Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat pada novel “Anak Bajang Menggiring Angin” karya Sindhunata Ilma Zulfa; Anggreani Puspitasari Siswanto; Rahmat Hidayat; Kabul Prasetya; Fanny Puteri Cahyani
IRecall Journal Vol. 3 No. 2 (2025): iRecall Journal: An Indonesian Journal for Language Learning and Teaching
Publisher : Indonesian Reseacher for Language Learning and Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64908/td8s9388

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang terdapat dalam novel Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata dengan menggunakan teori gaya bahasa Gorys Keraf. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat terhadap teks novel sebagai sumber data. Data dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang ditemukan, yaitu klimaks, antiklimaks, paralelisme, repetisi, dan antitesis. Dari kelima jenis tersebut, gaya bahasa klimaks dan paralelisme merupakan bentuk yang paling dominan, menunjukkan kecenderungan pengarang dalam membangun intensitas emosi dan keseimbangan naratif. Gaya bahasa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetika, tetapi juga memperkuat nilai moral dan spiritual yang terkandung dalam cerita. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa struktur kalimat dalam karya sastra memiliki peran penting dalam membangun makna, ritme, dan gaya kepengarangan yang khas pada karya Sindhunata
Pola Penamaan Nama Desa Berunsur Air di Kabupaten Demak Ilma Zulfa; Hendrokumoro Hendrokumoro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.8068

Abstract

Bahasa merupakan refleksi dari kenyataan sosial yang merepresentasikan hubungan manusia dengan lingkungan alam dan sosial-budayanya. Penamaan unsur geografis, termasuk nama desa, tidak terlepas dari pengalaman ekologis dan historis masyarakat penuturnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pola penamaan nama desa yang berunsur air di Kabupaten Demak. Data penelitian diperoleh dari laman Badan Pusat Statistik Kabupaten Demak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak, Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, pemerintah desa di Kabupaten Demak, serta wawancara dengan narasumber yang memahami sejarah dan kondisi wilayah setempat. Data dianalisis menggunakan teori linguistik ekologis Haugen (1972) untuk melihat keterkaitan bahasa dengan lingkungan, serta teori variasi bahasa Holmes (1992) untuk mengidentifikasi variasi bentuk dan penggunaan bahasa dalam penamaan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan desa berunsur air di Kabupaten Demak mencerminkan kondisi ekologis wilayah pesisir dan perairan, serta pengalaman sosial masyarakatnya. Secara struktural, penamaan tersebut didominasi oleh pola pemajemukan nomina + adjektiva (N + Adj) sebagai bentuk yang paling umum digunakan. Selain itu, ditemukan variasi leksikal sebagai penanda unsur air, seperti banyu, kali, tlogo, tambak, kedung, dan karang, yang masing-masing merepresentasikan karakteristik geografis, fungsi lingkungan, dan nilai budaya lokal.   Penelitian ini berkontribusi pada kajian linguistik ekologis dan toponimi dengan mengungkap pola pemajemukan dan variasi leksikal penanda unsur air dalam nama desa di Kabupaten Demak, yang merefleksikan relasi antara struktur kebahasaan, kondisi ekologis pesisir, dan pengalaman sosial masyarakat setempat.