Ikan kakap putih (Lates calcarifer) dikenal sebagai salah satu komoditas akuakultur yang bernilai ekonomi tinggi, namun biaya pakan yang mencapai 60–70% dari total biaya produksi masih menjadi tantangan utama dalam pengembangannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sekaligus menentukan dosis optimal ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) dalam pakan terhadap pertumbuhan ikan kakap putih. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu A (kontrol), B (0,5 g/100 g pakan), C (1 g/100 g pakan), dan D (1,5 g/100 g pakan). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan biomassa, Feed Conversion Ratio (FCR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), survival rate (SR), dan kualitas air selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kayu manis memberikan pengaruh yang sangat nyata (P0,01) terhadap pertumbuhan ikan. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 0,5 g/100 g pakan dengan pertumbuhan biomassa tertinggi (34,19 g), FCR terendah (1,09), dan EPP tertinggi (91,69%). Tingkat kelangsungan hidup mencapai 100% pada seluruh perlakuan, serta kualitas air berada dalam kisaran optimal. Dengan demikian, ekstrak kayu manis berpotensi dijadikan sebagai bahan tambahan alami dalam pakan untuk membantu meningkatkan efesiensi pakan sekaligus mendorong pertumbuhan ikan kakap putih.