Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketahanan Psikologis Single Father dalam Menghadapi Tekanan Peran Ganda: Perspektif Psikologi Sosial dan Keluarga Nisa Ali
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketahanan psikologis single father dalam menghadapi tekanan peran ganda melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Fokus penelitian diarahkan pada ayah tunggal yang menjalankan peran sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh utama anak, sebuah kelompok yang masih relatif kurang mendapat perhatian dalam kajian psikologi keluarga. Sumber data diperoleh dari Google Scholar dan SciSpace dengan total 557 artikel yang teridentifikasi, kemudian diseleksi secara sistematis melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi, sehingga diperoleh 30 artikel yang dianalisis. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa ketahanan psikologis single father merupakan proses adaptif yang bersifat multidimensional dan kontekstual, dipengaruhi oleh regulasi emosi, pemaknaan peran ayah, dukungan sosial, nilai spiritual, serta relasi ayah–anak. Tekanan peran ganda tidak semata-mata berdampak negatif, tetapi dalam kondisi tertentu justru mendorong terbentuknya ketahanan psikologis dan ketahanan keluarga. Penelitian ini juga mengungkap adanya kesenjangan penelitian akibat dominasi studi tentang single mother, sehingga pengalaman psikologis ayah tunggal kerap terpinggirkan. Temuan penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperluas kajian ketahanan psikologis dalam psikologi keluarga dan secara praktis memberikan dasar bagi pengembangan intervensi psikososial serta kebijakan yang lebih inklusif bagi single father di Indonesia.
The Belimbur Tradition through an Anthropological Lens: Exploring Social-Emotional Experiences in Early Childhood Nisa Ali; Kulsum Nur Hayati; Siti Zubaedah; Suyadi
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12777

Abstract

The Belimbur tradition is part of the customary activities of the Erau cultural celebration in Kutai Kartanegara, East Kalimantan, and contains social and cultural meanings that are transmitted across generations. This study aims to explore children's social-emotional experiences during participation in the Belimbur tradition from an anthropological and sociocultural perspective. A qualitative approach was employed using participant observation, interviews, and literature review. The study was conducted in Tenggarong, Kutai Kartanegara, in September 2025, involving three children aged five to six years, three parents, and one cultural figure. The researcher participated in the Belimbur activity and observed children's interactions and responses during the event. Interviews were documented through written notes. The findings indicate that participation in Belimbur provided opportunities for children to interact with peers and adults, cooperate in a communal activity, express emotions, respond to unfamiliar situations, and show curiosity within the cultural setting. Adult guidance was also evident, particularly when children experienced hesitation or discomfort following unexpected water splashes. These findings suggest that Belimbur provided a culturally meaningful setting for children's social-emotional experiences through direct participation and interaction with others. The findings highlight the potential of local cultural practices as contextual resources for early childhood education while recognizing that the findings are situated within the specific cultural context of Kutai Kartanegara.