- (five) within the morphological context of the Indonesian language. Data were sourced from the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). The findings reveal that bound numerical morphemes play a significant role in conveying quantitative information and serve as a tool for lexical development without altering the base word's class. Additionally, prefixes such as mega- and giga- enable Indonesian to align with internationally common terminology in scientific domains while retaining its agglutinative nature. These bound numerical morphemes offer an effective and flexible linguistic mechanism to support vocabulary development relevant to modern communication needs, balancing global integration with cultural identity preservation.
Analisis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat pada novel “Anak Bajang Menggiring Angin” karya Sindhunata Ilma Zulfa; Anggreani Puspitasari Siswanto; Rahmat Hidayat; Kabul Prasetya; Fanny Puteri Cahyani
IRecall Journal Vol. 3 No. 2 (2025): iRecall Journal: An Indonesian Journal for Language Learning and Teaching
Publisher : Indonesian Reseacher for Language Learning and Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64908/td8s9388

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang terdapat dalam novel Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata dengan menggunakan teori gaya bahasa Gorys Keraf. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat terhadap teks novel sebagai sumber data. Data dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang ditemukan, yaitu klimaks, antiklimaks, paralelisme, repetisi, dan antitesis. Dari kelima jenis tersebut, gaya bahasa klimaks dan paralelisme merupakan bentuk yang paling dominan, menunjukkan kecenderungan pengarang dalam membangun intensitas emosi dan keseimbangan naratif. Gaya bahasa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetika, tetapi juga memperkuat nilai moral dan spiritual yang terkandung dalam cerita. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa struktur kalimat dalam karya sastra memiliki peran penting dalam membangun makna, ritme, dan gaya kepengarangan yang khas pada karya Sindhunata