Sanie Banjarnahor
Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Pengeluaran Wisman Borobudur terhadap Perekonomian Jawa Tengah: Analisis Input-Output Sanie Banjarnahor; Anggun Setiyaningsih; Sidney Alva Febri Br Peranginangin; Sotya Fevriera
JURNAL TRANSFORMATIF UNKRISWINA SUMBA Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15 No. 1 (2026): Vol XIV No 1 (Mei) 2026
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/ey65fp75

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pemulihan pariwisata pasca pandemi, melalui Candi Borobudur. Penelitian ini menganalisis keterkaitan antar sektor dan mengukur dampak pengeluaran wisman yang ditargetkan berkunjung ke Borobudur 2025 terhadap perekonomian Jawa Tengah menggunakan analisis IO. Penelitian ini menggunakan data berupa Tabel IO 2016, pengeluaran wisman, target wisman, kurs dan data pendukung untuk penyesuaian faktor inflasi. Penelitian ini menemukan sektor kunci berupa Industri Pengolahan serta Pengadaan Energi. Sektor dengan keterkaitan kuat ke depan, adalah Perdagangan-Reparasi Kendaraan, Agrikultur, serta Jasa Informasi-Komunikasi. Sektor dengan keterkaitan kuat ke belakang yaitu Hotel-Restoran, Konstruksi, Transportasi-Pergudangan, serta Pengadaan Air-Pengelolaan Sampah. Lima sektor dengan peningkatan output > Rp 500 miliar adalah Hotel-Restoran, Industri Pengolahan, Perdagangan-Reparasi Kendaraan, Jasa Lainnya, serta Transportasi-Pergudangan. Lima sektor dengan peningkatan nilai tambah bruto > Rp 300 miliar adalah Hotel-Restoran, Perdagangan-Reparasi Kendaraan, Industri Pengolahan, Jasa Lainnya, serta Agrikultur. Enam sektor dengan peningkatan pendapatan tenaga kerja > Rp 100 miliar, yaitu Hotel-Restoran, Perdagangan-Reparasi Kendaraan, Jasa Lainnya, Agrikultur, Industri Pengolahan, Transportasi-Pergudangan, serta empat sektor dengan tambahan tenaga kerja > 10.000 orang, yaitu Hotel-Restoran, Jasa Lainnya, Perdagangan-Reparasi Kendaraan, serta Agrikultur. Lima sektor dengan pertumbuhan output > 0,3% adalah Hotel-Restoran, Jasa Lainnya, Transportasi-Pergudangan, Jasa Keuangan-Asuransi, serta Perdagangan-Reparasi Kendaraan. Hasil simulasi menunjukkan sektor pariwisata memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian Jawa Tengah.